Kamis, 17 Desember 2015

OPPO Community Gathering Semarang



Pada tanggal 15 Desember 2015 yang lalu, gue mendapatkan kesempatan untuk mengikuti acara Gathering Semarang dari OPPO Community yang berlangsung di River View Cafe Semarang. Acara untuk memperkenalkan produk OPPO yang baru, yaitu OPPO R7s dengan mengundang blogger-blogger Semarang. Seneng banget punya temen blogger hits Semarang yang mau ngajakin gue ke acara beginian. Tau aja kalo gue jomblo pengangguran yang banyak waktu luangnya. :')

Sabtu, 12 Desember 2015

A Letter To God

Hi, what's up, my Dear Lord!
Biasanya, kita selalu bertemu dan berbincang ketika malam hari, ya. Entah kenapa, kali ini aku ingin memberi-Mu surat, ungkapan hatiku yang mungkin tak pernah bisa aku ungkapkan dengan ucapan kepada siapapun, bahkan kepada-Mu, yang maha Esa. Makanya, kutulis sajalah ini. :) 

Kamis, 10 Desember 2015

People Around Us: Jono Si Anak Tetangga


Jono asyik main X-Box

Cerita ini gue ceritakan sebagai wujud keprihatinan gue terhadap anak yang kedua orang tuanya sama-sama sibuk bekerja.  

Senin, 07 Desember 2015

Ini Liga Blogger Indonesia 2016!


ligabloggerindonesia.blogspot.co.id


Kalo beberapa minggu yang lalu gue ikut ajang #PojokWBIdol, kali ini gue ikutan LBI 2016 alias Liga Blogger Indonesia. Liga yang mempertemukan blogger-blogger kece untuk saling berkompetisi. LBI sudah masuk musim yang ke-4 dan baru kali ini gue mengikutinya. 

Jumat, 27 November 2015

Suatu Saat Nanti

Aku yakin, suatu saat nanti..
Semua ketakutan ini tidak akan datang lagi di setiap malamku
Aku yakin, suatu saat nanti..
Aku tidak akan mengkhawatirkan sesuatu secara berlebihan

Senin, 23 November 2015

Would You Still Love Me The Same?

www.directlyrics.com

Sebulanan ini, gue lagi sering banget yang namanya badmood dan ke-insecure-an gue terhadap diri sendiri kumat. Mood gue gampang banget berubah setiap saat, setiap malem gue juga tiba-tiba suka cemas berlebihan, takut banyak hal, takut ini, takut itu, yang sebenernya nggak perlu banget gue pikirin juga. Iya, cemas gue berlebihan terutama pada kepercayaan diri gue di hadapan orang banyak, di hadapan siapapun, terutama di hadapan temen-temen gue. Enggak tau kenapa, gue cemas cenderung takut, kalo gue ini belum bisa jadi yang terbaik buat mereka, gue takut kalo gue dibenci, gue takut kalo nggak bisa diterima mereka, gue takut nggak dianggap, gue takut kehilangan mereka, gue takut kehadiran gue itu nggak penting buat mereka, gue takut kalo ada yang ngomongin gue, gue takut kalo ada yang merahasiakan sesuatu dari gue. Gue takut, bener-bener takut. Kalo udah gitu ditambah ada yang nggak berkenan di hadapan gue, yaudah, jatuhnya pasti badmood, dan ngeselinnya gue nggak bisa ngontrolnya. Perasaan kayak gini sebenernya udah gue alami dari dulu sih, gue emang orang yang bermasalah dengan pengendalian mood, cuma makin parah aja semenjak masuk kuliah. Setahun yang lalu sempet pulih dengan escaping myself to Jakarta. Yaa, bahkan gue berantem sama temen-temen gue karena sifat gue yang ‘ajaib’ ini, butuh 1 tahun bahkan lebih untuk gue bisa memulihkan itu semua, butuh 1 tahun bahkan lebih untuk gue bisa kontrol mood dan ngalihin diri buat enggak insecure nggak jelas tiap harinya.

Fans Tak Bermodal

*Mimisan tiga galon* 
Beberapa hari ini, gue lagi asyik memerhatikan galeri HP gue, banyak banget foto-foto kenangan bareng idola gue di HP. Ya, gue ini fans garis kerasnya Denny Sumargo dan Tulus, saking garis kerasnya, gue udah beberapa kali ketemu dan nonton filmnya Denny Sumargo dan konsernya Tulus. Saking garis kerasnya, gue cuma norak kalo ketemu, minta foto, dan segala hal yang berhubungan sama mereka berdua, artis laen? Wah, udah bodo amat deh sekalipun mereka lewat di depan mata gue persis, ya gue tetep lempeng aja kayak ketemu orang-orang biasa. Cuma Denny Sumargo dan Tulus yang bisa bikin gue alay banget, apalagi kalo udah bahas tentang mereka berdua, bisa histeris sendiri kali gue saking senengnya. Hahaha. Tuhan dan semesta memang baik, saking garis kerasnya gue ngefans sama mereka berdua, gue dikasih banyak banget kesempatan dan kenangan yang nggak terlupakan bareng dua idola gue itu. Nggak heran kalo gue emang sayang banget sama kedua idola itu deh. Ihik.


Rabu, 14 Oktober 2015

11 Oktober 2015

Happy Birthday, DenSu!


Dua hari ini gue lagi ngebut nulis 3 postingan di blog. Yang pertama cerita tentang trip bareng sahabat-sahabat gue ke Gunung Prau dan yang kedua tentang acara seminar Maestrologic 2 “Take OnlyMemories Leave Only Footprints” yang gue ikutin hari Minggu lalu. Naaaah, untuk postingan ini gue mau cerita tentang birthday surprise buat Denny Sumargo doongg. Huahaha. Kok bisa sih bikin birthday surprise buat seorang DenSu? Yuk ah, gue ceritain dari awal persiapan acara sampe ke akhir-akhirnya. Siap-siap baper, ea. Huahaha.


Maestrologic 2 “Take Only Memories Leave Only Footprints”

www.bemfkums.org

Kali ini, gue pengin sharing pengalaman gue yang mengikuti sebuah acara seminar bareng sahabat gue, Eres. Seminar yang bertemakan tentang fotografi dan traveling yang memang sesuai dengan jurusan kuliah gue. Walaupun sebenernya tujuan utama gue ikutan seminar ini adalah mau ketemu idola kesayangan gue sepanjang masa, Denny Sumargo. Karena udah lama juga gue nggak ketemu doi, terakhir ketemu juga akhir Januari lalu pas acara gala premier filmnya. Seminar ini diadakan oleh mahasiswa jurusan FK UMS (Universitas Muhammadyah Surakarta) dan bertempat di The Alana Hotel Solo, diadakan pada tanggal 11 Oktober 2015, yang notabene itu adalah tanggal ulang tahunnya DenSu. Jadi kebayang dong betapa penginnya gue ikut seminar ini karena pengin ketemu DenSu pas hari bahagianya dia? Hahaha. Tapi untuk postingan ini gue mau menceritakan seminarnya terlebih dahulu, kalo cerita tentang ketemu DenSunya, bakal gue ceritain di postingan selanjutnya. Heuheu.



Cerita di Gunung Prau



Pada tanggal 17-18 September 2015 yang lalu, gue bareng sahabat-sahabat gue melakukan trip lagi, kali ini kami ke Gunung Prau, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Ini trip udah hampir sebulan yang lalu tapi baru mau gue ceritain sekarang karena kemarin-kemarin gue lagi mager maksimal buat ngetik-ngetik apalagi nge-blog. Jadi baru sekarang deh gue bisa berbagi ceritanya di blog gue ini, semoga nggak basi aja deh ceritanya, yak. Heuheu.

Rabu, 16 September 2015

#PojokWBIdol Dia

Hubungan gue dengan Tuhan itu kayak hubungan persahabatan, kadang bisa deket banget, kadang ngambek-ngambekan (dan jelas di sini yang banyak ngambeknya itu gue), kadang bisa jauh-jauhan, diem-dieman, dateng kalo perlu doang, tapi tetep ya, yang namanya sahabat, sejauh apapun jarak kita, kita tetep saling membutuhkan. Begitulah persahabatan gue dengan Tuhan.

Jumat, 11 September 2015

#PojokWBIdol Ketika Putus Asa

Ketika Tuhan mengizinkan gue merasakan yang namanya putus asa, Dia tidak begitu saja meninggalkan gue sendirian bermuram durja tenggelam dalam rasa keputus asaan gue. Tuhan tetep dan selalu baik sama gue dengan menghadirkan orang-orang luar biasa yang siap dan bisa membuat gue kembali bersemangat dan bangkit dari keterpurukan gue. Sehingga ketika gue putus asa, enggak pernah sedikit pun terbesit di pikiran gue untuk bunuh diri dengan minum Baygon rasa jeruk topping Oreo.

Dulu, kalau gue putus asa dan memilih untuk bunuh diri, mungkin gue enggak akan menjadi seseorang yang seperti sekarang ini dengan pengalaman-pengalaman hidup yang luar biasa asyik dan seru. Belum tentu juga gue masuk surga kan kalo gue bunuh diri? Dan sudah seharusnya gue mengucapkan banyak terima kasih kepada barisan para penyemangat gue yang di antaranya adalah..

Kamis, 03 September 2015

#PojokWBIdol Gue Manusia Biasa

Hello! 


Sejujurnya gue bingung ketika diberi tantangan #PojokWBIdol menulis tentang diri sendiri. Gue nggak tahu bagaimana cara yang baik untuk menceritakan diri gue ini, karena takut kalo dibikin novel saking panjangnya. Muehehe. Enggak deng, gue bener-bener bingung aja gimana menulisnya, nulis kepanjangan entar dikira narsis. Nulis sedetail-detailnya entar pada ngira ini lagi baca rubrik ‘Oh Mama Oh Papa’. Nulis santai banyak jokes di sana-sini entar dikira hidup gue sebercanda itu. Jadi, kapan mulai ceritain diri sendirinya, Bul? Ehe.

Jumat, 28 Agustus 2015

Sepi Itu Teman

Rasa yang berbeda, 
di saat aku menutup pintu rumahku..
Hingar bingar dunia..
Tawa canda sahabat-sahabatku..
Beragam kisah dari mereka...
Seketika menghilang

Minggu, 02 Agustus 2015

Gara-Gara Papa

Kejadian yang ada di postingan ini, semua karena Papa. Ya, semua gara-gara Papa...

Gara-gara Papa, 
Aku menjadi seseorang yang bebas mengejar mimpiku.. 
Gara-gara Papa, 
Aku nenjadi seseorang yang dengan mudah mencintai apa yang aku sukai tanpa tekanan dan larangan..
Gara-gara Papa, 
Aku menjadi seseorang yang selalu mengutamakan keluarga..

Jumat, 31 Juli 2015

Favorit

Akhir-akhir ini Instagram lagi ngehits upload foto yang menceritakan tentang 15 playlist lagu favorit lalu di-tag berjamaah ke teman-teman sesama pengguna Instagram untuk dilanjut lagi. 

Ini memberikan gue ide untuk postingan kali ini. Dari kegiatan hits di Instagram itu, gue juga pengen share tentang playlist lagu favorit gue di sini. Kalo di Instagram cuma nyebutin judul lagu dan musisinya, di sini gue pengen share tentang petikan lirik dari lagu-lagu favorit gue. Petikan lirik lagu yang bisa memotivasi gue, yang bisa juga menunjukkan ini isi hati gue sekarang ini, dan segala kemungkinan lainnya. Dan, jangankan 15 lagu, gue kasih elo 20 lirik lagu-lagu favorit gue! Haha. Yawda, yuk cekidot ajah. 

Selasa, 21 Juli 2015

Luka

Di saat aku bertemu dengan banyak orang 
Dan mulai mendengar kisah mereka 
Aku menyadari, 
Bahwa setiap orang mempunyai luka 
Luka yang menjadikan mereka sosok yang saat ini
Luka batin yang mereka geluti setiap hari dalam hidupnya
Luka yang terus membayangi ke mana kaki melangkah

Kamis, 09 Juli 2015

Kau Datang Lagi

cooperativefestival.com

Beberapa hari yang lalu, gue asyik ngubek-ngubek Soundcloud karena lagi bosen banget padahal fakir kuota. Tapi, pada akhirnya gue enggak nyesel sih buka Soundcloud, karena dari hasil ngubek-ngubek itu, gue menemukan hidden song milik Tulus! Ehe.

Hmmm....apa itu hidden song? 

Senin, 06 Juli 2015

(Tantangan #PojokWB) - Tutorial Bersolek Feminin Untuk Cewek Tomboy Ala Gue

Panjang banget ye judul postingan gue kali ini? And yeah, just like seriously seorang Bulan bikin tutorial bersolek padahal gue dandan aja jarang bahkan nggak pernah? Seorang Bulan yang kadang lebih macho daripada seorang cowok dan penampilannya lebih keliatan kayak gembel (tapi keren) daripada femininnya? Bingung yaaa? Gue juga bingung mau bikin postingan ini gimana, meeeeennnn….*nangis senderan di dadanya Denny Sumargo*

Bukan karena sebab dan alasan tiba-tiba gue bisa bikin tutorial-tutorial cantik cem beginian, kesambet apaan gue tiba-tiba bikin postingan kayak begini. Semua ini bermula dari permainan yang diadakan di grup WhatsApp Warung Blogger, #PojokWB namanya. Waktu itu admin grup, Kak Ajen iseng-iseng bikin permainan buat anggota grup. Jadi Kak Ajen mengajak kita semua anggota grup untuk saling menantang dan ditantang untuk bikin postingan yang beda dari biasanya, dan responnya positif dan banyak yang mau ikut termasuk gue, sekitar ada 30 anggota grup yang bergabung dengan permainan ini yang akhirnya dikasih nama Tantangan #PojokWB. Setelah nama-nama anggota yang ikut tantangan di-list dan diberi nomor urut, Kak Ajen langsung menjelaskan rules tantangannya, dan gue kebagian ditantang Kak Dewa Putu lalu menantang Dek Miftah. Semua masih baik-baik saja ketika semua anggota paham dengan rules tantangan yang diberikan Kak Ajen, masih aman, tentram, dan sejahtera. Semuanya berubah ketika negara api menyerang, alias gue dapet tantangan dari Kak Dewa Putu yang waktu itu private message sama gue di WhatsApp. 

Bagaikan petir di siang bolong, bagaikan ditonjok Hulk yang lagi PMS berkali-kali, bagaikan dilelepin di Sungai Ciliwung, gue membaca tantangan dari Kak Dewa Putu di WhatsApp;

Bulaaaan si cewe macho gw tantang lu posting………….

*TRAK TAK DUNG CEEEEESSSSSSS*

…….Tutorial bersolek biar keliatan feminine ala Bulan huehehehehehe. Buat semenarik mungkin, yaaaa” 

Buat semenarik mungkin tetangga lau salto Kak Dewaaaaa, tau aja ih kelemahan gue di situ. Tau aja kalo gue macho (yaiyalah tagline blog lu aja gitu, Bul), tau aja kalo gue nggak pernah bersolek. Seketika gue stress sebentar abis baca tantangannya Kak Dewa, rasanya pengen pura-pura mati aja begitu tau tantangan buat gue kayak gitu. Huahaha. 

Tantangan ini lebih susah dari move on, men!
Akhirnya gue terima tantangan dari Kak Dewa Putu ini, gue enggak boleh nyerah gitu aja dong. Toh, ini tutorial yang bikin juga ala-ala gue, kalo bermanfaat ya Alhamdulillah Puji Tuhan, kalo enggak, ya bodo amaaattt, namanya juga berusaha. Lagian gue harus bisa menyelesaikan tantangan ini, biar keliatan kalo gue ini penulis serba bisa walaupun kadang bisa sesat, bisa rusuh, bisa nggak nyambung. Huahahaha. Yaudah yok, langsung ke tutorial bersolek ala gue, sekali lagi maaf kalo menyesatkan ya! Cekidot!

Tutorial Bersolek Ala-ala 
Semua cewek di muka bumi ini diciptakan dengan kecantikannya masing-masing. Ya, semua cewek itu cantik kok nggak ada terkecuali, cuma level kecantikan tiap cewek itu beda-beda, misalnya kayak gue yang kecantikannya level 8, sedangkan Luna Maya kecantikannya level 99, Dijah Yellow? Engg…ukur ajalah sendiri ya, gue enggak tega. Pokoknya cantik aja gitu. 

Dan menurut teori ngaco gue, cewek itu dibagi jadi 2, ada yang tomboy dan feminin. Kalo gue termasuknya tomboy sih, tomboy cenderung macho. Udah jelas, kalo cewek-cewek tomboy macem gue ini paling jarang atau bahkan ogah sama yang namanya dandan, inget mandi aja udah syukur, gimana mau dandan. OOTD-nya cewek tomboy itu nggak pernah ribet, simple, dan nggak membutuhkan waktu 1000 tahun lamanya buat dandan mau hangout sama temen atau pacar (kalo punya). Tapi karena kesederhanaan gaya cewek tomboy itulah yang kadang bikin kebanting sama temen-temennya yang feminin dan cantek abeezz pake e dan z. Yang cewek tomboy keliatan kayak gembel-belum-mandi-sekian-ratus-tahun, sedangkan yang cewek feminine keliatan kayak Barbie, berkelas gitu dandanannya. Cowok-cowok juga lebih banyak ngeliriknya ke cewek-cewek feminin daripada cewek tomboy, jadi nggak heran kalo banyak cewek tomboy yang kejebak friendzone atau paling banter kakak-adek-zone, karena cewek tomboy lebih asyik dijadiin sahabat daripada pacar karena penampilannya kurang menarik dan nggak ngebanggain kalo diajak ke kondangan. Begitulah nasib cewek tomboy yang tidak seberuntung cewek feminin. Tapi…..jangan sedih kawan-kawan cewek tomboy sejagat raya, karena gue punya tutorial bersolek buat kita para cewek-cewek tomboy biar keliatan feminin (sedikit). Kata siapa cewek tomboy nggak bisa feminin dan berdandan high class gitu? Kita bisa (kalo berusaha) kok! Yok, simak tutorial sesat gue.

Kamis, 25 Juni 2015

Pesawat Terbang

Semalam, gue duduk anteng di teras bareng anjing tetangga gue yang lagi main ke rumah. Enggak tau kesambet apaan tiba-tiba gue betah aja gitu nongkrong di teras malem-malem, sama anjing lagi. Mungkin karena gue terpukau sama langit malem yang waktu itu indah banget, cerah, bulannya keliatan cantik, dan banyak bintang-bintang di sekitarnya. Suka banget langit malem kemarin itu, bener-bener bagus dan bikin gue betah banget buat mandanginnya. Dan anjing tetangga gue itu juga (sok-sokan) ngeliatin langit kayak gue, mukenye sok-sok menghayati gitu. Kurang romantis apa coba malem kemarin itu…

Rabu, 17 Juni 2015

(Anggap Saja) Jalan-Jalan di Magelang

magelangonline.com


Pada tanggal 11 Juni 2015, gue bersama 2 sahabat gue Eres dan Tiya berencana untuk pergi ke Magelang. Bukan, kali ini kami ke Magelang bukan buat main-main, tapi buat ngurusin laporan magang kami yang belum kelar dari tahun lalu *mahasiswa macam apa kami ini*. Karena tahun lalu kami berempat (ditambah Mbak Icak) itu magang di salah satu Daya Tarik Wisata yang ada di Kota Magelang, yaitu Taman Wisata Kyai Langgeng.

Senin, 08 Juni 2015

Loenpia Jazz Semarang 2015

jazzuality.com

Hari Minggu, 7 Juni 2015 yang lalu, acara pentas musik jazz yang udah gue dan Octav tunggu-tunggu akhirnya dihelat juga. Gue dan Octav emang udah janjian dari sebulan yang lalu, kalo 'Loenpia Jazz' bakal diadain di Semarang lagi, kita berdua harus menontonnya. Dan ya akhirnya dateng juga deh hari yang ditunggu-tunggu itu. Kita berdua memang sudah nggak sabar buat dateng ke acara tahunan di Semarang ini yang dari tahun ke tahun makin keren. Walaupun ini baru tahun ketiganya Loenpia Jazz, tapi denger-denger dari banyak orang kalo acara ini asli keren banget. Maklum, Loenpia Jazz tahun 2014 yang lalu gue enggak dateng. 

Rabu, 03 Juni 2015

Kopi Susu dalam Gelas Kertas



Kopi,

Di mana kenangan bisa tersimpan dalam cangkirnya

Begitupun aku

Menyimpan kenangan di kopiku

Kopi susu, dalam gelas kertas.

Masih aku ingat wajahnya, yang selalu menemaniku menikmati kopi susu itu

Masih aku ingat sapaan khasnya ketika mata kami saling bertemu

Serta senyum simpul yang menawan

“Mau kopi?”

Rabu, 27 Mei 2015

Hard to Say I'm Sorry



Gue lagi sakit, dan kalo udah sakit gini, gue cuma bisa terkapar doang di kasur. Guling-guling kesana-kemari, gitu terus sampe Demi Lovato duet sama Nassar bikin album dangdut koplo remix. Pasti boseeeenn parah, tapi nggak bisa ngapa-ngapain mengingat badan yang masih lemah tak berdaya. Mau baca buku atau browsing pake gadget, malah bikin kepala pening + mata cepet capek, mau chatting-an tapi nggak tahu mau chat sama siapa *anaknya nggak enakan kalo mau mulai convo duluan. Ihik*, mau main sama temen, entar malah diseret pulang sama Emak gara-gara masih sakit, mau nge-blog, lagi nggak ada ide buat nulis. Bosen kan? Iya, bosen sampe gue curcol panjang lebar kayak gini cuma buat intro doang. 

Yaudahlah, daripada membusuk karena bosen, gue paksain aja buat nge-blog ringan. Lagi pengen bahas lirik lagu yang lagi sering gue dengerin aja sih ini. Judulnya 'Hard to Say I'm Sorry', sedap bener ye judulnya. Lirik lagunya juga nggak kalah sedap kok, makanya pengen gue sharing di sini. Sebenernya lagu ini banyak versinya, banyak yang nyanyiin, dari Chicago, Peter Cetera, Westlife, sampe Passenger. Maklum lagu jadul, sama kek muke gue, klasik-klasik jadul ngangenin gimana gitu. Muahahaha.

Kamis, 21 Mei 2015

Untukmu Warung Blogger!


Warung Blogger adalah komunitas blogger pertama yang gue ikuti ketika gue mulai aktif nge-blog lagi di pertengahan tahun 2013. Gue tahu Warung Blogger ini juga karena sahabat gue yang ternyata sudah lebih dulu menjadi anggota Warung Blogger (waktu itu gue nggak sengaja lihat dia share postingan blognya di Twitter dan mention @Warung_blogger). Seketika gue kepo apa itu Warung Blogger dan langsung membuka akun Twitter-nya. Dan ya akhirnya gue tahu Warung Blogger itu sebuah komunitas blog, di mana para blogger bisa leluasa untuk berbagi tulisannya di sana dan bisa dibaca oleh banyak orang. Gue yang masih merintis kegiatan blog gue dari 0 lagi dan merasa blog gue kurang pembaca atau malah nggak ada, akhirnya memutuskan deh buat gabung sama komunitas ini. Yang gue tahu, kalo gabung di komunitas ini, tulisan gue nantinya bakal di-retweet oleh admin, dan itu pasti bisa mengundang banyak orang untuk mampir ke blog gue. And yeah, trust me, it works! 

Selasa, 12 Mei 2015

Terima Kasih Gunung Andong!






Di postingan ini, gue udah sedikit cerita kalo keadaan hati gue lagi nggak bagus. Dan di postingan itu juga gue udah cerita kalo gue punya cara sendiri untuk ‘menyelamatkan’ diri dari kontroversi hati yang sedang terjadi *elah*. Tapi di postingan itu gue lupa mencantumkan beberapa cara lain yang biasanya gue lakukan. Berdoa, berolahraga, dan berlibur adalah cara-cara gue lainnya yang biasa gue lakukan selain cara-cara yang udah gue sebutkan di postingan sebelumnya. 

‘Menyelamatkan’ diri yang gue maksudkan di sini adalah, cara-cara gue untuk menyembuhkan diri gue sendiri. Bukan, gue bukan sakit fisik, tapi hati gue yang sakit *najis banget bahasanya* tapi emang begitulah adanya *pret!*. Gue ini termasuk orang yang selalu butuh waktu lama untuk menyembuhkan luka di hati, maka dari itu gue punya cara-cara sendiri buat menyembuhkan luka itu dan cara-cara yang gue punya itu memang mujarab banget sih, inti dari cara-cara gue itu ya cuma 5, menjauh dari pembuat luka, menenangkan diri sendiri, berdamai dengan hati, menerima semuanya dan pada akhirnya melupakan segalanya dan akhirnya gue sembuh deh. Mihihi. 

Senin, 04 Mei 2015

Details in The Fabric


Akhir-akhir ini keadaan hati gue emang lagi kacau balau, ruwet, dan nggak jelas. Gue lagi kebanyakan overthinking nggak jelas, khawatir, ragu, gusar, gelisah, kalut, marah, kesel, takut, sedih, kangen, semuanya jadi satu. Hampir 2 minggu gue melalui hari kayak gitu mulu. Coba kalo sebulan, udah gila kayaknya gue. 

Sabtu, 02 Mei 2015

Tidak Untuk Ketiga Kalinya

Teringat, ketika aku sudah melangkah cukup jauh. 
Melangkah di keputusanku.
Melangkah setelah aku rapuh. 
Melangkah setelah aku merasa baik-baik saja untuk sendirian. 
Kau datang menyapa lagi. 
Membelokkan langkah dan arah tujuanku.
Menawarkan kisah yang tertunda. 
Lagi. 

Selasa, 28 April 2015

Lagi

Teringat 4 pekan yang lalu
Di tanggal 28 yang sama
Di waktu yang sama
Terdiam dan termenung
Mata yang nanar dan pelipis berkedut karena lelah berpikir
Menghembuskan napas panjang lebih banyak dari biasanya
Hati yang tak tenang dan resah
Semua dalam kesendirian
Rasa itu...
Keraguan, kegusaran, kebimbangan
Menyelimuti sanubari
Pekat..
Sedih..
Kacau..
Tak ada arah..

Sekarang..
Di tanggal 28 yang sama
Detik ini, saat ini juga
Aku memasuki fase yang sama
Lagi....



NBRP
-28 April 2015-

Rabu, 22 April 2015

Mengejar Sunrise di Bukit Sikunir




Pada tanggal 18 April 2015 yang lalu, gue bersama beberapa sahabat gue berkesempatan untuk main ke Bukit Sikunir, Dieng, Wonosobo, Jawa Tengah. Karena udah terlalu lelah dan penat dihujani tugas-tugas yang banyak ngalahin banyaknya fans One Direction *ok, ini lebay*, jadilah gue bersama sahabat-sahabat gue merencanakan untuk menghabiskan waktu libur untuk main ke alam terbuka.

Sabtu, 04 April 2015

Takdir Kita (Part 3)

Baca Takdir Kita Part1&Part2

Kak Sarah mendatangiku lagi setelah aku membuang foto kenanganku bersama Lucky. Ia memasuki kamarku dengan membawa sepiring makan siang untukku.

"Makan dulu, nanti mati lho"  ucap Kak Sarah tanpa dosa dan terkekeh-kekeh. Nampaknya dia berusaha untuk menghiburku.

Aku hanya membalasnya dengan hembusan nafas yang panjang dan tatapan nanar ke arah kakakku satu-satunya ini. Kak Sarah yang melihat kelakuanku pun langsung meletakkan piring makan siangku di meja belajar lalu duduk di sampingku.

"Sebenarnya, apa yang membuat kamu sedih, dek?"

Aku terdiam menyerap pertanyaan dari kakakku ini.

"Aku masih sayang Lucky, kak. Aku masih mencintai dia. Begitu juga dengan perasaannya Lucky kepadaku. Aku yakin dia juga masih menyimpan perasaan itu untukku"

"Seyakin itukah kamu, dek?"

Aku kembali terdiam mendengar pertanyaan dari Kak Sarah.

"Eng...i...iya, kak..."

"Coba deh, kamu inget-inget lagi kenapa hubungan kalian bisa putus? Maaf ya, bukannya kakak membuka luka lamamu, dek"

Putus? Luka lama? Ah, kejadian 3 tahun lalu yang membuat aku dan Lucky harus berpisah. Dadaku berdenyut dan terasa nyeri ketika aku mencoba mengingat apa yang terjadi 3 tahun yang lalu itu. Sakit.

"Aku...menangkap basah Lucky berkali-kali mendekati banyak perempuan, kak. Salah satunya Mika"

"Dan kamu langsung memutuskan hubungan kalian, kan?"

Aku hanya mengangguk pelan menjawab pertanyaan dari Kak Sarah. Aku berupaya untuk menahan rasa sakit di dada. Tak lagi hanya nyeri, tapi juga perih dan pilu. Rasa yang sama seperti 3 tahun yang lalu.

"Lalu sekarang coba kamu lihat bagaimana endingnya Lucky dan Mika, dek? Menikah sih, tapi karena keterpaksaan, kan?"

Sekali lagi aku menangguk pelan, aku belum paham ke mana arah pembicaraan Kak Sarah ini.

"Dari 2 kejadian itu, apa yang bisa kamu petik, dek?"

"Eng...Lucky...Lucky...."

"Iya, Lucky bukan laki-laki baik, dek. Dia bejat."

Deg! Kak Sarah seakan membaca pikiranku. Ya, aku tahu Lucky bukan laki-laki baik. Aku memang sudah tahu Lucky itu seperti apa, sudah sangat tahu.

"Kamu seharusnya bersyukur dek, bisa putus dengan Lucky. Tuhan masih sayang sama kamu dengan mengizinkan hubungan kalian berakhir 3 tahun yang lalu. Kamu pantas mendapatkan lelaki yang lebih baik daripada Lucky."

"Mungkin memang kamu cinta, memang kamu sayang. Tapi lihat apa yang dilakukan Lucky kepadamu? Dia mempermainkan kamu, dia tidak setia, dia terlalu sering menyakiti perasaanmu. Untuk apa kamu mempertahankan dia? Bagaimana kalau kamu sekarang ini di posisinya Mika?"

Aku terhenyak mendengar nasihat dari Kak Sarah. Sebenarnya aku menyadari hal itu semua, tapi aku tidak acuhkan, aku menyangkal semua pemikiranku selama ini atas dasar cinta. Ya, semua aku lakukan atas dasar cinta. Tetapi, mendengar semua nasihat Kak Sarah, pipiku serasa ditampar berulang kali. Aku terlalu bodoh.

"Sudah 3 tahun, dek. Sudah cukuplah kamu mengasihani dirimu sendiri. Sekarang buka hatimu lagi untuk laki-laki lain yang pantas untuk menerima cintamu"

"Sekarang sudah saatnya kamu benar-benar ikhlas memaafkan Lucky dan memaafkan dirimu sendiri. Maafkan semua kelakuan bejat Lucky terhadapmu. Dan maafkan dirimu sendiri karena terlalu larut dalam kesedihan tanpa memikirkan kebahagiaan dirimu sendiri. Maafkan dan ikhlaskan semuanya. Move on, dek, kamu pasti bisa, tinggal bagaimana keputusanmu. Kalo kakak udah ngomong sampe berbusa gini tapi kamu belum ambil keputusan, ya percuma aja, dek. Omongan kakak hanya angin lalu"

"Ambil keputusan yang tepat ya. Nggak haus apa sedih dan galau mulu? Hehehe. Udah segitu aja pesen dari kakak ya. Sekarang kamu makan dulu, gih. Kakak mau keluar dulu sebentar."

"Iya, kak. Makasih buat nasihatnya. Kakakku owsom!"

"Haha ya dong. Eh satu lagi dek pesen kakak"

"Apa, kak?"

"Jatuh cinta boleh, bodoh jangan"  kata Kak Sarah sambil tersenyum lalu meninggalkan aku sendirian di kamar. Aku pun ikut tersenyum mendengar perkataan dari kakakku itu.

Ya, semua nasihat dari Kak Sarah sore ini memang benar-benar menamparku. Selama ini aku memang bodoh, aku lemah, aku tak pernah ambil keputusan yang tepat. Dan aku rasa sekarang inilah waktunya aku benar-benar menghapus Lucky dari kehidupanku. Ingin aku tinggalkan Lucky di belakang, di masa laluku dan tak pernah menengoknya lagi. Cukup sudah 3 tahun aku masih menyimpan perasaan ini untuknya.

Aku bergegas mengambil HP-ku yang terletak di tempat tidur. Aku ingin menghubungi Lucky untuk yang terakhir kalinya. Secepat kilat jari lentikku menari-nari di atas layar HP.

To: Lucky
Lucky, aku mau minta maaf karena tadi sudah menamparmu. Mungkin aku terlalu kecewa, tapi semuanya udah terjadi. Takdir kita memang seperti ini. Selamat ya untuk pernikahanmu dengan Mika nantinya.

To: Rahza
Tidak apa-apa, Ra. Semua memang salahku. Aku terlalu bodoh sudah menyia-nyiakan perempuan cantik seperti kamu. Ya inilah karma yang harus aku terima. Terima kasih ya ucapannya. Besok aku kirim undangan pernikahanku ke rumahmu ya? Mau datang kan?

To: Lucky
Sudah, tak perlu ada yang disesali, lupakan semuanya, buka lembaran baru. Aku usahakan datang ya, Ky.

To: Rahza
Semoga kamu dapat penggantiku yang lebih baik ya, Ra. Oke, aku tunggu kehadiranmu ya, terima kasih. Have a nice day, Ra"

Aku tidak membalas pesan terakhir dari Lucky, aku kembali bimbang dengan undangan ke pernikahannya Lucky. Aku belum yakin dengan jawaban 'Aku usahakan datang ya, Ky'. Aku belum yakin, sudah kuatkah aku melihat Lucky berdampingan dengan wanita lain. Sudah siapkah aku datang ke pernikahan orang yang pernah aku cintai? Sudah siapkah aku untuk move on? Sudah siapkah aku melepaskan Lucky selama-lamanya?

Dan keraguan itu datang menelusup ke dalam hatiku lagi......




*Bersambung ke Part 4*



Sabtu, 28 Maret 2015

Sudah Waktunya

Dalam diam aku terjaga 
Dalam heningnya malam..
Dalam sunyinya gelap..
Sepi dan sendiri..
Tak masalah bagiku
Berapa lama pun, aku tetap akan terjaga
Entah sejak kapan sudah menjadi kegemaranku

Sampai akhirnya aku bercermin 
Memandang sosok yang ada di seberang
Layu, sendu, tak bergairah
Siapa dia?
Bukan seperti sosok yang biasanya 

"Lelah"
Kata sosok di pantulan cermin itu 
Ya, aku tahu
Aku tahu...

Baiklah, aku turuti kemauanmu 
Bagaimana kalau kita beristirahat sejenak
Tutup mata dan tutup semua yang terjadi 
Dan sosok di pantulan cermin itu mengangguk

Aku beranjak
Dinginnya angin malam berhembus 
Seolah menyampaikan pesan
"Jangan! Jangan tidur!"
"Jangan kau tutup dulu mata itu, sudah terlalu jauh" 

Kusimpulkan senyumanku 
Menghembuskan nafas
Dan menggelengkan kepalaku
"Tidak, sudah cukup
Aku lelah 
Sungguh terlalu lelah
Sudah waktunya aku beristirahat...."


NBRP
-28 Maret 2015-

Kamis, 12 Maret 2015

Terima Kasih tvOne!




Tepat pada tanggal 27 Februari 2015 yang lalu, kegiatan magang kerja gue selama 6 bulan di divisi News Investigation tvOne akhirnya selesai. Nggak kerasa waktu berjalan begitu cepet aja padahal gue ngerasanya masih baru sebulan magang di sana. Tau-tau udah selesai aja dan harus meninggalkan Jakarta buat ngelanjutin kuliah lagi di Semarang. :')

Senin, 02 Maret 2015

Jatuh Hati

Lagi pengen mengungkapkan sesuatu lewat lagu yang liriknya pas banget buat gue. Iya, gue lagi mellow-mellow najis gini. Biarkan gue mellow lewat lirik lagu. *tsaelaaahhh*

Senin, 23 Februari 2015

13 Februari 2015


Setelah 14 Februari 2015 kemarin gue bikin postingan tentang idola sepanjang masa gue, Denny Sumargo, sekarang gue mau bikin postingan tentang idola gue yang lain. Para pembaca khilaf setia blog gue pasti tahu siapa idola gue selain Denny Sumargo *berasa banyak yang tau aja* *maap kepedean*. Iya, gue mau bikin postingan tentang Tulus. Blog gue emang lagi kebanyakan cerita tentang mereka berdua nih. Maklum, mumpung gue masih magang di Jakarta, jadi kalo ada kesempatan untuk bisa ketemu 2 idola gue ini ya pasti gue jabanin. Semoga para pembaca khilaf blog gue nggak bosen ya sama cerita-cerita gue tentang idola gue ini. Heuheu.

Sabtu, 14 Februari 2015

#SocmedStory How I Met My Iron Man

Setiap orang mungkin mempunyai idolanya masing-masing. Entah itu seorang aktris, aktor, penyanyi, atlet, penulis, dan sebagainya. Begitu pula dengan diri gue sendiri yang juga memiliki seorang idola yang bener-bener gue kagumi sosoknya. Walaupun sebenernya gue bukan tipe orang yang mudah mengidolakan seseorang, tapi dia, orang yang gue idolakan ini berbeda menurut gue. Beda banget. :))

Rabu, 04 Februari 2015

The Jar Project



Hai, temen-temen! Kalian ini apakah termasuk orang yang suka mencoba sesuatu yang baru di hidup kalian? Suka mecoba sesuatu yang unik dan berbeda dari yang lainnya? Kalo suka, berarti samaan dong sama gue, apa jangan-jangan kita jodoh? *yakeleus*
Kali ini gue pengen sharing tentang project yang menurut gue unik sih. Ya project sederhana buat diri kita sendiri, buat bahan introspeksi diri juga gitu. Namanya The Jar Project. Apa itu The Jar Project?

Senin, 02 Februari 2015

27 Januari 2015



Hae kalian para pembaca khilaf setianya blog gue. Kali ini lagi-lagi gue pengen share cerita tentang pertemuan gue dengan idola. Lagi. Iya lagi, karena ini udah keempat kalinya gue ketemu sama idola kesayangan gue dan lagi-lagi ketemu di acara Gala Premier filmnya dia. Mungkin ada yang udah pernah baca postingan gue tentang Gala Premier film dan idola gue sebelum ini. Semoga yang udah pernah baca nggak bosen ya sama cerita gue tentang idola gue ini. Hehehe. 



Sabtu, 31 Januari 2015

Kopi Susu Warung Blogger Bareng Interspace

@Warung_Blogger
Sabtu, 24 Januari 2015 yang lalu gue berkesempatan untuk dateng ke acara kopi darat yang diadakan oleh Warung Blogger, komunitas blogger yang udah entah berapa lama gue udah bergabung di komunitas ini. Komunitas tempat gue sharing postingan blog gue, komunitas yang membuat blog gue ada pembacanya *yang penting ada dulu, masalah banyak apa enggak belakangan xD*, komunitas blogger yang menurut gue paling asyik *para admin yang baca ini, tolong hidungnya jangan kembang kempis*, dan gue semakin deket sama beberapa anggota dan admin ketika gue bergabung di grup Whatsapp-nya Warung Blogger. Waktu sebelum kopi darat, kami yang ada di grup Whatsapp ini udah saling akrab sih walaupun belum saling ketemu, karena di grup Whatsapp ini kami saling berbagi ilmu, sering diskusi, sering bercanda nggak jelas, nge-bully yang jomblo, dan sebagainya. By the way, gue pernah loh jadi narasumber waktu diskusi tentang 5W+1H, kurang keren apa coba gue ini. Muahaha. Jadi, ketika Warung Blogger bakal bikin kopi darat pada tanggal 24 Januari 2015, anggota Warung Blogger yang ada di grup berusaha untuk dateng semua termasuk gue. Mumpung gue masih di Jakarta juga dan pengen tahu wujud aslinya dari temen-temen yang ada di grup Whatsapp WB ini aslinya kayak apa. Hihi. 

Minggu, 11 Januari 2015

5 Januari 2015


Senin, 5 Januari 2015 yang lalu, itu adalah hari Senin pertama di tahun 2015. Senin pertama setelah libur Tahun Baru. Senin pertama yang malesnya udah sampe tingkat Kabupaten. Senin pertama yang pikirannya di kasur tapi badan di kantor. Senin yang beratlah pokoknya 5 Januari 2015 kemarin itu, seberat rasa rinduku ke kamuuuhh. *Plak* 

Eits, tapi nggak berlaku buat gue dong. Hehehe. Awalnya gue emang kayak yang gue sebutkan di atas. Bangun dari kasur aja magernya kuadrat, apalagi pas perjalanan ke kantor tuh. Rasanya masih pengen di kosan aja leyeh-leyeh daripada ngantor. Tapi ternyata, di luar ekspektasi gue, karena di hari Senin, 5 Januari 2015 itu nggak ada angin, nggak ada hujan, nggak ada badai, nggak ada Dijah Yellow, tiba-tiba gue berkesempatan buat ketemu idola kesayangan gue sepanjang masa, Denny Sumargo, di acara Gala Premier Film Erau Kota Raja. Amazing! Padahal awalnya gue enggak ada rencana sama sekali buat ketemu sama Denny Sumargo. Eh, tiba-tiba dapet kesempatan itu. Puji Tuhan, Halleluyaaah! 

Sabtu, 10 Januari 2015

2014, You Are Awesome! 2015, I'm Ready!

Eeeemm ini sudah tanggal 10 Januari 2015. Nggak kerasa awal tahun udah berjalan selama seminggu lebih aja ya. Dan mungkin agak telat yaa kalo gue membahas tentang tahun baru sekarang ini. Tapi ya mau gimana lagi, balbie cibuk cekayi, cucah cayi waktu buat ngeblog *jijik sendiri* *abaikan* *lagi konslet*. Jadi, gue rasa lebih baik terlambat deh daripada enggak sama sekali. Hehehe. 

Sebenernya cuma pengen mengucap syukur buat tahun 2014 yang udah gue lewatin di blog. Karena tahun 2014 kemarin itu banyak banget berkat,kejadian,pengalaman, pembelajaran yang keren banget buat hidup gue. Jadi pengen mengabadikan itu semua di blog gue. Jadi suatu saat kalo gue udah hidup jauh dari tahun 2014, gue bisa mengingatnya kembali lewat blog gue ini. *etdaaaah* *lagi bener*

Mari gue buat kaleidoskop aja dari bulan Januari-Desember 2014 dan berusaha mengingat semua yang udah gue lewatin di tahun 2014. Dari yang bikin bahagia sampe sedih mengharu biru. Langsung aja deh yok!

Sabtu, 03 Januari 2015

Desember, Jakarta, Tanpa Papa

Hai! Selamat Tahun Baru semua! Siapa pun yang membaca blog gue ini. Semoga tahun 2015 lebih baik daripada tahun 2014 ya!

Untuk mengawali tahun 2015, gue pengen sharing cerita Natalan gue bareng keluarga Desember kemarin. Baru sharing sekarang karena lagi-lagi gue dibuat (sok) sibuk sama kegiatan magang gue. Jadi baru sekarang deh gue bisa sharing untuk para pembaca khilaf setia blog gue ini. 

Puji Tuhan, Natalan kali ini amat sangat berkesan buat gue. Natalan tahun 2014 ini lebih baik daripada Natalan tahun 2013 silam. Kenapa lebih baik? Yaudah deh ah langsung aja gue ceritain yok! :D