Senin, 23 November 2015

Would You Still Love Me The Same?

marxdefault.org



Sebulanan ini, gue lagi sering banget yang namanya badmood dan ke-insecure-an gue terhadap diri sendiri kumat. Mood gue gampang banget berubah setiap saat, setiap malem gue juga tiba-tiba suka cemas berlebihan, takut banyak hal, takut ini, takut itu, yang sebenernya nggak perlu banget gue pikirin juga. Iya, cemas gue berlebihan terutama pada kepercayaan diri gue di hadapan orang banyak, di hadapan siapapun, terutama di hadapan temen-temen gue. Enggak tau kenapa, gue cemas cenderung takut, kalo gue ini belum bisa jadi yang terbaik buat mereka, gue takut kalo gue dibenci, gue takut kalo nggak bisa diterima mereka, gue takut nggak dianggap, gue takut kehilangan mereka, gue takut kehadiran gue itu nggak penting buat mereka, gue takut kalo ada yang ngomongin gue, gue takut kalo ada yang merahasiakan sesuatu dari gue. Gue takut, bener-bener takut. Kalo udah gitu ditambah ada yang nggak berkenan di hadapan gue, yaudah, jatuhnya pasti badmood, dan ngeselinnya gue nggak bisa ngontrolnya. Perasaan kayak gini sebenernya udah gue alami dari dulu sih, gue emang orang yang bermasalah dengan pengendalian mood, cuma makin parah aja semenjak masuk kuliah. Setahun yang lalu sempet pulih dengan escaping myself to Jakarta. Yaa, bahkan gue berantem sama temen-temen gue karena sifat gue yang ‘ajaib’ ini, butuh 1 tahun bahkan lebih untuk gue bisa memulihkan itu semua, butuh 1 tahun bahkan lebih untuk gue bisa kontrol mood dan ngalihin diri buat enggak insecure nggak jelas tiap harinya.


Sampe suatu saat, gue kepentok lagi sama suatu hal dan bikin apa yang udah susah payah gue kontrol selama setahun itu balik lagi. Iya, gue balik lagi susah kontrol mood dan insecure nggak jelas tiap harinya. Karena kepentok itu, bikin dinding kontrol mood gue hancur berantakan, dan gue harus mulai dari nol lagi untuk memperbaikinya. Dan beberapa hari yang lalu gue badmood parah, gue kalo udah badmood pasti diem seribu bahasa dan lebih memilih menghilang dari peredaran daripada keberadaan gue bikin nggak nyaman orang-orang yang ada di sekitar gue. Selain itu, gue menghilang biar gue nggak nyakitin orang dengan kata-kata gue yang keluar dari mulut yang pedesnya ngelebihin Boncabe. Gue lebih memilih menyendiri biar gue bisa lebih tenang dan bisa kontrol mood gue lagi, gue enggak cerita sama siapapun tentang apa yang gue rasain karena kayaknya emang nggak ada yang peduli and no one will understand what I feel when I got mood problem, and finally it turns me to be careless person, I’m lack of sympathy, I’m lack of awareness. Gue nenangin diri sendiri ya paling dengan dengerin lagu, baca buku, internetan, dan berdoa. Dan waktu kemarin gue kusyuk dengerin lagu buat nenangin diri, gue menemukan lagu yang gue banget, lagu yang malah selanjutnya bikin gue mikir, padahal nggak sengaja dengernya. Nih, gue share lirik lagunya, deh.

*If I got locked away
And we lost it all today
Tell me honestly, would you still love me the same?
If I showed you my flaws
If couldn’t be strong
Tell me honestly, would you still love me the same?

(Jika aku dikucilkan
Dan kita kehilangan semuanya hari ini
Katakan padaku sejujurnya, apakah kamu akan tetap mencintaiku?
Jika aku menunjukkan kelemahanku
Jika aku tidak bisa sekuat ini
Katakan padaku sejujurnya, apakah kamu akan tetap mencintaiku?)

Right about now
If I judge for life, man, would you stay by my side?
Or is you gonna say goodbye?
Can you tell me right now?
If I couldn’t buy you the fancy things in life
Shawty, would it be alright
Come on show me that you down

(Mulai saat ini
Jika aku menghakimi hidupku sendiri, akankah kamu tetap berada di sisiku?
Atau kamu akan mengucapkan selamat tinggal?
Bisakah kamu katakan sekarang?
Jika aku tidak bisa membelikanmu banyak hal yang menyenangkan di dunia ini
Sayang, apakah kamu baik-baik saja
Tolong tunjukkan padaku bahwa kamu tidak marah padaku)

# Now tell me would you really ride for me?
Baby tell me would you die for me?
Would you spend your whole life with me?
Would you be there to always hold me down?
Tell me would you really cry for me?
Baby, don’t lie to me
If I didn’t have anything
I wanna know would you stick around?

(Sekarang beritahu aku, maukah kamu tetap bertahan untukku?
Sayang, beritahu aku apakah kamu rela mati untukku?
Maukah kamu menghabiskan sisa hidupmu bersamaku?
Maukah kamu selalu ada untuk mendukungku?
Beritahu aku apakah kamu benar-benar membutuhkanku?
Sayang, jangan berbohong padaku
Jika aku tidak mempunyai apa-apa
Aku ingin tahu, apakah kamu akan tetap berada di sini?)

Back to *

Let’s get it diddly-dong-dong-dong-dang
All I want is somebody real who don’t need much
A girl know that I can trust
To be here when money low
If I did not have nothing else to give but love
Would that even be enough?
Girl me need fi know

(Jangan anggap ini hal yang omong kosong
Semua yang aku inginkan adalah seseorang yang tulus dan tidak butuh banyak hal
Perempuan aku kenal yang bisa dipercaya
Untuk tetap di sini disaat aku tidak punya uang
Jika aku tidak punya apapun lagi untuk diberi selain cinta
Akankah itu saja cukup?
Sayang, aku begitu ingin tahu)

Back to #
Back to *

Tell me, tell me, would you want me?
Tell me, tell me, would you call me?
If you knew I wasn’t ballin’
Cause I need a girl who’s always by my side
Tell me, tell me, do you need me?
Tell me, tell me, do you love me yea?
Or you just trying play me?
Cause I need a girl to hold me down for life

(Beritahu aku, apakah kamu menginginkanku?
Beritahu aku, apakah kamu mau menghubungiku?
Jika saja kamu tahu aku tidaklah kaya
Karena aku butuh seseorang yang selalu ada di sisiku
Beritahu aku, apakah kamu membutuhkanku? 
Beritahu aku, apakah kamu menyayangiku?
Ataukah kamu hanya ingin mencoba bermain-main saja denganku?)

Back to *


Pertama kali dengerin lagu ini sebenernya nggak sengaja karena ada temen gue yang nyanyiin, gue tertarik dan langsung download. Dengerin dulu sekali, ternyata enak banget musiknya, asik buat joget-joget binal gitu. Begitu coba baca dan memahami liriknya, ternyata…kok sedih banget arti lirik lagunya...dan itu gue banget, menceritakan sesuatu yang saat ini gue sedang alami. Seketika gue langsung  mellow begitu tahu arti lirik lagunya ini. Udah mood nggak kekontrol, insecure terus-terusan, ditambah mellow baper sama lagu ini. Elah, Bul.

If I showed you my flaws
If couldn’t be strong
Tell me honestly, would you still love me the same?


Begitu baca lirik ini gue langsung terhenyak *eleh*, gue langsung bertanya-tanya sama diri gue sendiri.

“Ah iyaya, kalo sifat gue gini terus, apa semuanya bakal tetep sayang samague, sama seperti sebelum mereka sifat asli gue kayak gini”

Dang! Gue langsung mikir kayak gitu begitu selesai dengerin lagunya. Gue langsung kepikiran sama moody dan insecure-an gue yang lagi kumat. Apalagi kalo belum pulih banget kayak gini, gue yakin ke depannya gue bakal kumat-kumatan terus sampe kadang gue capek sendiri, bingung sendiri gimana ngontrolnya. Padahal ini semua juga bukan kemauan gue, penginnya ya nggak moody dan insecure-an, tapi ya gimana, udah bawaan dari dulu sih kayak gini. Begitu lagu selesai, gue langsung membayangkan temen-temen gue, kalo mereka tahu segala kekurangan gue, would them still love me the same? Karena sebenernya pun banyak banget hal pribadi yang belum pernah gue ceritain ke siapapun, banyak banget yang gue simpen dari temen-temen gue, banyak banget kekurangan gue yang belum gue tunjukan ke mereka, salah satunya alesan mengapa gue moody dan insecure-an, nggak ada yang tahu itu kecuali gue dan Tuhan. Gue emang sengaja untuk nggak pernah cerita ke siapapun, karena ya itu, gue takut kalo nggak ada yang bakal mengerti apa yang gue rasain, gue nggak mau cerita, karena toh ngerasa nggak ada yang peduli juga sama apa yang gue rasain kan, gue paling males kalo cerita ujung-ujungnya di-judge atau diejek, gue kalo cerita terkadang cuma butuh pendengar yang baik tanpa judging kekurangan gue seenak jidat.

Itu mengapa gue nggak pernah bisa terbuka sama siapapun, gue nggak pernah cerita apapun tentang sedalem-dalemnya diri gue, gue selalu pendem itu semua sendirian, sampe sedewasa ini gue belum siap menerima tanggepan orang lain tentang kekurangan-kekurangan gue. Bukan, bukan gue bermuka dua atau gimana, gue hanya belum menunjukkan diri gue sebenernya, gue belum menunjukkan 100% diri gue ke siapapun, gue yang sekarang ini mungkin baru nunjukin 60% tentang diri gue sendiri kepada orang-orang terdekat, masih banyak hal yang belum mereka ketahui dari diri gue ini. Yaudah deh, terngiang-ngiang teruslah itu pikiran, gimana kalo temen-temen gue tahu kekurangan gue, would them still love me the same? Kalo moody dan insecure-an gue kumat terus, apa mereka mau tetep di samping gue? Kalo gue diem seribu bahasa, apakah mereka bakal peduli sama gue? Kalo gue lebih banyak sifat jelek daripada bagusnya, apakah mereka tetep sayang sama gue? Apakah mereka tetep menerima gue yang adanya emang kayak gini? Apakah mereka mau punya temen kayak gue gini? Apakah mereka tetep mau selalu ada untuk gue? 

Dan, iya, semua pertanyaan di lagu ini sebenernya mempresentasikan isi otak gue, pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak gue, pertanyaan-pertanyaan yang pengin gue tanyakan ke orang-orang terdekat gue, lagu ini bener-bener menyampaikan segala kecemasan yang gue alami. Kemudian setelah bertanya-tanya kayak gitu, muncul ketakutan-ketakutan nggak jelas lagi, gue takut kehilangan mereka, gue takut mereka jenuh ngadepin gue yang kayak gini, gue takut mereka udah males sama gue, gue takut mereka menjauh dari gue, gue takut mereka semua meninggalkan gue, ketakutan itu semua numpuk jadi satu dan gue rasain setiap harinya, walaupun gue tahu ini nggak penting banget buat dipikirin apalagi ditakutin, kadang bukannya semakin berkurang, ketakutannya malah terus bertambah, bertambah, dan bertambah. Iya, lagu ini bukannya menenangkan gue, tapi malah memperparah insecure gue. Bangkek memang Mas Adam Levine sama R.City ini. Hih.

Haaaa….kurang lebih gitulah nggak enaknya jadi seorang Bulan ini nih, seperti yang gue bilang di atas, semua perasaan yang muncul itu bukan mau gue, rasanya semua otomatis dateng dan numpuk di dalem diri gue dan menunggu untuk gue si empunya jiwa dan raga menikmati itu semua dan itu terjadi setiap hari, bayangin aja udah males kan, apalagi gue yang ngalamin dan ngerasain itu semua. Siapa sih yang mau hidup dengan kekurangan seperti itu? Siapa sih yang mau mood-nya bisa berubah drastis tiba-tiba? Yang awalnya bisa ketawa-ketawa, nanti tau-tau berubah ngamuk  sendiri? Siapa sih yang mau insecure-an tiap hari, tiap malem sampe fisik maupun psikis capek? Siapa sih yang mau nahan semua perasaan itu sampe-sampe kepala pusing, badan gemetar dan ngeluarin keringet dingin? Nggak ada kan? Tapi ya dianugerahi Tuhan kayak gini, gue bisanya ya cuma mencoba untuk mengontrol itu semua, pelan-pelan dan seharusnya lingkungan sekitar pun mendukung, ini pun gue juga sedang tahap untuk memulihkan diri gue sendiri lagi, biar selaw kayak dulu lagi, biar selalu positive thinking lagi, biar hidup gue lebih ringan dan menyenangkan lagi. Enggak enak tau punya sifat kayak gini yang dateng dan pergi sesuka hati, emang gue juga nggak ngerasa bersalah dan ngerasa nggak enak sama siapa aja yang udah pernah jadi korban mood swing gue yang parah? Kalo boleh minta sama Tuhan, gue nggak pengin punya sifat kayak gini. Capek. Banget. Hiks.

Baru kali ini gue berani sharing kayak gini di blog, karena sekuat apapun gue, gue tetep butuh wadah untuk mengungkapkan beberapa hal yang meresahkan gue, gue tetep butuh sesuatu yang bisa membuat gue lega walaupun hanya sedikit. Untuk saat ini, gue kembali untuk belajar mengontrol segala kekurangan gue, semoga bisa cepet pulih lagi deh, biar gue lebih asik lagi menikmati kehidupan gue tanpa mood swing dan insecure yang mengganggu aktivitas gue setiap harinya. Gue sedih banget kalo mesti kayak gini terus sebenernya. Sampai detik ini, gue belum bisa memahami diri gue sendiri. Sama sekali. Sedih, ya. :')

I wish I was special, but I’m a creep. Would you still love me the same?



Thank you for reading guys and Godblessya all. 

6 komentar:

  1. Haha, sama banget! Gue juga orangnya moody-an parah dan kalau udah nggak mood ya itu, menghilang dari peredaran. Lagunya emang dalem banget meskipun musiknya kayak fun-fun aja tapi liriknya... beuh, mantap.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ah, thank God I'm not alone :). Iyaa, padahal gue udah joget2 seru, begitu tau arti liriknya langsung buyar semua. x'DD

      Hapus
  2. Gue kira cuma gue yang bermasalah sama moodyan, ternyata Bulan juga.
    Kita sama *toss*

    Ga pernah bisa cerita seutuhnya ke orang lain, terbiasa mendengarkan cerita, jadi ga tau kalo mau cerita ke mana?
    keren Bul tulisannya. kusuka :")

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayaknya hal kayak gitu emang fase-fasenya usia 20-an deh Kak Bel, banyak jg yg ngerasain hal yang sama kayak gini. :')))

      Ah, I feel you, Kak nggak bisa cerita ke orang. Hihi, terima kasih ya, Kak. :DD

      Hapus
  3. Yang kaya gini lagi aku rasain:'v ternyata kita sama!:'v

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan kata-kata yang baik, maka gue juga akan menanggapinya dengan baik. Terima kasih sudah membaca postingan gue dan blogwalking di sini. Terima kasih juga sudah berkomentar. Have a great day, guys! Godblessya!