Minggu, 25 Februari 2018

Untuk Tuan yang Singgah Sejenak

Hai, Tuan...


Akhirnya kita berakhir di sini, ya? 
Iya, di sini, di penghujung jalan yang sebenarnya kita sama-sama berat untuk mengatakannya.
Mungkin memang tidak adil untuk aku yang baru saja membuka hati untuk orang baru lagi. 
Mungkin tidak adil untuk kamu yang terombang-ambing oleh keadaan.
Tapi aku menyadari, ada keunikan yang kamu miliki yang membuat ini terjadi.
Keunikanmu itu yang harus aku pahami dan mengerti. 
Iya, aku lebih suka menyebutnya keunikan dibandingkan kekurangan. 
Karena menurutku, setiap manusia punya sifat uniknya masing-masing.


Jumat, 16 Februari 2018

Film Favorit



Capture YouTube (Sheila On 7 Tv)


Waaaaw, sudah lama sekali gue nggak nulis lirik-lirik lagu favorit gue di sini. Kalo ditelisik, banyak banget tulisan gue yang membahas lirik-lirik lagu yang terselubung curhat di blog ini.

Iya, suka sekali gue nulis lirik-lirik lagu yang lagi sering gue denger atau yang lirik lagunya lagi 'wah gue banget nih!'.

Karena, selain tulisan sendiri yang bisa mengekspresikan diri ini, lirik-lirik lagu itulah yang bisa menggambarkan apa yang gue rasain di saat gue udah kehabisan kata-kata.

Ditambah dengan melodi dari lagu-lagu itu yang bisa banget kayak menyentuh hati gue *njaaay berat*. But seriously, musik kayak udah jadi kebutuhan gue sehari-hari, sih. Musik bisa menyelamatkan diri gue sendiri juga, musik adalah teman di saat tak ada kawan di sisi. Musik itu penting banget buat gue meskipun nggak bisa main alat musik apapun. (Ini rada sirik sih, di antara 3 anak-anaknya Papa Mama, cuma gue doang yang nggak bisa main alat musik. Kzl. -__-")

Ada beberapa tulisan lama gue soal lirik-lirik lagu yang keadaanya gue banget kayak gini, sapa tahu ada yang mau baca lagi, biar visitor blog gue naiklah setelah hampir setahun nggak gue jamah. #yha #hambavisitor. 

Nih, beberapa tulisan gue soal lirik-lirik lagu >>> 'The Age of Worry''Kau Datang Lagi''Hard to Say I'm Sorry', 'Details in The Fabric', 'Jatuh Hati''Tak Pernah Padam', 'Sementara' & 'Jangan Berhenti Mencintaiku'.

Selasa, 13 Februari 2018

Random Thoughts: Tentang Kehilangan

Credit; Quote Ambition



Bulan Februari ini menjadi bulan yang cukup berat buat saya. 

Ha, 2018 baru berjalan sampai Februari, tapi beban hidup rasanya sudah banyak saja. Puji Tuhan. 

Dan tak terasa, saya sudah satu tahun hidup merantau di Solo, mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan impian dan passion saya di sini. Satu tahun sudah. How time flies so fast ya. 

Meski baru satu tahun di sini, sudah banyak sekali cerita dan kenangan yang saya alami di sini. Mulai dari yang menyenangkan sampai menyebalkan. Menyedihkan sampai menyakitkan. Saya rasa semuanya sudah saya rasakan di sini.

Drama politik kantor dan pertemanannya di sini pun juga sudah saya rasakan. Menemukan sosok baru yang mengisi hati saya pun Puji Tuhan juga sudah. 

Namun, dua hal yang sebenarnya saya tidak suka dari perjalanan hidup saya yang tahun ini menginjak usia 25 tahun. 

Saya tidak suka perpisahan. Saya tidak suka kehilangan. Bahkan saya membenci hal itu. Dua hal itu musuh terbesar saya. 

Tapi, sebagai manusia yang bukan pengatur semesta, saya harus memahami dan menerima bahwa dua hal itu adalah hal yang memang harus saya alami, lewati, lalui, rasakan, nikmati. 

Beberapa perpisahan dan kehilangan yang terjadi di Solo ini, membuat saya mengingat kembali perpisahan dan kehilangan terbesar dan terberat yang pernah saya alami selama hidup saya ini.

Senin, 12 Februari 2018

Random Thoughts

Yak, mengawali postingan pertama di tahun 2018 dengan tulisan random hasil dari pikiran yang berkecamuk dan ditulis di sela-sela bekerja karena kepala rasanya sudah mau meledak karena pikiran-pikiran yang ada.

Ditambah saya bete karena headset saya, yang notabene adalah benda terpenting untuk menjauh dan mengacuhkan dunia rusak dan saya terganggu dengan suara-suara lain yang masuk ke telinga dan pikiran saya.

Saya menulis, karena ini cara terbaik saya untuk meluapkan apa yang saya rasakan. Saya payah soal berbicara, bercerita langsung menjelaskan semuanya. 

Melalui tulisanlah saya bebas berekspresi dan mengungkapkan segala sesuatunya secara detail dan merinci. 

Saya bukan pencerita yang baik, itu sebabnya saya lebih suka bercerita melalui tulisan.

Mungkin, itu sebabnya saya lebih suka menjadi pendengar bagi banyak orang dan tidak pernah bisa bercerita seterbuka mungkin kepada siapapun. 

Setiap bercerita, tenggorokan seolah tercekat dan tidak bisa lagi melanjutkan kalimatnya.

Biasanya saya menuliskan keresahan saya di blog ini >> The Fragment of Life, blog yang dikelola bersama sahabat terbaik saya. 

Namun, saya lupa password dan email-nya, terlebih sudah tidak diurus karena kesibukan kami masing-masing.

Okay, apa pikiran yang kali ini mengganggu saya?