Minggu, 31 Desember 2017

Anggap Saja Review: The Greatest Showman

Sumber: 20th Century Fox

Wow, sekian lama gue nggak nge-blog dan nge-review ala-ala film yang gue tonton, yha.

Baiklah, mumpung ada waktu walaupun pekerjaan lagi bangke-bangkenya, gue mau menyempatkan diri mau review ala-ala film yang beberapa waktu lalu gue tonton yaitu, 'The Greatest Showman'.

Sebenarnya, semenjak kerja, gue jadi lebih sering nonton film di bioskop dibanding zaman kuliah dulu. Mungkin karena udah berpenghasilan sendiri dan hiburan paling mudah didapet itu nonton film.

Sepanjang 2017, udah banyak film yang gue tonton tapi nggak semuanya menarik untuk gue review entah kenapa, hingga nonton film ini, rasanya pengin banget buat nge-review-nya.

Padahal 'The Greatest Showman' adalah film yang ditonton tanpa ada keinginan, lho. Tahu film ini aja enggak pada awalnya.

Jadi, waktu natalan kemarin gue pulang kampung kan, dan sebelum hari natal gue menyempatkan diri buat main sama sahabat gue, awalnya cuma makan dan akhirnya malah ngikut dia karaokean sama keluarganya.

Karena roaming sama lagu-lagu keluarganya yang beda generasi, tercetus ide buat nonton film bareng adiknya juga. Hamdallah, dibayarin sama dedek emesh satu itu. Hehe.

Sampai bioskop udah malem sekitar pukul 11an gitu, dan film midnight tinggal 'The Greatest Showman' sama 'Pitch Perfect 3'. Sayang 'Jumanji' sama 'Wonder' ga ada jadwal midnight-nya.

Yaudah pilihan kita tinggal dua itu, awalnya bingung mau nonton yang mana. Kalo nonton 'Pitch Perfect 3' takut nggak worth karena 'Pitch Perfect 2' biasa aja.

Nonton 'The Greatest Showman', nggak tahu itu film apa, yang main siapa, tentang apa. Terus langsung buka IMDb membandingkan rating keduanya.

Oke, 'The Greatest Showman' menang rating dengan nilai 7,6 saat itu sementara 'Pitch Perfect 3' nilainya 6,8. Pilihan langsung jatuh ke 'The Greatest Showman' dan kita langsung beli tiketnya.

Maaf, kami memang sekumpulan manusia random. Yha.

Wadidaw, prolog gue udah kepanjangan cem bikin berita aja nih, yaudah, langsung ke review-an gue aja, yuk. Cekidot!


Senin, 25 September 2017

10 Menit Bertatap Muka dengan Tulus

Abang Tulus kurusan dan senyuman mautnya tak pernah berubah - Dokumen pribadi

Hiyak! Balik lagi gue nge-blog. Uhuy. Mencoba produktif kembali di blog ini setelah hampir setengah tahun absen. 

Selain itu banyak banget momen berharga, menyenangkan, dan tak terlupakan yang sebenarnya sayang banget sih untuk nggak diabadikan dalam tulisan. 

Rabu, 20 September 2017

20 Agustus 2017, There's Something I Can't Forget


Sumber: Teman Tulus



Akhirnya nge-blog! A K H I R N Y A! 

A
K
H
I
R
N
Y
A
!

Setelah sekian bulan nggak menghidupi blog ini dengan tulisan, akhirnya gue ada hasrat untuk nge-blog lagi.

Kasian juga, ini blog udah mau mati suri aja kayaknya. Rasanya, gue udah nggak pantes disebut bloger lagi karena udah membengkalaikan blog gue.


Kamis, 20 April 2017

Anggap Saja Review: Kartini

godleyigh.com


Pada tanggal 16 April 2017 yang lalu, gue berkesempatan untuk menonton film 'Kartini' yang tayang lebih dulu di Kota Solo. 

Penayangan yang lebih awal dari tanggal rilisnya tersebut dibarengi dengan tur promo para cast 'Kartini' di berbagai kota, mulai dari Solo, Jogjakarta, dan Surabaya. 

Dan gue yang saat ini bekerja di Solo, berkesempatan untuk menghadiri acara promo tersebut yang diadakan di The Park Solo Baru Mall. 

Gue excited sama film ini, karena idola sepanjang masa gue selain Tulus, Denny Sumargo mendapatkan peran di film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini. 

Catat, gue cuma alay kalo ketemu Tulus sama Denny Sumargo doang, yang lain mah bodo amat gue, jelas tujuan gue saat itu selain nonton film-nya adalah, pengin ketemu (lagi) sama Koko Glodok kesayangan gue satu itu. 

Tapi sayangnya, waktu Meet and Greet para cast 'Kartini', gue nggak dapet apa-apa saking rame dan enggak jelasnya suara di acara itu. Yaudah, maka postingan kali ini gue lebih fokus me-review film-nya aja dibandingkan tentang acara Meet and Greet-nya. 

Cuslah, gue review film Indonesia keren satu ini! 

Minggu, 19 Februari 2017

Terima Kasih, Tulus..



Minggu, 12 Februari 2017, tepat seminggu yang lalu.. 
Semesta mengizinkanku untuk bertemu denganmu langsung sekali lagi. Tak hanya itu, di hari yang sama, waktuku kuhabiskan 'bersamamu'. Aku senang, bisa punya kesempatan sedekat ini bersamamu dalam satu hari itu. Malam itu, ketika Abang bernyanyi, aku menyadari bahwa aku semakin mengagumimu lebih dan lebih lagi. Abang tidak pernah gagal membuatku kehilangan kata setiap habis menonton aksi panggungmu.. 

Ada hasrat untuk menyampaikan sesuatu padamu, semacam ungkapan terima kasih dan bersyukur, karena aku bisa mengenalmu, bisa menjadi salah satu penikmat karyamu yang indah itu. Cukup lama aku menjadi pengagum dan pendengar lagu-lagumu. Tapi baru kali ini aku ingin mengucapkan semua ini kepadamu. 

Maka, melalui tulisan sederhana ini, izinkan aku sebagai penikmat karya-karyamu, menyampaikan rasa terima kasih yang besar karena kehadiran dan dendangan-dendanganmu yang indah itu. Maaf kalau nanti jadinya agak panjang, ya. Semoga Abang berkenan membaca..


Jumat, 03 Februari 2017

Rindu

Gilak...

Nggak kerasa gue udah vacum nge-blog selama 2 bulan. Kesibukan di pekerjaan lama membuat gue nggak bisa meluangkan waktu sedikitpun untuk menulis di sini. Bloger macam apa sih lo, Bul? #dramadimulai.

Gue mengawali tahun 2017 dengan banyak cerita. Apalagi sejak tanggal 29 Januari 2017, gue sudah resmi merantau di Kota Solo, bekerja di sebuah portal berita online sebagai reporter. Pekerjaan impian gue dari zaman masih SMA akhirnya terwujud. 

Tapi kali ini gue nggak mau menceritakan pekerjaan baru gue saat ini, yang ingin gue bagi kali ini adalah tulisan yang gue buat 2 hari yang lalu saat pelatihan reporter baru di kantor. Tulisan spontan yang gue buat karena merindukan sosok-sosok yang gue sayangi di kota kelahiran. Lain kali gue akan menceritakan pekerjaan baru gue di postingan lain, ya. *kayak ada yang nungguin aja* *yang penting yakin* *yha*

So, here it is... :)

Selasa, 22 November 2016

Rembug Gayeng Bareng Presiden RI Joko Widodo


Siapa sih yang pernah mengira bisa bertemu dan berpapasan langsung dengan orang nomor satu di Indonesia? Membayangkan aja gue nggak pernah, eh, tapi dua tahun yang lalu waktu masih magang di salah satu stasiun televisi swasta nasional pernah berharap bisa ketemu Pak Ahok bahkan Pak Jokowi jika ada kesempatan wawancara dengan beliau-beliau itu. Namun buyar, nggak pernah dapet kesempatan wawancara, karena divisi magang kala itu lebih concern ke berita kriminal daripada politik, jadi yasudah, harapan untuk bisa ketemu Pak Ahok maupun Pak Jokowi sementara harus dikubur terlebih dahulu. Siapa yang menyangka bisa ketemu Presiden Indonesia? Orang gue ketemu Denny Sumargo sama Tulus aja histeris bin alaynya naudzubillah bin zalik, gimana kalo ketemu Presiden? Salto kali ah, gue.