Kamis, 26 April 2018

When Everyone has Gone

Some space at office

Hari ini, semuanya berjalan seperti biasa, ngantor, menyelesaikan target kerjaan, rapat strategi, ketawa-ketiwi sama rekan-rekan di kantor. 

Semuanya tampak biasa aja, sampe pada akhirnya ketika kerjaan udah kelar dan bergegas keluar kantor untuk pulang mengendarai motor menembus dinginnya malam hari di Solo yang sudah tampak sepi, tiba-tiba gue menangis.

Belum ada setengah perjalanan menuju kosan, nggak tahu kenapa air mata ini mengalir saat gue masih berada di atas motor, meski memang sempat mengendarai motor sambil bengong dan pikiran melayang ke mana-mana.

Malam ini, dinding pertahanan gue runtuh lagi, gue kalah lagi sama rasa sedih gue karena........


Sabtu, 07 April 2018

Bandung dan Berdamai dengan Diri Sendiri


Somewhere in Lembang



3 bulan pertama di tahun 2018 penuh dengan hari-hari berat yang mesti gue lewatin dengan kekuatan ekstra dan napas yang lebih panjang daripada biasanya.

3 bulan pertama gue di tahun 2018 benar-benar bikin gue ngos-ngosan dan entahlah, mungkin saat ini gue emang sedang ditempa habis-habisan oleh sang pemilik semesta.

Gue mengalami banyak momen-momen nggak terduga, gue banyak kehilangan orang-orang yang gue sayang, gue juga mulai bosan dengan pekerjaan yang gue rasa gitu-gitu aja, banyak yang resign juga memengaruhi psikis gue untuk ingin ikutan resign pula. Semuanya campur aduk jadi satu. Udah nggak bisa berkata-kata lagi gimana rasanya ngalamin itu semua.

Terlebih lagi ketika gue harus kehilangan sosok yang udah berhasil membuka hati gue lagi setelah sekian lama tapi kemudian pergi, dengan segala omong kosongnya yang bodohnya sempet gue percaya. Hancur? Absolutely yes. 

Dan gue menyadari 3 bulan pertama di tahun 2018 ini adalah masa-masa diri ini berada di titik paling terendah. I lost hope, I lost my self esteem, I feel I lost everything, feel unworthy and unloved.