Jumat, 28 Agustus 2015

Sepi Itu Teman

Rasa yang berbeda, 
di saat aku menutup pintu rumahku..
Hingar bingar dunia..
Tawa canda sahabat-sahabatku..
Beragam kisah dari mereka...
Seketika menghilang
   Sepi...
Dan hanya aku sendiri..
Semua berubah
Gempita yang ada di hati mendadak meredup
Kebahagiaan itu seakan hanya ada di luar sana..

Tersadar, sepi itu ada
Tersadar, aku benar-benar sendirian 
Hanya ada aku dan diriku sendiri ini..
Semua yang ada di luar pintu hanya pelengkap kehidupan..

Yang benar-benar menemaniku adalah kesepianku
Yang benar-benar selalu memahamiku hanyalah kesendirianku..
Ah, sudahlah tak masalah bagiku..
Sepi itu temanku..

28 Agustus 2015
-NBRP-

14 komentar:

  1. Sederhana tapi maknanya dapat, bagus nih mbak :)))

    BalasHapus
  2. Sederhana tapi maknanya dapat, bagus nih mbak :)))

    BalasHapus
  3. Sepi membuat segalanya lebih leluasa, lebih nyaman, awas kecanduan dibuatnya :)

    BalasHapus
  4. Dlm sepi, kta mengenal diri sendiri

    BalasHapus
  5. Sepi nggak berarti sendiri,, aku juga manusia sepi, yang hidup ketika sepi, dan mengembara ketika ramai demi memadati sepi ohohoho

    BalasHapus
  6. puisi ini, kondisiku saat ini, Bul.. bener2 sendiri dan lebih dari sekedar mandiri. ke luar terasa bising dan membosankan, menyendiri terasa menyakitkan..

    BalasHapus
  7. sepi itu kadang bingung mau ngapain,tapi lama kelamaan sepi itu,bisa bikin suatu hal yang gak kepikiran,entah nulis,entah baca,entah kadang2 jadi belajar sendiri akan kesepian tersebut,jadi lebih mikir siapa?kenapa?mengapa? jadi nyari2 sesuatu yang gak mungkin kepikiran disaat keramaian ...jarang orang yang suka sama kesepian/sepi

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan kata-kata yang baik, maka gue juga akan menanggapinya dengan baik. Terima kasih sudah membaca postingan gue dan blogwalking di sini. Terima kasih juga sudah berkomentar. Have a great day, guys! Godblessya!