Jumat, 21 Juni 2013

Tulisan Prestasi


Beberapa minggu yang lalu gue iseng obrak-abrik Facebook gue dan ga sengaja nemu foto diatas ini dan mengingatkan gue pada sebuah acara gede yang pernah gue ikutin waktu gue SD dulu. Tepatnya dulu waktu kelas 5 SD gue sempet ikut Konferensi Anak yang diadakan sama sebuah majalah Bobo dengan tema " Andai Aku jadi Presiden". Gue jadi inget cerpen yang gue kirim ke Bobo buat ikut seleksi jadi delegasi Konferensi Anak ini, cerpen yang simple dan ga nyangka banget bisa kepilih jadi 50 peserta delegasi dari ribuan peserta yang ikut dari seluruh Indonesia. Gue jadi pengen mengabadikan cerpen gue dulu dan cerita gue di acara Konferensi Anak Bobo 2004 di blog gue ini, yah sebagai kenangan indah dan pengingat gue kalo dulu gue pernah ikut acara gede sekeren itu dan ketemu orang-orang luar biasa dan nambah temen dari berbagai daerah di seluruh Indonesia, gue anggep cerpen gue itu 'Tulisan Prestasi' gue :)). Berhubung buku yang isinya cerpen dari ke-50 delegasi punya gue ilang, jadi gue minta tolong sama temen Konferensi gue yang sampe sekarang masih kontak-kontakkan, gue minta tolong buat kirimin cerpen gue lewat e-mail dan Puji Tuhan temen gue yang satu ini ga keberatan dan bersedia buat ngirim cerpen gue. E-mail sudah nyampe dan ini dia tulisan gue waktu gue masih kelas 5 SD yang unyu-unyu dan rupawan, murni dan no edit lho :D


Menjadi Pemimpin Permainan 
 Pada saat pulang sekolah, aku dan teman-teman cewekku berencana bermain bentengan, kami semua ping sut yang kalah menjadi temanku, permainan dimulai, aku maju ke musuhku, aku lari terus dan membunuh temanku yang sedang lengah 
“Mati!” teriakku, sedang asyik-asyiknya main, anak cowok menantang anak cewek 
“Hayo, main bentengan cowok lawan cewek yuk” ajak Edo, aku menetujuinya, setiap kelompok ada 5 anak, aku memilih anak cewek yang gesit dan tidak penakut
“Yang aku pilih, Nezsa , Priska , Vivin , Reissa ” setelah aku memilih kami siap bermain 
“Jangan lupa, aku pemimpinnya ya!” kataku pada teman-teman, semua mengangguk.
Permainan dimulai, aku dan Nezsa maju duluan, aku berbisik 
“Nez, larinya menyilang!” Nezsa pun melaksanakan apa yang kukatakan tadi, haha anak cowok bingung, kami terus lari, tanpa mati 
“Beteng!” teriakku bahwa menandakan kami menang duluan, skor jadi 1-0. Anak cowok mulai membalas anak cewek 
“Hehe, kami akan membalas kalian!” teriak Edo, pemimpin di regu cowok, waduh! Anak cewek kewalahan menangani Edo, bukan hanya gesit, dia juga pandai menghindar dari serangan tangan anak cewek, aku pun kewalahan menghadapinya, dan... 
“Beteng!” teriak Edo, anak cowok yang lain bersorak gembira karena menang, Nezsa merasa sebal 
“Huh baru 1-1 aja sudah gembar-gembor kayak gitu, apa lagi kalau udah menang 100-0? Pasti deh seluruh Semarang berisik! Awas ya, aku akan membalas “Nezsa ngomel-ngomel sendiri, aku Priska, Nezsa yang maju duluan 
“Heh! Sini kalau berani! Maju lawan Nezsa!” teriaknya menantang, regu cowok kaget atas tantangan Nezsa “Ayo! 1 lawan 1 sama aku! Kalau dalam hitungan sepuluh kali enggak ada yang maju, kami regu cewek akan menganggap kalian pengecut mengerti?” hitungan sudah di mulai oleh Nezsa 
“8...9....9 setengah..” regu cowok berunding siapa yang maju
 “Biarkan aku saja yang melawannya, biarpun kalah, ini hanya permainan kok” oooh, ternyata Inda yang maju 
“Sudah siap Nda?” Tanya Nezsa, Inda mengangguk, Nezsa mengerti jawaban itu, lalu ia lari kekanan, Inda mengikutinya 
 “Hei Bulan atau siapa saja majulah! Jangan hanya Nezsa!” kata anak cowok, aku maju, aku lari, Hmm aku dikejar Ricky, aku maju terus ketempat Nezsa dan Inda bertarung,
” Awas Nda!” teriak Ricky memperingati, namun terlambat, aku sudah membunuhnya dari belakang 
“Mati!” teriakku dari belakang 
“ah sial” Inda meratapi 
“Beteng!” Nezsa mendapati karena anak cowok lengah, skor menjadi 2-1, kami lalu melanjutkan pertandingan, aku mundur ke belakang benteng ku aku sembunyi didaun daun 
“Wow, tidak ada yang mengetahuiku!” aku terus sembunyi, setelah melihat anak cowok sedang sibuk membunuh anak cewek, aku keluar dari persembunyiannya, aku membunuh semua cowok yang sedang sibuk membunuh anak cewek 
“Mati, mati, mati, mati” aku dapat 4 anak cowok yang tidak kubunuh, tinggal satu, yaitu Edo! Kami berlima mengepung Edo 
“Wah dikepung nih!” kata Edo , lalu teman-teman lain mengalihkan perhatian, aku memegang beteng dan “Beteng!”, Edo meninggalkan beteng itu, skor jadi 3-1. Pertandingan dilanjutkan lagi, namun sayang banyak anak cowok yang sudah dijemput 
“Kali ini regu cewek menang, tapi selanjutnya tidak akan deh kalian yang menang, “kata Edo, setelah berkata begitu Edo mengacungkan jempol.

Selesai bermain betengan, kami semua minum 
“Untung, pemimpin kita tomboy, kalau enggak kita udah kalah 100-0 nih!” kata Priska bercanda, semua tertawa. Setelah itu kami semua pulang ke rumah.

-----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Unyu banget ga sih ceritanya? Masih asli tulisan seorang anak kelas 5 SD yang polos belum terkontaminasi oleh kejamnya dunia muehehehe. Oh ya, kalo ada kata 'mati' dicerita gue, jangan pernah berpikiran ya, dulu gue waktu SD kalo maen bentengan pake bawa golok atau clurit buat 'bunuh' musuh gue, itu hanya kiasan semata anak-anak SD zaman gue waktu itu, setidaknya masa kecil gue lebih baik daripada anak zaman sekarang yang lebih kenal galau daripada mainan tradisional kayak bentengan gini.#ngok

Iya cerpen ini yang bikin gue lolos jadi delegasi Konferensi Anak Bobo tahun 2004, jadi waktu itu gue baca Bobo dan ada announcement kalo mau bikin Konferensi dan seleksinya itu dengan menulis cerpen yang bertemakan "Pengalamanku Memimpin", gue langsung tertarik dan mulai bikin cerpennya. Gue inget-inget semua pengalaman yang berhubungan tentang memimpin, awalnya gue bingung dan ngerasa kayaknya gue ga ada pengalaman memimpin di sekolah atau dimana aja deh. Gue mikir keras saat itu, keraaas banget, sekeras hati gue saat ngeliat mantan jalan sama cewek lain *beda fokus* *ehem maaf*. 
Abis mikir keras dan melunakkan hati, akhirnya gue milih buat nyeritain apa yang gue alami siang itu di sekolah, ya itu maen bentengan sama temen-temen dan kebetulan emang pas itu gue yang jadi kapten tim cewek, mungkin mereka milih gue karena tampang gue yang mirip preman Pasar Johar, jadi cocok aja gitu jadi kapten tim yang teriak sana teriak sini. Setelah bikin cerpen itu, gue kirim itu cerpen tanpa sepengetahuan Papa dan Mama gue, dan sebenernya waktu itu gue ga berharap buat lolos sih, karena menurut gue cerpennya itu terlalu sederhana, dan emang waktu zaman SD gue lagi suka-sukanya nulis cerpen, suka-sukanya berkarya jadi ga urusan mau lolos apa enggak, yang penting gue bisa berkarya dengan baik. Muehehe. 

3 bulan kemudian, gue inget waktu itu posisinya gue dan Mama gue barusan nyampe rumah setelah jemput gue pulang sekolah, ga lama Mama gue ditelpon dari Jakarta , gue waktu itu sih cuek bebek, pikir gue itu paling pegawai Bank dari Jakarta yang pengen nawarin Mama gue kartu kredit atau sejenisnya. Sampe pada saatnya gue denger percakapan kayak gini 
" Ha? anak saya? ke Jakarta? dalam rangka apa?" dan Mama gue setelah ngomong itu pindah posisi menjauh dari gue, jelas dong gue penasaran apa yang diomongin Mama gue sama si penelepon, kenapa gue harus ke Jakarta? apakah salah gue sampe-sampe gue harus dipindah ke Jakarta? Apakah Jakarta kehabisan stock anak-anak unyu kayak gue gini? Sebuah misteri...hmmmm....
Akhirnya ga lama kemudian Mama balik lagi deketin gue setelah terima telepon itu, gue ga berani tanya dan menunggu Mama gue ngomong. 
" Uyan, kamu pernah kirim cerpen ke Bobo ya?" tanya Mama gue, dan gue jawab dengan melongo, karena jujur waktu itu gue lupa kalo gue sempet kirim cerpen buat ikutan seleksi delegasi Konferensi Anak Bobo itu, abis lumayan lama banget kan dari gue ngirim sampe pengumumannya. 3 bulan bok! capcay deh. -_-
Iya, ternyata yang nelpon Mama gue itu pihak dari Bobo dan menyatakan gue lolos jadi delegasi Konferensi Anak Bobo yang diadain di Jakarta dari tanggal 1-4 Desember 2004. Gue yang melongo tambah melongo aja waktu itu, ga nyangka kalo gue bener-bener kepilih dan mewakili Semarang buat ikut acara itu. Dari beberapa temen SD gue yang ikutan ngirim cerpen, ternyata cuma gue doang yang kepilih jadi delegasi dan itu cukup berhasil bikin temen-temen gue ngiri sama gue muehehehe. Gue izin sama kepala sekolah gue buat berangkat ke Jakarta dan bolos sekolah dulu buat beberapa hari, gue inget banget kepala sekolah gue girang banget waktu gue izin itu, dan Puji Tuhan gue juga dikasih uang saku dari sekolah sebagai bentuk dukungan gue selama di Jakarta :). 

Singkat cerita gue dan Mama gue berangkat ke Jakarta, dan gue mulai ikuti semua acara-acaranya, gue dan Mama gue dipisah di Karantina yang berbeda, Mama gue sekamar sama emak-emak lainnya dan gue sekamar sama delegasi yang lainnya. Sumpah keren-keren deh acaranya, disana gue diajak diskusi bareng sama delegasi-delegasi lainnya tentang angan-angan kita kalo jadi Presiden, iya karena Konferensi tahun itu temanya "Andai Aku jadi Presiden" jadi semua bahan diskusi yang kita bahas itu semuanya berhubungan sama yang namanya Presiden, disana gue ketemu orang-orang hebat kayak sosiolog Imam Prasojo dan Profesor Komaruddin Hidayat sebagai narasumber/ pembimbing kita diskusi. Kita disana disuruh ngeluarin semua ide, aspirasi, kita tentang Presiden dan semua hasil diskusian kita itu semua bakal dijadiin Deklarasi dan bakal dibaca pada saat acara puncaknya Konferensi Anak Bobo ini, dan jujur disana gue merasa jadi tambah pinter karena disana kita diajak untuk menjadi anak yang kritis dalam berpikir, keren banget ga sih ? ;) 

Nii  beberapa foto yang masih kesimpen di www.konferensianak.com

Gue bareng-bareng temen sekamar + kamar sebelah :D

Ini dia 50 delegasi dari penjuru Nusantara :D

Ini diskusi sama psikolog, gue lupa namanya :P
Ini juga diskusi dan gue juga lupa siapa ibu-ibu berjilbab itu :p
Yeah diskusi bareng Prof. Komaruddin Hidayat :D



Yaaak, sebenernya acara selama karantina itu ga cuma diskusi aja sih, ada 1 hari dimana kita full rekreasi ke Ancol dan itu kegiatan yang paling menyenangkan dan paling gue inget selama gue ikut Konferensi Anak Bobo ini muehehe. Iya, kita rekreasi ke Seaworld, makan siang di Pantai Ancol, dan main ke DuFan. Gue juga paling inget dikegiatan ini juga gue sempet dimarahin sama LO gue karena gue ga bisa bertanggung jawab mimpin dan menjaga tim gue waktu di DuFan, iya gue malah keluyuran sendirian tanpa barengan sama tim gue. Bandel sih tapi ga kapok juga muehehe. 
Setelah beberapa hari berdiskusi dan sempet rekreasi, akhirnya sampe deh diacara puncak, yaitu pembacaan deklarasi 'Andai Aku jadi Presiden' yang udah kita buat dan diskusiin bareng.Acara puncaknya diadain di Hotel Sari Pan Pacific Jakarta yang waktu itu gue dan Mama gue keliatan banget noraknya gara-gara waktu itu ke toilet hotel yang keren dan bersih banget ditambah ketemu kayak pelayan apa gimana gitu yang bajunya beneran rapi dan klimis, gue dan Mama gue heran dan berdecak kagum waktu itu :p. Acara puncak itu seharusnya Pak Presiden SBY dateng sebagai tamu undangan, tapi gue lupa kenapa alesan beliau ga bisa dateng dan diwakilkan sama jubirnya yang waktu itu masih Pak Andi Mallarangeng. Setelah Imam Prasojo dan Profesor Komarudin Hidayat, gue ketemu orang penting lagi. Muehehehe.

Ini lagi sambutan kalo ga salah, kalo ga salah....

Deklarasi dibacain deh :))

Dan semuanya kelar, acara selesai kita mulai siap-siap pulang ke daerah masing-masing. Sebelum pulang kita-kita saling tukeran alamat, tukeran barang, tukeran sempak nomer telepon, foto bareng, trus minta tanda tangan semua delegasi di buku cerpen. Gue dapet beberapa barang kenangan tapi sayangnya entah kenapa begitu sampe airport barang itu udah lenyap aja TT.TT dan buku cerpen gue juga ilang gara-gara gue pindahan rumah ditahun 2009 :(. Tapi semua itu tetep ada dikenangan gue, gue ga pernah lupa buat kesempatan indah yang sempet Tuhan kasih buat aku dulu, gue ga pernah lupa kalo gue sempet bikin bangga orang tua dan sekolah gue karena prestasi gue, ini bener-bener pengalaman yang indah buat gue. Dan Konferensi ini juga gue anggep sebagai kado ulang tahun yang indah banget dari Tuhan, walopun ultah gue jatuhnya tanggal 5 Desember, tapi gapapalah kalo pengalaman ini gue anggep kado dari Tuhan, karena jujur aja beberapa bulan sebelum gue ikut acara ini, gue sempet berdoa sama Tuhan, gue minta kalo ulangtahun tahun itu gue pengen banget maen ke DuFan dan naik pesawat lagi, dan puji Tuhan, Tuhan ngabulin permintaan gue malah ngasih yang lebih baik daripada yang gue minta saat itu, Dia kasih lebih berharga buat gue dan ini bisa jadi bahan pembelajaran buat gue kedepannya. :))
Dan Puji Tuhan juga, sampe sekarang gue masih kontak-kontakkan dengan beberapa temen Konferensi gue,  dan sebenernya gue minder karena rata-rata temen Konferensi gue ini kuliah di UI, UNPAD, ITB, pokoknya di Universitas gede dan terkenal, bahkan ada yang kuliah di luar negri. Hehehe rejeki orang emang beda-beda sih yaa. :)). 

Gue bersyukur bisa ngalamin itu semua, dan jadi motivasi lagi buat gue karena saat ini gue juga lagi ikut lomba menulis lagi setelah sekian lama gue ga ikutan lomba tulis menulis karena selepas SD gue udah jarang nulis cerita dan lebih fokus ke basket sampe SMA. Gue harap postingan di tanggal 14 Juni 2013 ini bisa jadi calon Tulisan Prestasi gue yang berikutnya. Gue harap bisa menang karena hadiahnya itu barang yang lagi gue butuhin saat ini, yup laptop, bener-bener butuh banget sama tu barang buat menunjang kuliah gue. Gue pengen bisa dapet/ beli laptop dengan usaha gue sendiri tanpa perlu ngerepotin kakak dan Mama gue. Yeah, wish me luck ya :)). 
Haah, ok deh gue rasa cukup nostalgia gue hari ini, semoga sharingan gue bisa berguna deh ya buat yang baca. Comment terbuka bagi siapapun, atau pengen berbagi cerita juga tentang pengalaman ikutan lomba nulis bisa di comment box yaa!

Thankyou and Godblessya!




Pictures by : My document & website Konferensi Anak Bobo
Special Thanks buat Katakanya Estu Bilaya yang udah mau gue repotin buat nge-E-mail gue :D



4 komentar:

Berkomentarlah dengan kata-kata yang baik, maka gue juga akan menanggapinya dengan baik. Terima kasih sudah membaca postingan gue dan blogwalking di sini. Terima kasih juga sudah berkomentar. Have a great day, guys! Godblessya!