Jumat, 22 Juni 2018

Amnesia





Hingga detik ini, aku menyadari bahwa aku masih belum bisa baik-baik saja setelah perpisahan itu. Perpisahan hampir enam bulan yang lalu, tapi sampai saat ini sosokmu masih menguasai pikiran dan hatiku.

Meski aku tak pernah berniat memikirkanmu.

Meski aku tak pernah berniat untuk mengingatmu lagi.

Kenangan tentangmu selalu datang tanpa peringatan dan solusi.

Bayang-bayangmu masih ada, tersimpan rapi di pikiran dan hatiku, ingin melepaskannya, tapi entah kenapa tidak bisa,





I drove by all the places we used to hang out getting wasted
I thought about our last kiss, how it felt, the way you tasted
And even though your friends tell me you're doing fine


Kota kecil ini penuh dengan kenangan kita, beberapa tempat yang pernah kita singgahi untuk menghabiskan waktu bersama, masih aku ingat dengan baik.

Setiap kali aku melewatinya, aku mengingat kamu yang mungkin sekarang sudah melupakanku atau mungkin sudah menemukan penggantiku.

Are you somewhere feeling lonely even though he's (she's) right beside you?
When he (she) says those words that hurt you, do you read the ones I wrote you?


Aku nggak tahu kenapa, begitu sulit untuk melupakanmu yang meski sudah menyakitiku sedemikian rupa. 

Otak bersikeras untuk melupakan dan meninggalkanmu jauh di belakang, tapi hati tak mau kalah untuk terus selalu mengenangmu, mengingatmu, merasakan lagi sakit yang mati-matian aku coba hindari.

Kupikir aku sudah sembuh dan bisa terbebas darimu.

Kupikir dengan memaafkanmu dan aku pun yang meminta maaf, sosokmu sudah tidak lagi membuatku terjatuh lagi.

Tapi aku salah.

Hanya perihal sekecil kamu hadir lagi meski tak sesignifikan dulu, sosokmu tetap berhasil memporak-porandakan hatiku.

Menghancurkan lagi benteng pertahanan yang susah payah aku buat dan begitu mudah kamu runtuhkan dengan hanya datang 'mengintip'ku.

Aku tahu ini bukan salahmu, ini hanya aku yang memiliki ekspektasi terlalu besar terhadapmu.

Aku dan hati yang rapuh ini yang masih berharap padamu.

Mengapa sesulit ini pergi dari kamu? Sementara kamu terlihat baik-baik di sana.

Sometimes I start to wonder, was it just a lie?
If what we had was real, how could you be fine?
'Cause I'm not fine at all

Dan ya, aku menyadari bahwa aku belum baik-baik saja, atau mungkin aku tak akan pernah baik-baik saja karena kepergianmu.

Bagaimana dengan kamu? Mengapa kamu begitu cepat terlihat baik-baik saja di sana.

Apa perasaan yang kemarin itu hanya sebuah kebohongan?

Apa perasaan yang kemarin itu bukan sesuatu yang sungguh dan nyata darimu?

Kenapa sepertinya hanya aku yang begitu menyayangimu sedalam ini?

Tidak adil. Hatiku selalu memberontak seperti itu. Tidak adil.


I remember the day you told me you were leaving
I remember the make-up running down your face
And the dreams you left behind you didn't need them
Like every single wish we ever made
I wish that I could wake up with amnesia
And forget about the stupid little things
Like the way it felt to fall asleep next to you
And the memories I never can escape
'Cause I'm not fine at all


Dan iya, aku ingat betul bagaimana kamu menyampaikan kalau akan meninggalkan aku dan ketidak sanggupanmu untuk menjaga hubungan ini.

Aku ingat betul, karena saat itulah aku tahu hatiku remuk, hancur berkeping-keping dan seolah entah hilang ke mana. Kecewa dan sakit seketika aku rasakan bersamaan.

Di saat aku kacau, kalut, dan kehilangan pikiran serta bakal kehilangan kamu, kamu masih bisa memarahi aku waktu itu. 

Bisa membayangkan gimana rasanya? Kita sama-sama egois.

Aku juga ingat betul, bagaimana pelukan terakhirku untukmu saat mengantarkanmu pergi.

Aku ingat betul kecupan terakhirmu di dahiku seolah berusaha menenangkanku yang saat itu tak kuasa menahan tangisku.

Dan aku ingal betul, di hari itu juga, hubungan kita semakin memburuk. Kamu marah lagi denganku dan membuatku kembali kecewa serta kehilangan harapan untukmu.

Di hari itu juga, aku mulai berjuang untuk membiasakan diri hidupku tanpa kamu, bertingkah seperti kita tidak saling kenal, seperti orang asing yang tidak pernah bertemu dan kamu tahu itu sungguh menyiksaku.

Hari-hariku setelah kepergianmu aku lalui dengan terus berusaha melupakanmu, merelakanmu, mengikhlaskanmu, yang kusadari sampai sekarang aku belum bisa melakukannya.

Hari-hariku kulalui dengan terus mengingat semua apa yang pernah kita lewati.

Hari-hariku kulalui dengan air mata setiap kali aku teringat segala hal baik dan buruk yang pernah kita bagi.

Hari-hariku kulalui dengan penyesalan karena telah mengenal dan bahkan menyayangimu.

Dadaku selalu sesak tiap kali bayanganmu datang, rindu tak pernah sebrengsek ini, tapi aku merasakannya.

Aku masih merasakan relung hati ini sakit ketika aku mengingat bagaimana caramu memperlakukan dan meninggalkan aku di sini.

Aku benci setiap kali kenangan itu datang kembali.

Aku benci saat menyadari aku belum bisa melupakanmu.

Aku benci saat aku tahu aku masih menyayangi bahkan merindukanmu.

Aku benci bergumul dengan perasaan ini sendirian.

Aku benci ketika harus pura-pura terlihat baik-baik saja di depan teman-temanku.

Semua lagu patah hati seolah tentangmu.

Saat itu juga aku berharap amnesia dan melupakanmu dengan mudah.

Saat itu juga aku berharap kita tidak pernah berjumpa dan saling mengenal.

Dan muncul banyak kata seandainya yang seolah bisa memperbaiki dan mengembalikan ke awal pertemuan kita.

Aku kacau, hancur, rapuh, terluka, dan tersesat.


The pictures that you sent me they're still living in my phone
I'll admit I like to see them, I'll admit I feel alone
And all my friends keep asking why I'm not around
It hurts to know you're happy, yeah, it hurts that you've moved on
It's hard to hear your name when I haven't seen you in so long

Ada beberapa kenangan yang sengaja tidak aku hapus hanya untuk sekadar melihatmu ketika aku merindukanmu di sini.

Teman-temanku yang tidak terlalu dekat, tidak tahu aku sehancur ini. Mereka hanya tahu bahwa aku adalah sosok yang setiap hari terlihat ceria.

Teman-teman dekatku tidak tahu kalau sampai detik ini aku masih sekacau di saat-saat pertama aku kehilanganmu.

Tidak ada yang tahu aku masih kerap menangis sendirian, entah di dalam kamarku atau bahkan saat aku tengah bekerja. Tidak ada yang tahu itu.

Dan ya, cukup menyakitkan melihatmu terlihat baik-baik saja di sana, entah kamu merasakan hal yang sama atau bahkan tidak sama sekali, tapi jauh darimu dan tidak mengetahui kabarmu sama sekali ternyata rasanya seperih ini.

Setiap kali teman-temanku menyebut namamu, aku hanya bisa tersenyum getir.

Tiga tahun yang lalu aku pernah patah hati, tapi tidak sesakit, sekacau, seberantakan seperti yang kamu buat.

Patah hatiku tiga tahun lalu tidak membuatku depresi hingga insomnia parah setiap hari bahkan ada niatan buruk sempat muncul di pikiranku.

Tapi sekuat tenaga aku tidak akan kalah dengan rasa-rasa negatif yang membelengguku.

Memang, adalah bahaya ketika aku sendirian, semua tentangmu bisa datang menyerbuku tanpa ampun dan melemahkanku.


It's like we never happened, was it just a lie?
If what we had was real, how could you be fine?
'Cause I'm not fine at all

Silakan menyebutku berlebihan soal perasaan dan hubungan yang gagal ini.

Silakan menghakimi aku yang masih terus tenggelam dalam luka dan rasa sakit hati ini.

Silakan mencemoohku yang terlihat labil dengan sikap-sikapku saat menghadapimu lagi setelah perpisahan itu.

Silakan menyalahkan aku, karena aku yang terus mengingat kekecewaan yang kamu beri.

Silakan menyesali pertemuan ini dan telah mengenal sosokku yang impulsif dan berapi-api dan juga lemah kalau soal perasaan.

Kamu pikir siapa yang membuatku sampai seperti ini?

Kamu pikir di sini aku tidak berusaha untuk menjauhkanmu dari pikiranku?

Kamu pikir aku tidak mencoba untuk melupakan dan mengenyahkan semuanya?

Kamu pikir aku tidak lelah dengan segala perasaan tak menentu ini? 

Aku bisa membenci dan menyayangimu di saat yang bersamaan dan itu menguras energi.

Kamu pikir aku tidak mau bahagia dan memaafkan diri sendiri karena terus memikirkanmu?

Aku sudah coba semua cara, aku sudah melakukan segala sesuatunya, tapi tetap, selalu celah yang membuatku kembali kepadamu.

Karenamu, aku jadi tahu rasa tidak enaknya membenci sekaligus menyayangi seseorang.

Karenamu, aku kehilangan kepercayaan diriku, merasa tidak pantas dicintai oleh siapapun, dan merasa rendah.

Kamu pikir semua ini mudah untuk aku lalui? 

Kamu pikir aku tidak tersiksa dengan semua perasaan ini?

Aku berbeda dari perempuan yang lainnya, aku memang sosok yang selalu mencintai segala sesuatunya secara mendalam. 

Kurasa kamu salah bermain-main dengan perasaan orang seperti aku ini.


I remember the day you told me you were leaving
I remember the make-up running down your face
And the dreams you left behind you didn't need them
Like every single wish we ever made
I wish that I could wake up with amnesia
And forget about the stupid little things
Like the way it felt to fall asleep next to you
And the memories I never can escape


Bahkan, namamu masih kusebut di setiap doa-doa malamku.

Entah kusebut untuk meminta pada Tuhan agar aku bisa melupakan dan memaafkanmu.

Entah kusebut untuk meminta pada Tuhan agar kamu bahagia meski bukan aku alasannya.

Entah kusebut untuk meminta pada Tuhan untuk menyampaikan rinduku yang besar padamu.

Tetap, namamu masih terus kusebut dalam doa-doaku hingga saat ini.

If today I woke up with you right beside me
Like all of this was just some twisted dream
I'd hold you closer than I ever did before
And you'd never slip away
And you'd never hear me say


Dan kamu boleh menyebutku manusia bodoh dan naif karena masih terus berkutat padamu.

Karena masih melihat dan yakin akan sisi-sisi positif dan kebaikanmu.

Karena masih berharap bisa berteman baik denganmu.

Karena masih berharap bisa memperbaiki ini semua meski tak lagi menjadi pasangan lagi.

Karena masih berharap kita akan baik-baik saja.

Karena masih berharap kamu memikirkan aku di sini.

Yap, semua harapan bodoh untukmu dan tentangmu masih menggantung di atas kepalaku dan doa-doaku.


I remember the day you told me you were leaving
I remember the make-up running down your face
And the dreams you left behind you didn't need them
Like every single wish we ever made
I wish that I could wake up with amnesia
And forget about the stupid little things
Like the way it felt to fall asleep next to you
And the memories I never can escape


Oh ya, mungkin aku lupa berterima kasih padamu.

Terima kasih karena sudah datang lalu pergi begitu saja.

Terima kasih untuk sikap-sikapmu yang mungkin nggak kamu sadari sudah menyakiti aku.

Terima kasih untuk keindahan sesaat namun luka yang permanen ini.

Terima kasih sudah mematahkan hatiku, menghancurkannya, dan menyakitinya sedalam ini.

Terima kasih sudah membuat hidupku yang awalnya tenang jadi berantakan tak karuan.

Terima kasih sudah mengacaukan semuanya.

Terima kasih untuk semua omong kosong yang pernah kamu sampaikan untukku.

Terima kasih untuk trauma yang membekas dan membuatku kehilangan kepercayaan dan menjadi penuh ketakutan untuk memulai hubungan baru.

Terima kasih sudah menjadi bagian kisah hidupku yang paling buruk.

Terima kasih.


'Cause I'm not fine at all
No, I'm really not fine at all
Tell me this is just a dream
'Cause I'm really not fine at all


Karena sampai saat ini, aku masih belum bisa baik-baik saja dan sembuh total dari luka yang sudah kamu torehkan.

Aku belum bisa melupakan semua kekecewaan dan sakit hati yang kamu berikan.

Aku belum bisa benar-benar bisa memaafkan diriku sendiri dan kamu.

Aku masih dalam proses untuk ini semua.

Semoga suatu saat nanti kamu tidak merasakan hal yang sama seperti ini ya.

Semoga suatu saat kita sama-sama menemukan pengganti yang tepat dan berhenti menyakiti orang lain.

Setidaknya, karena kamu, aku berjanji untuk tidak akan menyakiti orang yang tulus menyayangi aku, karena aku tahu betapa sakit dan tidak mudahnya merasakan hal itu dari orang yang kamu sayangi sekali.

Maafkan aku yang masih menyimpan kamu dalam hati dan pikiranku.

Maafkan aku yang tidak sesuai dengan ekspektasimu.

Maafkan aku, kamu harus mengenal sosokku yang seperti ini.

Maafkan aku sudah hadir dalam hidupmu.

Maafkan segala sikap dan perkataanku yang menyakitimu.

Maafkan aku yang tidak sempurna ini.

Maafkan sosokku yang tidak sesuai dengan impianmu.

Maafkan aku dan maafkan dirimu sendiri.

Semoga kita bisa benar-benar saling memaafkan.

Semoga kita sama-sama bisa berdamai dan menemukan kebahagiaan masing-masing di waktu yang tepat nanti.



Wrote this with all of those depression and sadness that hit me so damn hard.
Surakarta, 22 Juni 2018.
NBRP.

*The song belongs to, Amnesia - 5 Second of Summer.


1 komentar:

  1. hmmm, aku iba mbak
    semoga lekas2 dapat yang terbaik ya, yang bisa lebih jelas menemani Mbak Bulan

    💕

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan kata-kata yang baik, maka gue juga akan menanggapinya dengan baik. Terima kasih sudah membaca postingan gue dan blogwalking di sini. Terima kasih juga sudah berkomentar. Have a great day, guys! Godblessya!