Rabu, 12 Oktober 2016

Mblegedhes Ser-Ser on Trip Part 3 : Pantai Cemara Sewu Rasa Private Beach

Hello, whassuupppp?
Baca Part 1 & 2 dulu dong, di sini dan di sono

Haiii! Lanjut lagi ya cerita perjalanan gue bareng Mblegedhes Ser-Ser setelah 2 part udah gue ceritain di postingan sebelumnya. Penasaran kan setelah kita bersembilan seru-seruan bareng di Hutan Pinus Mangunan? Enggak? Oh yaudah. #lhangambeq. 

Oke deh! Sekitar pukul 12:00 siang, setelah MSS puas main, istirahat, sekaligus makan siang di Hutan Pinus Mangunan, perjalanan pun tidak berhenti sampai di situ aja, kita bersembilan melanjutkan perjalanan kita menuju destinasi selanjutnya, yaitu Pantai Cemara Sewu, Bantul. 


Pantai Cemara Sewu itu destinasi yang dipilih secara spontan oleh para bedebah MSS, karena mau menuruti keinginan yang cewek-cewek yang emang pengin banget ke pantai (terutama gue yang butuh vitamin sea). Bermodalkan googling mencari tahu pantai apa aja yang ada di daerah Bantul dan bermodalkan keyakinan kalo pantai itu bagus, maka berangkatlah kita menuju ke Pantai Cemara Sewu. 

Perjalanan menuju ke Pantai Cemara Sewu ini nggak bisa digambarkan dengan kata-kata, karena ada berapa kali kita nyasar, muter balik, dan nanya orang terus, bahkan gue nggak inget kita bersembilan udah menghabiskan waktu berapa lama di jalan untuk sekadar mencapai di Kawasan Parangtritisnya (Pantai Cemara Sewu ada di dalam kawasan Parangtritis). Sempat berhenti juga untuk nungguin Evi ambil uang dan sempat mampir ke SPBU juga karena Mas Rio harus isi bensin untuk motornya. 

Untuk perjalanan menuju Pantai Cemara Sewu ini, gue menggantikan Eres mengendarai motornya, karena dia terlihat capek banget dan akhirnya mengeluh ngantuk begitu gue peka nanyain dia kenapa udah cocok jadi calon pacar kamu belom kalo peka?. Dan bener aja, dia sempet izin mau tidur dulu saat masih setengah perjalanan menuju Kawasan Parangtritis. Gue yang sebenernya juga ngantuk harus tahan-tahanin mata biar bisa fokus ngeliat depan dan ngeliat kendaraan anak-anak biar nggak nyasar sementara Eres udah terlelap di belakang punggung gue. Udah cukup lama perjalanan dengan segala drama nyasarnya, akhirnya kita bersembilan pun sampai di Kawasan Parangtritis. Pada saat masuk gerbang Kawasan Parangtritis, kita bersembilan dimintai tarif masuk per motor Rp.7000,- oleh petugas yang ada siang itu, jadi total kita bersembilan dengan 5 motor, Rp.35.000,-. Setelah membayar, kita bersembilan tinggal mencari lokasi Pantai Cemara Sewu-nya di mana deh! Ihiy. 

Nggak butuh waktu lama buat mencapai ke Pantai Cemara Sewu dari Gerbang Kawasan Parangtritis. Sekitar 15 menit kita bersembilan sudah sampai di Pantai Cemara Sewu. Begitu masuk ke kawasan Pantai Cemara Sewu, gue langsung seneng kegirangan, akhirnya ketemu pantai setelah sekian lama mainnya lebih sering ke gunung. Ketika masuk kawasannya, kita disambut dengan pohon-pohon cemara yang banyak banget dan berdiri dengan gagah dan indahnya di kanan dan kiri kita. Langsung deh kita parkir di tempat yang sudah disediakan dengan tarif Rp.3.000,-/motor. Setelah selesai parkir motor, gue yang kegirangan langsung ganti celana panjang gue jadi celana pendek di toilet yang juga ada di sana. Setelah ganti celana pendek, gue langsung lari-larian cem anak ayam ngejar induknya. 

Begitu sampai di tepi pantainya, jujur aja, gue agak kecewa dengan apa yang gue lihat dengan mata kepala gue sendiri. Gue harus puas dengan main di pantai pasir hitam, padahal gue ngidam dan pengin banget main di pantai pasir putih, semua demi nurutin kemauan cowok-cowok yang mau main di Hutan Pinus, ya jadi mau nggak mau harus ngalah ya, kan. Lagian jarak Hutan Pinus ke pantai-pantai pasir putih di Jogja juga jauh banget. Hiks. Gue yang awalnya semangat jadi langsung mager banget begitu ngeliat pasir pantainya hitam kayak dosa-dosa gue, ditambah air pantainya yang buthek kayak susu coklat, bikin napsu gue main air berkurang. Pada saat itu suasana pantai juga sepi, kayaknya yang ada di sana cuma para bedebah MSS, tukang parkir, tukang jual makanan, dan ada beberapa gelintir manusia yang lagi melakukan foto pre wedding di sana. Pantainya sih emang mengecewakan, tapi ratusan cemara yang ada di pinggir pantai cukup jadi pelipur lara gue yang kecewa dengan pantainya, dan di sana disediakan beberapa hammock dan ayunan yang Instagramable. Yah, siang itu Pantai Cemara Sewu serasa private beach-nya Mblegedhes Ser-Ser.

Natural

Sok candid

Ala-ala (kadarnya)

Karena main ke pantai itu keinginan para cewek, terutama gue, Eres, dan Tiya, akhirnya yang main air di tepian pantai pun cuma kita bertiga, yang lainnya nungguin kita di gazebo yang tersedia di sana. Gue berusaha menghibur diri gue sendiri dengan jalan-jalan ke arah ombak air, kalo ombaknya gede, gue lari-larian lagi cem anak ayam ngejar induknya. Yah, cukup puas main-main airnya, yang penting udah ketemu pantai dulu, deh. Masalah pasir putihnya, entar gue main sendiri sama Eres dan Tiya aja biar lebih puas. Selain gue menghibur diri sendiri dengan main air, tentunya gue foto-foto juga dong di pantainya.  

Private beach, baby!

Naq pantai banget, sis?

Sok candid lagi sis?

Hasil-hasil foto yang gue dapet pun akhirnya juga jadi pelipur lara karena menurut gue pribadi hasilnya bagus, ditambah yang gue fotoin juga kegirangan karena hasil fotonya cantik, gue jadi seneng karena karya gue disukai mereka. Hihi. Tapi, percayalah, apa yang kalian lihat di foto ini, nggak sebagus pantai aslinya yang diliat dengan mata kepala sendiri. Ini namanya the power of lens and the power of take a good picture aja, sih. #lhakepedean. 

Tuh, buthek kan airnya? :(

Mbaknya eksis deh di blog saya.
Saat dirasa foto-foto dan main airnya udah cukup, kita bertiga langsung mendekati parah bedebah MSS lainnya yang masih leyeh-leyeh di gazebo,deh. Karena kita bersembilan mau melanjutkan ke salah satu destinasi yang nggak sengaja kita lihat dan lewati sebelum sampai di Pantai Cemara Sewu. Itu destinasi terakhir yang akan kita kunjungi dan gue berharapnya bakalan lebih seru daripada di Pantai Cemara Sewu ini. Langsung deh dengan berjalan kaki kita menuju destinasi kita yang terakhir itu dan meninggalkan motor di Pantai Cemara Sewu karena jaraknya cukup dekat dan biar nggak boros uang parkir juga. Selesai sudah waktu main-main kita di Pantai Cemara Sewu siang itu. 

Lalu, bagaimana dengan destinasi terakhir kita? Apakah mengecewakan seperti Pantai Cemara Sewu? Emang destinasi terakhirnya apaan, sih? Bagaimana kelanjutan cerita dari perjalanan absurd para bedebah Mblegedhes Ser-Ser ini? Makanya.....

Baca kelanjutannya di part 4 dooongg! >> Sandboarding ala Tony Hawk di Gumuk Pasir Barchan Parangkusumo



Nggak ada foto bareng bersembilan, ini aja ya bonusnya selfie-nya Mbak eksis dan gue yang lagi asoy hammock-an 






Pictures by: My documents. 

6 komentar:

  1. telenovela kalah nih. Hahahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nyinyir aja mele kek ibuk-ibuk. Dibikin satu postingan panjang nyinyir, dibikin pisah per part nyinyir. Maunya apa...

      Hapus

Berkomentarlah dengan kata-kata yang baik, maka gue juga akan menanggapinya dengan baik. Terima kasih sudah membaca postingan gue dan blogwalking di sini. Terima kasih juga sudah berkomentar. Have a great day, guys! Godblessya!