Minggu, 08 Desember 2013

Kehilangan

Kemaren malem, gue iseng bongkar-bongkar diari gue zaman SMA *iye, dulu gue anak diari...* dan nemu puisi-puisi buatan gue di sana. Iya! puisi! Hahaha. Jadi inget dulu kalo gue galau, gue pasti bikin puisi. Dan kali ini, gue pengen mengabadikan salah satu puisi tergalau gue di sini. Semoga nggak pada muntah ya baca puisi buatan gue ini. xD


Kehilangan 

Hari ini..
Sepertiku kehilangan semangatku..
Sepertiku kehilangan nafasku..
Saat aku tahu..kepergianmu..
Saat aku tahu..aku harus kehilanganmu..

Pikiranku membeku..
Hatiku membatu..
Hilang semua apa yang aku pikirkan saat itu..
Hanya ada kamu seorang yang ada di benakku..
Tenggorokanku pun tersekat..
Badan kaku, seakan tak mau bergerak..
Aku hanya bisa bertanya dalam hati..
Kenapa??..

Haruskah aku senang dengan kepergianmu?
Dan merelakan kamu tak ada disetiap mataku memandang?
Haruskah aku senang dengan kehilanganmu?
Atau...haruskah aku bersedih dengan tidak adanya bayang-bayangmu di sekitarku lagi?
Haruskah aku melepaskan keindahanmu yang mampu membuatku tersenyum?
Entahlah..

Semuanya berkecamuk dalam dadaku..
Ya..semua itu..hari ini juga..dan sampai saat ini..
Yang pasti..
Aku akan merindukanmu..
Karena aku tahu..tak akan ada lagi sosokmu..
Yang bisa aku pandang dari jendela kelasku..
Tak ada lagi sosok manis dengan senyuman yang khas..
Yang mampu membuatku ikut tersenyum..
Tak ada lagi sosok yang menemani mata dan pikiranku..
Di saat aku tak mampu berkonsentrasi di dunia nyata..
Tak ada lagi sosokmu yang serius, menatap semua yang ada..
Tak ada lagi kamu..
Yang aku sayang, yang aku kagumi..

Aku hanya bisa mendoakanmu..
Agar kau bahagia di sana..
Tempat yang tak akan pernah aku ketahui di mana keberadaanmu..
Berdoa..
Agar kehidupanmu lebih baik di sana..
Dan aku berharap..
Untuk bisa bertemu dengan kamu..
Meski hanya satu kesempatan yang aku miliki untukku dapat bertemu denganmu..

Jika ini memang kehendak-Nya..
Aku tak mampu melawan..
Aku tak mampu berbuat apa-apa
Biarlah seiring berjalannya waktu ini..
Membantuku untuk merelakan kepergianmu..
Melupakan dan menghilangkan bayangmu dalam pikiranku..

Terima kasih untuk cinta..
Yang bisa aku rasakan untukmu..
Terima kasih untuk kebersamaan dan kenangan yang pernah terukir..
Terima kasih untuk senyuman yang selalu menyemangatiku..
Terima kasih untuk motivasi dan kekuatan..
Yang mampu membuatku berdiri dan bangkit..
Terima kasih untuk kehadiranmu yang mengubah hidupku..
Terima kasih untuk semua hal yang tak mampu aku ungkapkan..
Sudah saatnya aku membuka lembaran baru di hatiku..
Membuka kisah cinta yang baru..
Meskipun itu bukan kamu..

Selamanya, aku menyayangimu..
Selamanya, aku mengagumimu..
Selamanya, aku bersyukur dengan hadirmu di hidupku..
Selamanya, aku tak akan pernah bisa mengungkapkan perasaanku padamu..
Tapi, selamanya juga hati ini memilikimu..
Tak akan mudah terhapus dirimu dalam memoriku..
Terima kasih untuk semuanya..
Sampai bertemu lagi..
YW

4 Januari 2012
Natalia Bulan Retno Palupi

Gimanaaa?? menye-menye banget nggak sih puisi buatan gue ini? hahaha. Waktu kemaren gue baca puisi ini lagi, gue juga heran, kok bisa gue bikin puisi galau kayak gini. Gue bingung, ini gue makan apaan kok bisa se-mellow ini bikin puisi, entahlah lah ya, mungkin kekuatan galau itu bisa mengubah seseorang 180 derajat dari aslinya #halah. Ish, jadi inget, ini puisi gue bikin buat seseorang yang saat itu gue sayang banget, dan sekarang ini gue udah nggak tahu di mana keberadaannya. :)

Okek, dari puisi ini, gue jadi semangat lagi untuk bikin puisi lagi di lain waktu. Yaah, gue tahu puisi ini juga nggak bagus-bagus amat, toh ini dulu gue bikin cuma untuk melepaskan rasa galau gue. Ditambah ini puisi, gue bikin di zaman gue masih labil-labilnya sebagai anak SMA. Hehehe. Gue harus belajar lebih lagi untuk membuat puisi yang lebih bagus lagi daripada ini. Lain waktu, gue akan bikin puisi lagi ah di sini. Hehehe.

Gue cukupkan postingan gue kali ini, gue emang cuma pengen share dan mengabadikan puisi gue ini di blog. Terima kasih udah pada mau baca. Sekali lagi, gue berharap enggak ada yang pusing-pusing bahkan muntah abis baca puisi buatan gue ini. Syukur-syukur deh kalo ada yang suka. :))

Thankyou and Godblessya all! :)



10 komentar:

  1. Mellow sih, tapi bagus *ambil tisu* ._.

    BalasHapus
  2. Hmmm... ini critanya hbis ditinggal ama caparnya ya... hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan. Orang yang disayang belom tentu pacar kan. :)

      Hapus
  3. Makna puisinya dalem banget...
    kalo bukan buat pacar pasti buat alm. bokap y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih :).
      Eemm, bisa jadi sih, tp bukan juga. Hehe :D

      Hapus
  4. Mantafffffffffffffffffffffff . .
    :D:D
    salam kenal ;)

    BalasHapus
  5. Makjleb banget puisi nya, kayak nya mantan terindah nich hua hua hua #melipir

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan kata-kata yang baik, maka gue juga akan menanggapinya dengan baik. Terima kasih sudah membaca postingan gue dan blogwalking di sini. Terima kasih juga sudah berkomentar. Have a great day, guys! Godblessya!