Jumat, 02 Agustus 2013

Selamat Ulang Tahun, Papa..

Hai Pa, apa kabarnya di sana? baik-baik aja kan? sama, aku di dunia juga baik-baik aja keadaannya. Ga kerasa ya hampir 6 tahun lamanya kepergianmu, dan ga kerasa juga ini tanggal 2 Agustus yang ke-5 yang kita lewatkan tanpa kebersamaan dan canda tawa yang hangat di rumah bersama keluarga. Siapa sangka sih, tanggal 2 Agustus 2007 itu bakal jadi hari bahagiamu yang terakhir, yang Tuhan izinkan untuk kita rayakan bareng-bareng di dunia? dan siapa sangka, 2 bulan setelah hari bahagiamu yang terakhir itu Tuhan berkehendak memanggil Papa ke sisi-Nya?. 
Semua terjadi begitu aja dan sangat cepat. Entah apa yang sedang Tuhan rencanakan dalam hidupku sehingga Tuhan mempercayai aku untuk hidup tanpamu, Pa. Awalnya memang berat, bahkan awalnya aku marah, pada semuanya, pada keadaan, pada keluarga, bahkan pada Tuhan. Aku ga bisa terima kepergianmu, terlalu berat, terlalu cepat dan terlalu menyakitkan buatku. Sampai pada akhirnya aku memahami apa yang mau Tuhan kerjakan dalam hidupku lewat kepergianmu, mungkin Tuhan sudah merasa ini sudah waktu yang tepat untuk aku bisa menghadapi dunia yang ternyata keras, menghadapi hidup yang ternyata tak semudah yang aku bayangkan selama ini tanpa sosok dan cinta kasih Papa di sisiku. Ya, tak akan lagi aku bisa bermanja-manja padamu, tak akan ada lagi rengekkan-rengekkanku yang menyebalkan menuntut untuk dituruti Papa, tak akan ada lagi kenyamanan duniawi yang selalu kau berikan untukku. Aku harus berjuang sendiri menjalani hidup, aku harus mandiri dan menjadi sosok yang lebih kuat, lebih tegar, lebih dewasa, menjadi manusia yang lebih baik dan berguna bagi orang lain. Meskipun tanpa kehadiranmu...



Tahun demi tahun, aku lalui hari-hariku tanpa kehadiranmu. Terus membiasakan diri untuk melakukan segala hal tanpamu, aku bisa melakukannya Pa, walaupun terasa amat sangat berat. Memang menyakitkan dimana ada kebiasaan yang selalu kita lakukan bersama, sekarang sudah ga bisa kita lakukan lagi. Semua hanya tinggal kenangan, kenangan yang akan terus membekas dalam hati dan pikiranku, kenangan yang membuatku  terus dan terus merindukanmu. Selamanya seperti itu. 
Masih kuingat senyumanmu yang selalu meneduhkan, masih kuingat semua nasihat-nasihat yang selalu kau sampaikan padaku, masih kuingat semua kesukaanmu, hobi-hobimu, segala kebiasaanmu, hal-hal yang ga Papa sukai, masih kuingat semua cinta dan pengorbananmu pada keluarga, dan segala kemarahanmu. Semuanya masih kuingat Pa, dengan jelas dan detail, tak ada kenangan kita yang terluput dari ingatanku, semua tentang Papa, ya semua tentangmu...
Setiap hari, setiap saat, tak pernah aku lewati tanpa sedetikpun tak merindukanmu. Aku selalu berbisik dan menitipkan kerinduanku ini pada Tuhan dan berharap engkau mengetahui semua kerinduan yang berkecamuk dalam hatiku. Aku masih dan selalu menangis tiap mengingatmu, mengenang semua kenangan dan kisah yang pernah kita lewati bersama. Aku selalu tak kuasa menahan kesedihanku setiap aku mendengarkan lagu-lagu bertemakan Ayah, lagu-lagu bertemakan kerinduan seorang anak pada Ayah tercintanya. Aku tak bisa menahan rasa sakit dan sesak di dada ketika aku melihat anak-anak lain tertawa dengan Ayahnya, melewati hari penuh sukacita dan kebahagiaan. Aku rindu, ya Pa...aku merindukanmu, dan selalu berharap, ketika aku mulai mengingat dan menangisimu, Papa datang di hadapanku, menenangkanku, memberitahu dan meyakinkan aku bahwa Papa akan selalu ada buat aku, dan memelukku dengan lembut dan penuh kasih sayang, memelukku sampai tertumpah habis rasa rinduku padamu. Tapi, Papa tak pernah datang lagi, Papa tak pernah hadir lagi di hidupku, Papa tak ada lagi di sisiku, tak bisa lagi kulihat senyuman manismu itu. Sakit Pa, tapi selalu aku mencoba menerima ini semua, aku tahu, aku dan Papa sudah beda dunia, tapi setidaknya aku sadar, aku yakin kalau jiwa Papa akan selalu ada di hatiku, selalu ada di pikiranku. Yah, biarkanlah kerinduanku ini tak bertuan, dan akan terus menjadi-jadi sehingga pada saatnya aku ga bakal kuat menahan itu semua, aku akan hanya bisa menangis, menangis, dan menangis. Maafkan aku yang belum bisa kuat menerima kehilanganmu, maafkan aku yang masih cengeng dan belum bisa menjadi kuat dan tegar seperti apa yang Papa mau, maaf, maafkan aku. Itu semua terjadi padaku karena aku terlalu mencintai dan merindukan kehadiranmu Pa...

Tapi, karena hari ini hari bahagiamu, ga sepantasnya aku bersedih ya kan, Pa? aku percaya Papa udah enak dan bahagia di sana. Aku percaya, Papa masih selalu memantau aku di manapun dan kapanpun aku berada. Aku percaya Papa bisa selalu tersenyum melihat aku yang masih berjuang menjalani hidupku ini. Aku percaya Papa juga bangga dengan apapun yang sudah aku lakukan di dunia ini, sama seperti aku yang selalu bangga dengan caramu membesarkan, menyayangi, mengasihi, mencintai, aku. Terimakasih karena sudah menjadi Papa yang baik buat aku dan kakak-kakak, Papa yang selalu melindungi anak-anaknya, Papa yang selalu bertanggung jawab mencukupi kebutuhan keluarganya, Papa yang selalu mendengarkan keinginan dan keluh kesah anak-anaknya, Papa yang selalu berkorban untuk anak-anaknya, Papa yang selalu berusaha hadir dan menemani keluarga sekalipun disibukkan dengan segala pekerjaan Papa yang berat, Papa yang selalu berusaha membahagiakan keluarganya, Papa yang terbaik dari semua Papa yang ada di dunia ini. Aku bangga punya Ayah seperti Papa, aku bahagia sempat dibesarkan dan dicintai sepenuh hati oleh Papa. Terimakasih untuk semuanya yang udah Papa curahkan padaku, terimakasih untuk semua hal yang belum aku sempatkan untuk berterimakasih langsung padamu. Papa itu luar biasa, Papa itu pahlawan dan cinta pertamaku di dunia, Papa itu segala-galanya, Terimakasih Papa, dengarkanlah aku, sekali ini aja..
Baiklah, sekarang saatnya giliranku yang membuat Papa bangga atas segala hal yang akan aku raih nantinya, membuat Papa bangga mempunyai seorang anak yang bisa mengukir prestasi dan menjadi orang yang berguna bagi orang lain. Pa, doakan aku supaya agar aku bisa meraih semua apa yang aku impikan, semua yang aku cita-citakan. Doakan aku agar aku bisa menjaga dan membahagiakan Mama, satu-satunya orang terdekat dan aku cintai saat ini, yang sampai saat ini masih terus mendampingi dan mencintaiku, cukup Papa aja yang belum bisa melihatku sukses secara langsung. Doakan aku agar aku menjadi berkat bagi orang lain. Doakan aku agar bisa selalu bahagia di sini, di dunia yang fana ini. Doakan aku agar aku bisa menjadi apa yang Papa mau...
Selamat ulang tahun Papa, bahagia selalu di sana bersama Tuhan dan malaikat-malaikat-Nya ya. Tetap memantau aku dan apa yang akan aku kerjakan nantinya. Tetap ada di hati dan sekitarku untuk terus menjagai dan melindungi aku. Tetap menjadi Papa yang membanggakan untukku dan keluarga. Tetap menjadi Papa yang selalu mengingatkan aku untuk terus berjuang meraih semua mimpi dan cita-citaku, jangan pernah kuatir dengan keadaanku di dunia, aku punya keluarga, teman-teman, sahabat dan Tuhan yang luar biasa, yang selalu siap dan setia untuk menolong dan menopang aku kok Pa. Yang terakhir, selama-lamanya sampai Tuhan mempertemukan kita lagi, Papa tetap menjadi Ayah yang paling dan amat sangat aku cintai...I'm here, ready to make you proud of me..I will..I promise Dad... :))

Sekali lagi, SELAMAT ULANG TAHUN PAPA! :* 
Love, Miss, Hug, Kiss, from me, your beloved daughter. 
See you in the different universe, Dad.
Xoxoxoxoxo...... :'))


Picture by : My Document

6 komentar:

  1. selamat ulang tahun buat papanya yah mbak
    semoga beliau diberi tempat yang layak disana :)

    BalasHapus
  2. Your dad must be proud of u. :') Semoga secepatnya bisa wujudin impiannya ya, aamiin. salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hope so :))
      amiiin, makasih doanya, salam kenal juga ;)

      Hapus
  3. Don't give up! ('o')9
    You have to make your dad proud.

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan kata-kata yang baik, maka gue juga akan menanggapinya dengan baik. Terima kasih sudah membaca postingan gue dan blogwalking di sini. Terima kasih juga sudah berkomentar. Have a great day, guys! Godblessya!