Minggu, 19 Februari 2017

Terima Kasih, Tulus..



Minggu, 12 Februari 2017, tepat seminggu yang lalu.. 
Semesta mengizinkanku untuk bertemu denganmu langsung sekali lagi. Tak hanya itu, di hari yang sama, waktuku kuhabiskan 'bersamamu'. Aku senang, bisa punya kesempatan sedekat ini bersamamu dalam satu hari itu. Malam itu, ketika Abang bernyanyi, aku menyadari bahwa aku semakin mengagumimu lebih dan lebih lagi. Abang tidak pernah gagal membuatku kehilangan kata setiap habis menonton aksi panggungmu.. 

Ada hasrat untuk menyampaikan sesuatu padamu, semacam ungkapan terima kasih dan bersyukur, karena aku bisa mengenalmu, bisa menjadi salah satu penikmat karyamu yang indah itu. Cukup lama aku menjadi pengagum dan pendengar lagu-lagumu. Tapi baru kali ini aku ingin mengucapkan semua ini kepadamu. 

Maka, melalui tulisan sederhana ini, izinkan aku sebagai penikmat karya-karyamu, menyampaikan rasa terima kasih yang besar karena kehadiran dan dendangan-dendanganmu yang indah itu. Maaf kalau nanti jadinya agak panjang, ya. Semoga Abang berkenan membaca..



Desember 2013, 
Aku sangat ingat saat pertama kali aku mendengar lagumu. Kala itu, saat di dalam mobil bersama teman-teman organisasi, tidak sengaja aku mendengarkan lagu yang menurutku saat unik. Terutama di liriknya, lalu musiknya. "Diorama" judul lagu itu, lagu karya seorang Tulus yang paling pertama kali aku dengarkan. 

Judul dan nama penyanyi yang unik, aku suka, beda dari yang lainnya. Kemudian aku terus mencari tahu tentang Abang lebih banyak lagi. Semakin aku banyak mencari, semakin banyak aku dapat semua hal tentangmu. Aku dengarkan dan nikmati semua karya-karyamu, semakin kudibuatnya jatuh cinta. Aku jatuh cinta semakin dalam dengan lagu-lagumu, dengan lirik-lirik tak biasamu, dan nada-nada yang menenangkan jiwa. 

Rasanya, semua lagu-lagumu itu menjadi bagian dalam hidupku, yang menemani ke mana pun aku pergi, suaramu menjadi kawan di kesendirianku, lirik-lirikmu penuh makna yang tak jarang sesuai dengan keadaanku saat itu. Lagu-lagumu selalu menguatkan dan menenangkanku. Bahkan, karena lagumu, aku bisa menjadi seorang Bulan yang sekarang ini. 

Abang Tulus, terima kasih sudah berkarya, terima kasih sudah bernyanyi, terima kasih karena sudah hadir di hidupku, terima kasih untuk suara dan lagu-lagumu yang sudah Abang perdengarkan semuanya


Terima kasih untuk ''Merdu Untukmu", karena serasa dinyanyikan Abang langsung kalau aku dengarkan saat capek dan letih..

Terima kasih untuk "Teman Pesta", lagu ini mengajarkanku untuk bisa jadi 'Teman Pesta' buat seseorang atau siapapun yang merasa kesepian. Karena aku memang suka melihat orang lain senang dan bahagia.

Terima kasih untuk "Kisah Sebentar", musiknya yang catchy dan liriknya yang ngena, pas banget buat jadi bahan sindiran. Hahaha. :p 

Terima kasih untuk "Jatuh Cinta", caramu mendefinisikan perasaanmu itu elegan bangetlah melalui lagu ini, Bang. 

Terima kasih untuk "Sewindu", lirik paling aku suka di lagu ini, "Jujur memang sakit di hati, bila kini nyatanya engkau memilih dia, tak' kan lagi ku sebodoh ini, larut di dalam angan, angan tanpa tujuan", terima kasih sekali, aku pernah mengalami momen seperti itu, tapi aku belajar untuk kuat, dan aku bisa perlahan menguatkan diriku pelan-pelan karena lagumu ini. :) 

Terima kasih untuk "Diorama", terima kasih sudah menjadi lagu paling pertama dari sekian karya-karyamu dan membuatku jatuh cinta sama Abang lebih dan lebih lagi. 

Terima kasih untuk "Tuan Nona Kesepian", salah satu lagu favorit di album pertamamu ini. Lagu yang menyadarkanku bahwa aku telah keliru menyayangi seseorang. Yang jelas, lagu ini nyentil aku bangetlah. 

Terima kasih untuk "Teman Hidup", lagu paling syahdu di album ini, lagu yang punya jutaan makna untuk seseorang yang kita sayangi, begitu dalam dan tulusnya lirik lagu ini benar-benar menggambarkan perasaan kita untuk yang tersayang. Lagu ini pun menjadi lagu yang aku inginkan ada saat hari pernikahanku nanti. 



Terima kasih untuk "Baru", lagu asyik buat melawan orang-orang yang pernah meremehkan kita, ini lagu menguatkan banget. 

Terima kasih untuk, "Bumerang", sebelumnya sudah dikuatkan dengan "Sewindu", adanya lagu ini dan melihat seseorang tersebut akhirnya kena karma, rasanya cocok banget nyanyiin lagu ini di depan mukanya persis. Terima kasih, terima kasih sekali! :D 

Terima kasih untuk "Bunga Tidur", satu-satunya lagu Abang yang sampe sekarang aku belum dapat makna dan pesan di balik lagunya. Nggak tahu kenapa, lirik yang dipakai pun susah untuk diartikan. 

Terima kasih untuk "Sepatu", analogi mu soal perbedaan kok keren banget sih, Bang. Mana menyentuh banget untuk kaum-kaum LDR (Long Distance Religionship) lagi. :') 

Terima kasih untuk "Tanggal Merah", lagu yang sebenarnya cuma menjelaskan tentang hari libur tapi  dijabarkan dengan lirik lagu yang benar-benar tidak biasa dan asing di kuping. Kamu jenius, Bang! 

Terima kasih untuk "Gajah", terima kasih sekali untuk lagu ini! Lagu ini, kita bisa lebih mengenalmu, kita jadi tahu bahwa masa kecil Abang pernah di-bully, pernah diremehkan, dan Abang bisa membuktikan ejekan mereka salah ya, Bang. Salut, 

Terima kasih untuk "Lagu Untuk Matahari", lagi-lagi aku dikuatkan lagumu, Bang. Di saat aku mental  breakdown, di saat aku merasa nggak punya siapapun yang mengerti aku, lagu ini hadir menemani, seakan Abang yang langsung memberikan pesan untukku agar selalu kuat menghadapi masalah yang ada. Terima kasih sekali. 

Terima kasih untuk "Satu Hari di Bulan Juni", sama seperti Abang yang menggambarkan lagu ini sebagai ungkapan sayangnya untuk ibu. Akupun juga begitu, lagu ini begitu sempurna menggambarkan ibuku juga, Bang. :) 

Terima kasih untuk "Jangan Cintai Aku Apa Adanya", terima kasih banget, banget, banget buat lagu ini. Menyadarkan aku, bahwa masih ada lelaki di dunia ini yang bersedia di'tuntut' untuk menjadi sosok yang lebih baik lagi. 


Terima kasih untuk "Pamit", ini lagu yang makin dan makin membuatku kagum padamu, Bang. Musikalitasmu makin beragam, lirikmu makin indah, dan makin, makin, makin ngena di hati. 

Terima kasih untuk "Ruang Sendiri" ini lagu yang punya cara asyik biar pasangan nggak posesif, ya? Hahaha. 

Terima kasih untuk "Cahaya", terima kasih sekaliiiii! Ini lagu paling favorit di Album Monokrom. Lagunya syahdu dan lagu ini menggambarkan sahabat-sahabat terdekatku. Setiap aku mendengar lagu ini, aku otomatis tersenyum dan mengingat mereka. Kalau aku capek, aku lelah dengan kehidupan, aku penat, aku rindu mereka, aku jauh dari mereka, lagu ini bisa mengobati segala kerisauan yang aku sebut tadi, Kadang bisa netesin air mata dengerin lagu ini dalam kondisi rindu banget sama sahabat-sahabatku itu, bagian lirik yang paling aku suka "Tak mudah lagi, sendu mengganggu, kau tahu cara buatku tertawa. Tak mudah kusut, dalam kemelut, kau tahu cara mengurai semua". :') 

Terima kasih untuk "Monokrom", ketika Abang menjelaskan makna lagu ini dan tertuju untuk siapa, aku merasa menjadi bagiannya, Bang. Terima kasih karena sudah mengucapkan terima kasih kepada kita semua para penikmat lagumu. Merasa kehadiran aku dan mereka dianggap sama Abang. :) 

Terima kasih untuk "Langit Abu-Abu", entah kenapa, di antara semua lagu yang ada di Album Monokrom, cara menyanyimu di lagu ini yang paling emosional dan pake hati banget. Aku kayak merasakan gimana rasa sakitnya ditinggal orang yang paling kita sayang. Duh. 

Terima kasih untuk "Manusia Kuat", ini lagu keren banget! Terima kasih karena sekali lagi Abang menguatkan aku. Apalagi soal mengejar mimpi, duh, aku sekarang dalam proses itu, kemudian lagu ini hadir. Semacam vitamin tambahan buat aku, Bang. Liriknya juga itu loh, menguatkan banget, ya. 

Terima kasih untuk "Mahakarya", kalau lagu ini ngajakin banget ya buat terus berkarya? Terima kasih Abang untuk ajakanmu agar selalu menjadi orang yang berguna. :) 

Terima kasih untuk "Lekas", lagu kesekian yang tujuannya buat menyemangati dan menguatkan orang ya, Bang. Terima kasih karena lagu-lagumu mengajarkan aku untuk tidak menjadi sosok yang manja, sosok yang lembek, karena dunia tidak peduli itu, ya? 

Terima kasih untuk "Tergila-gila", lagunya asyik banget sih ini, musiknya menggambarkan banget seseorang yang lagi dimabuk asmara. Ceilah. 

Terima kasih untuk "Tukar Jiwa", Bang....baca isi hatiku, ya? Ini lagu terutama liriknya kok menggambarkan aku banget yang belum bisa menyampaikan perasaanku ke seseorang karena...karena...ya nggak bisa mengungkapkannya... :')

Terima kasih, terima kasih sekali buat karya-karyamu yang indah banget buat aku, Bang. Terima kasih untuk setiap lagumu yang selalu pas sama kondisiku, terima kasih karena lagu-lagumu selalu menemani sampai detik ini. Tak hanya lagu-lagumu, aku juga berterima kasih untuk setiap kesempatan kita bertemu. 

13 Februari 2015 



Ingat pernah menanda tangani ID card ini waktu acara Meet and Greet yang diadakan Global Tv di Rolling Stone Cafe, Jakarta? Itu aku, Bang. Kalau Abang nggak ingat, ya ini aku ingatkan lagi kalau ada penggemar gilamu yang pernah minta tanda tangan di ID card magang. Hahaha. 

Hari itu menjadi pengalaman pertamaku bertemu tatap muka langsung sama Abang. Pengalaman pertama yang berhasil bikin aku grogi nggak karuan, bingung mau ngomong apa, apa yang dipikirin di otak nggak bisa keluar di mulut. Waktu foto bareng, aku bahkan nggak sempat mengenalkan diri, cuma mengucapkan terima kasih, dan dibalas "Sama-sama, ya!" darimu yang terdengar renyah dan menyenangkan. Seketika aku bahagia banget bisa ngomong sedikit sama Abang. Saat itu aku kalah sama grogiku, aku lebih banyak diam cukup puas memandangmu tanpa berbicara lebih banyak lagi. Tapi aku bersyukur banget, aku bisa bertemu langsung dengan musisi favoritku, secara langsung, untuk pertama kalinya. :') 

13 Februari 2015

Terima kasih juga karena selalu total ketika sudah di atas panggung. Tahun 2014 menjadi tahun terseringku menonton Abang menyanyi. Semuanya selalu di luar ekpektasiku, aku selalu puas nonton aksi panggungmu, Bang. Abang selalu berhasil bikin aku makin kagum. 

Terima kasih untuk StreetWear Tour 2014, 


Terima kasih untuk Jazz Goes to Campus 2014


 Terima kasih yang teramat banyak untuk Konser Gajah yang sudah menjadi kado ulang tahunku yang paling spesial ketika usiaku menginjak 21 tahun saat itu.


 Terima kasih untuk After Hour Music 2015! 


12 Februari 2017 
2016 menjadi tahun puasaku tanpa menghadiri satupun konsermu yang ada. Rindu jelas ada, ada banget. Sampai akhirnya ada kesempatan dan rezeki buat bisa nonton konsermu di kota kelahiran sendiri, Apalagi sekarang bisa beli tiketnya dari hasil jerih payahku sendiri, itu kepuasan tersendiri buat aku. Tiket sudah siap sejak Desember 2016, kapan lagi bisa nonton Abang di Semarang, ya kan. 

Walaupun sejak Januari aku dapat kerjaan di Solo dan harus pindah ke sana, nggak menyurutkan semangatku untuk hadir ke konsermu itu. Malah, bisa jadi bahan liputanku juga. Yah, sambil menyelam minum airlah, ya. Hihi. 

Aku ingat ketika hari-H, aku berangkat dari Solo pukul 06:00, tanpa mandi karena udara yang luar biasa dingin dan ngejar jam pesawatmu mendarat di Bandara Ahmad Yani. Pukul 08:40 aku tiba di Bandara dan lega aku belum terlambat. Di sana aku menunggu Abang bersama Teman Tulus Semarang, terima kasih juga, ya, karena Abang, komunitas yang dulu pernah hilang ini sekarang terbentuk lagi. :) 


Kedatanganmu saat itu yang paling mencolok karena Abang paling tinggi, mendadak bikin aku grogi, deg-degan nggak jelas, sama kayak waktu pertama kali ketemu dua tahun yang lalu itu. Abang tersenyum sumringah waktu melihat kami menyambut Abang. Ramah kamu menyapa kami satu-satu, paling ingat Abang ngajak tos kami semua dan aku jadi yang pertama. Grogi, asli, melihat Abang di depanku persis dengan kedua mataku sendiri. Aku berdiri di depan sosok yang aku kagumi! Bahagiaku sudah nggak terkira pagi itu, Bang. 

Pagi itu Abang juga pede mengaku belum mandi, padahal wanginya nggak kira-kira. Ternyata itu strategi biar nggak ketahuan ya kalo belum mandi? Hahaha. Abang waktu itu ramah banget, melayani semua permintaan foto dari penggemar-penggemarmu yang datang. Lagi-lagi aku cuma bisa diam memandangimu karena aku grogi mau ngajak ngobrol apa, aku bingung mau ngomong apa sama Abang. Yang ada aku malah mengabadikan banyak foto Abang di sana. Satu yang paling menggemaskan, waktu aku minta Abang foto ganteng, Abang nurut-nurut aja, gimana aku nggak makin kagum sama kamu, Bang? :) 


"Bang...sini, foto ganteng dulu, Bang", kemudian Abang tersenyum lebar. :)))
Pertemuan di Bandara itu singkat, karena panitia masih harus menyusun acara lain buat Abang. Walaupun singkat, aku udah bahagia banget bisa ada di dekat Abang, bisa memandang Abang langsung, bisa ngajak ngobrol, bisa ajak foto, bahagia Bang pokoknya. :) 

Siangnya kita ketemu lagi di konferensi pers konser, ya? Di situ aku memberanikan diri buat ngasih pertanyaan ke Abang. Itu jantung rasanya dag-dig-dug-duer Bang kalau mau tahu, grogi parah, padahal wartawan nggak boleh gitu ya kalo wawancara narasumber? Hahaha. Tapi akhirnya aku bisa ngasih pertanyaan ke Abang, aku nggak bisa lupa pandangan Abang yang terus ke mataku waktu menjawab pertanyaan itu, rasanya kayak udah kenal lama dan akrab banget. Aku makin bahagia. 

Kita masih bertemu lagi di malam harinya, aku nonton Abang menyanyi. Seketika kerinduanku lihat Abang nyanyi di atas panggung itu langsung hilang. Lagi-lagi konser Abang berjalan di luar ekspektasiku, aku puas dan makin bahagia karena aksi Abang di panggung. You never fails to amazed me, Bang. :)





Aku nggak pernah segininya kagum sama seorang musisi, baru Abang aja yang berhasil bikin aku jatuh hati seluar biasa ini. 

Sekali lagi, terima kasih untuk karya-karyamu yang menyentuh dan mengubahkan aku, Bang. Terima kasih untuk setiap pertemuan yang selalu buat aku makin kagum dengan kerendahan hatimu, terima kasih untuk setiap aksi panggung luar biasa yang boleh aku tonton. Terima kasih untuk senyuman lebarmu itu, selalu berhasil bikin aku ikut tersenyum waktu melihatnya, aku suka senyumanmu yang selalu lebar, tulus, terlihat tanpa beban dan paksaan di sana, senyummu itu semacam energi tambahan untuk aku, Bang. 

Terima kasih untuk semuanya, terima kasih sudah hadir di belantika musik Indonesia, mewarnai dunia musik dengan karya dan suaramu yang unik. Terima kasih banyak, Bang, terima kasih. 

Aku sebagai penggemar dan penikmat karyamu siap untuk menjadi orang pertama yang mendengar karya-karyamu (walaupun bukan selalu yang pertama sih ya. Hahaha), aku berdoa agar Abang selalu sehat di mana pun Abang berada, aku berdoa agar Abang selalu bahagia, selalu tersenyum, selalu bisa menghibur banyak orang. Terus berkarya ya, Bang, jangan berhenti sampai di sini. Aku selalu menunggu dan mendukung setiap karya Abang. Terima kasih sudah menjadi Teman Tulus yang tulus. Aku bangga menjadi salah satu di antaranya. 

Pengin bisa ngobrol panjang lebar sama Abang. Suatu saat ya, Bang, ada kesempatan yang bisa bikin aku ketemu sama Abang lagi, nggak cuma sekadar minta foto aja, tapi juga berbagi cerita, ngobrol banyak dan sebagainya. Pengin rasanya menghabiskan satu hari bersamamu lagi. Semoga aku juga bisa nonton setiap konser-konsermu lagi nantinya. 

Sekali lagi terima kasih, ya! Sebenarnya masih banyak yang ingin aku ungkapkan, tapi ini sudah terlalu panjang, mungkin lain kali akan aku lanjutkan lagi. Hahaha. 

Terima kasih, Abang Tulus, kita jalan terus, ya! :) 



Jangan lupa sama aku, ya! 
Salam, 


Natalia Bulan Retno Palupi
Solo, 19 Februari 2017


Terima kasih banyak! :)




28 komentar:

  1. Yawloh Ka Bulan. Ini bener2 ngefans banget sama Tulus, ya.. HUahha...

    BalasHapus
  2. Abang Tulus kok disitu gemesin sih 😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gemeeessss bangeeet kaaak. Sampe pengin nangis. x'D

      Hapus
  3. Ketemu idola itu memang selalu membahagiakan ya. Aku bukan fans Tulus sih, tapi suka sama lagu-lagunya

    BalasHapus
  4. Aku juga suka sama lagu-lagunya TUlus, lagunya beda banget dari lagu yang lain. Selalu ada makna di dalamnya..

    BalasHapus
  5. Wah! Fans garis keras nih. Pastinya udah khatam semua dengerin tulus. Ntar di videokan pas nyanyi bareng ya kak. Biar makin heeeitssss

    BalasHapus
  6. Wah! Fans garis keras nih. Pastinya udah khatam semua dengerin tulus. Ntar di videokan pas nyanyi bareng ya kak. Biar makin heeeitssss

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mas Don. Nanti kalo ketemu lagi bikin video nyanyi bareng, ah. ;'D

      Hapus
  7. Bang Tul! Senyummu itu, loh!

    Kak Bul, lirik Cahaya ada yang keliru, tuh :p
    "…tak mudah kusut dalam kemelut, kau tau cara mengurai semua" 😄😄😄

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gemaaasshh yaaaaa.

      Iyaaa, sudah kuedit, terima kasih koreksinya, yaaaa.

      Hapus
  8. tulus ya pernah denger tuh lagunya ada yang mellow kan ya dulu booming banget nih tulus tp skrng hampir menghilang keberadaannya :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku sedih. Gara-gara gagal paham sama maksud komenmu ini apa.....

      Hapus
  9. Karya lagu dari tulus memang keren banget, apalagi yang "jangan cintai aku apa adanya" jleebb dan dalem banget

    BalasHapus
  10. Bulaaan, aku baru ketemu blogger yang sampai segitunya ngefans sama tulus, dan itu kamu. Semoga abang tulus membaaca tulisan ini dan kamu diundang secara private untuk dinner bareng dia

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiiiiinnnnn. Ya Tuhan, tolong jabah doa yang satu ini ya Tuhan...... x'D

      Hapus
  11. Aaaakkhh aku juga suka lagu2nya tulus!

    BalasHapus
  12. Tulus, gemar bgt sih enggak. Tp suaranya adem, nyesss

    BalasHapus
  13. Saya juga fans banget sama Tulus, entah kapan bisa ketemu.

    Amin aja deh. :)

    BalasHapus
  14. Wohooo... kebayang deh bahagianya mba Bulan bertemu Bang tulus.. dan semoga doi baca tulisan ini..
    Lagu2nya emang beda ya mba. Liriknya dalam.

    BalasHapus
  15. fans berat tulus ya mbk? seneng ya kl udah bs ketemu idolanya.

    BalasHapus
  16. Ketemu idola itu bikinbkeder bingung. Bahagianya ya ampun gak bisa digambarkan

    BalasHapus
  17. AKu juga paling suka "Jangan Cintai AKu Apa Adanya" :D

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan kata-kata yang baik, maka gue juga akan menanggapinya dengan baik. Terima kasih sudah membaca postingan gue dan blogwalking di sini. Terima kasih juga sudah berkomentar. Have a great day, guys! Godblessya!