Jumat, 03 Februari 2017

Rindu

Gilak...

Nggak kerasa gue udah vacum nge-blog selama 2 bulan. Kesibukan di pekerjaan lama membuat gue nggak bisa meluangkan waktu sedikitpun untuk menulis di sini. Bloger macam apa sih lo, Bul? #dramadimulai.

Gue mengawali tahun 2017 dengan banyak cerita. Apalagi sejak tanggal 29 Januari 2017, gue sudah resmi merantau di Kota Solo, bekerja di sebuah portal berita online sebagai reporter. Pekerjaan impian gue dari zaman masih SMA akhirnya terwujud. 

Tapi kali ini gue nggak mau menceritakan pekerjaan baru gue saat ini, yang ingin gue bagi kali ini adalah tulisan yang gue buat 2 hari yang lalu saat pelatihan reporter baru di kantor. Tulisan spontan yang gue buat karena merindukan sosok-sosok yang gue sayangi di kota kelahiran. Lain kali gue akan menceritakan pekerjaan baru gue di postingan lain, ya. *kayak ada yang nungguin aja* *yang penting yakin* *yha*

So, here it is... :)

***


Mengejar Mimpi Masing-Masing 

Kalau berbicara soal sahabat, saya selalu paling bersemangat menceritakan ketiga sahabat terdekat saya yang sudah bersama-sama kurang lebih selama 4 tahun ini. Mereka bertiga adalah Eres, Tiya, dan Icha. 

Kami menamakan persahabatan ini SUSISESI, nama yang diambil dari nama depan ibu kami masing-masing, yang kebetulan sama-sama berawalan huruf S.

Awalnya kami sekadar berteman biasa di awal perkuliahan, dan semakin dekat karena tanpa sadar ternyata kami berempat memiliki banyak kesamaan. Entah itu dari hobi, topik obrolan, cara makan, dan sebagainya. 

Banyak momen yang sudah kami lewati bersama. Dari yang bahagia, canda, tawa, hingga tangis dan amarah sudah kami rasakan semuanya. Semua momen yang semakin membuat persahabatan kami semakin erat dan saling membutuhkan. 

Hingga tiba saatnya hari itu, Sabtu, 3 Desember 2016. Itu hari kami berempat diwisuda, setelah 4 tahun mengenyam pendidikan di perguruan tinggi. Hari itu membuat kami sadar, bahwa ternyata kami sudah dewasa, sudah saatnya mandiri, sudah saatnya kami menghadapi kerasnya dunia yang sesungguhnya. 

Wisuda, kami bahagia sekaligus takut saat itu. Bahagia, karena akhirnya kami menyelesaikan pendidikan kami. Takut, karena setelah wisuda ini waktu berkumpul kami akan berkurang bahkan hilang tergantikan dengan kesibukan dalam mengejar impiannya masing-masing.

Dan benar, ketakutan kami terjadi. Setelah wisuda intensitas pertemuan kami semakin
 berkurang. Untuk menentukan hari bisa berkumpul semua saja sudah sulit. Kami berempat menyadari itu semua dan membuat kami semakin pesimis dengan apa yang akan kami hadapi ke depannya. Apakah kita berempat masih bisa melalui hari-hari bersama, sama seperti saat kita masih kuliah. 

Hingga tiba satu hari kami bisa berkumpul bersama, menceritakan dengan antusias apa yang sudah terlewati ketika kami tidak berkumpul. Saya pun menceritakan bahwa saya sedang menjalani proses seleksi karyawan baru di Tribun Solo, Eres yang sudah bekerja di Indosat Salatiga, Tiya yang masih bekerja di salah satu kantor travel di kota Semarang, dan Ica yang masih berjuang mendapatkan pekerjaan. 

Sangat jelas perbedaan tempat tinggal yang semakin memisahkan kami berempat. Akan semakin sulit kami menghabiskan waktu bersama. 

Berat hati kami menerima itu semua dan tetap berusaha menguatkan dan meyakinkan satu dengan yang lainnya, bahwa kita bisa menjaga persahabatan kami selama-lamanya. Lagipula, kami terpisah karena impian kami masing-masing, imipian yang sudah lama hanya sekadar kami ceritakan dan berangan-angan suatu saat bisa menggapainya. 

Ya, kami sadar, bahwa kami tidak boleh egois. Impian kami sudah di depan mata kami masing-masing. Sudah saatnya kami mewujudkannya dan bukan hanya sekadar jadi angan-angan saja di tengah obrolan ketika kami berkumpul. Saat ini, kami harus rela jarak memisahkan persahabatan kami, asal kami berempat bisa sukses dengan jalannya masing-masing.

Saya teringat kata-kata yang mengingatkan saya kepada mereka,

"Untuk teman yang sedang berada di peraduan, semoga semogamu segera disegerakan, dan setelahnya, jangan lupa pulang" 

Selamat mengejar mimpi masing-masing, sahabatku. Menjaga persahabatan kita ini adalah pekerjaan kita bersama. Sampai jumpa lagi saat kita sudah sukses nanti. 

***
Gue nggak bisa tahan tangis gue waktu pengajar selesai membacakan tulisan gue di depan kelas. Rindu gue semakin menjadi di saat teman-teman reporter baru lainnya terbawa suasana tulisan gue dan semuanya langsung memandang sedih ke arah gue,

"Lho sediiiihhh...." 
"Yaahh...Bulaaannn...." 
"Bulaannn jangan sediiiihhhh..." 

Kata-kata mereka itu membuat tangis gue semakin menjadi. Susah payah gue nahan air mata keluar, tapi gue gagal, Rasa rindu kepada ketiga sahabat gue lebih kuat daripada gengsi gue. Gue nggak peduli lagi seisi kelas ngeliat gue nangis, gue baper sama tulisan gue sendiri. Bego emang. :)) 

Saat gue nangis pun, gue langsung dirangkul oleh teman-teman baru gue, memang tidak mengobati kerinduan gue, tapi setidaknya rangkulan mereka cukup membuat gue tenang. Tenang, karena gue enggak sendirian di sini, gue punya teman-teman baru yang nantinya akan jadi keluarga gue di sini, di kota perantauan gue. 

Malam itu, Tuhan mengajarkan gue buat bersyukur lagi, bersyukur atas kehidupan baru yang Tuhan percayakan ke gue. Bersyukur atas teman-teman dan pekerjaan baru yang udah gue dapatkan sekarang, apalagi pekerjaan sekarang ini adalah cita-cita gue yang akhirnya terwujud. Bersyukur karena Tuhan memberikan jarak antara gue dan ketiga sahabat gue, sehingga gue boleh merasakan yang namanya rindu kepada orang-orang yang gue sayangi. 

Entah apa yang sedang Tuhan rencanakan untuk kehidupan gue, entah apapun yang akan terjadi ke depannya. Gue berharap masih ada waktu untuk berbagi cerita kepada mereka, masih ada kesempatan untuk berkumpul, dan masih ada harapan untuk terus menjaga persahabatan ini selama-lamanya...


Aku cuma rindu, baik-baik ya di sana...









14 komentar:

  1. Wah Bulan sekarang di Solo. Selamat ya.
    Rasa rindu memang pasti akan datang, mau bentuk rindu terhadap apa pun itu. Nikmatin aja. Lepaskan. Asal yang penting ga keterusan sedihnya. Semangat!

    BalasHapus
  2. semoga setelah memulai lagi ini jadi telaten ngeblog ya kak.,. semangat... fighting

    BalasHapus
  3. Semangaat Bulan, ayo kejar impianmu :) Pasti ada saatnya kok, berkumpul kembali dengan sahabat-sahabat tersayang. Kumpul lagi sambil cerita kesibukan masing-masing. :)

    BalasHapus
  4. Semoga dapat kembali konsisten menulis blog dan tentu makin sukses dengan kegiatan barunya

    BalasHapus
  5. Ini persis bgt dg apa yg aku alami bersama 3 sahabat kuliah dulu. Sekarang kami terpish di 4 kota berbeda utk mengejar impian masing2. Ada yg bekerja, menikah, dan kuliah S2. Astaga, hidup bisa jadi sejahat itu ya ketika waktunya berpisah. Di awal2 memang sulit, tapi sama seperti yg aku rasakan akhirnya kamu akan terbiasa dg ketiadaan mereka.

    BalasHapus
  6. di solo ada jung, ada ilham, dkk tuh. ajak main aja. selamat merantau bulan :)

    BalasHapus
  7. Selamat merantau dan menemukan pengalaman baru Mbak Bulan, moga sukses!

    BalasHapus
  8. Sukses terus untuk bulan dan semoga pertemanan kalian tetap awet meski jarang memisahkan

    BalasHapus
  9. KAK BULAN DI SOLO? WAAAAAA!
    Aku lulus kuliah juga mau hijrah ke Solo. Tahun ini insyaAllah muehehe asik dong bisa main yeay~

    BalasHapus
  10. Sukses terus ya, Lan! Yup, sahabat pastinya bakalan bikin kangen. Pray for them, Iron Girl! ;)

    BalasHapus
  11. Selamat berkarir dengan tempat Baru. Semoga sukses ya..

    BalasHapus
  12. Semoga sukses dan lancar rezekinya di tempat yang baru ya Mbak :)

    BalasHapus
  13. Asik kalau ke Soloo ada ug bisa ditumpangi *ehgimana..

    Sukses terus yah Bul.. Sahabat emang tidak ada matinyaa

    BalasHapus
  14. Selamat ya atas wisudanya. . semoga persahabatan manis susisesi akan tetap berlanjut sampai waktu yg lama. .

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan kata-kata yang baik, maka gue juga akan menanggapinya dengan baik. Terima kasih sudah membaca postingan gue dan blogwalking di sini. Terima kasih juga sudah berkomentar. Have a great day, guys! Godblessya!