Untuk Aku di Tahun 2030

 

Credit: Pixabay

Halo, Natalia Bulan di tahun 2030!

Selamat, kamu udah berhasil membaca tulisan ini di tahun tersebut, ya. Nggak nyangka banget kalo masih bisa dikasih usia dan umur panjang sampe tahun 2030.

Terima kasih, karena kamu masih hidup dan semoga semua baik-baik saja di sana. 

Terima kasih, sudah bertahan lagi selama itu, aku dan kamu tahu, hidup di dunia seperti ini tidak pernah ada yang mudah, sama sekali. 

Terima kasih, sudah menjalani hidup yang entah bagaimana rumit, bahagia, ceria, sedih, senang, selama 10 tahun ini. 


Terima kasih, sudah terus untuk berjuang selama napas masih bisa kita hirup bersama-sama sampai bisa kembali membaca tulisan ini. 

Terima kasih untuk apa pun yang sudah berhasil kamu lalui selama 10 tahun ini. Aku bangga banget sama kamu.

Sesungguhnya, aku penasaran bagaimana 10 tahun kita berjalan selama ini? Apakah menyenangkan atau malah sebaliknya? Apakah menjadi tua itu menyenangkan? Sungguh, penasaran sekali aku tuh. 

Saat kamu membaca tulisan ini di tahun 2030, itu artinya kita sudah berusia 37 tahun. Waw, so damn old! Xixixi...

Di usia 37 tahun, kamu sudah menemukan tambatan hati dan teman hidup belum? Apakah kamu di sana sudah menikah? Atau bahkan sudah punya anak?

Kalau sudah, wah, sungguh hebat dan bangga sekali aku padamu. 

Ingat nggak, saat aku menulis ini, kita sedang di masa-masa yang belum siap sekaligus skeptis dengan namanya pernikahan ataupun berbagi hidup dengan orang asing. Keinginan berkeluarga tetap ada, tapi rasanya belum waktunya aja gitu dan masih banyak keraguan di dada.

Terlebih lagi kita juga sungguh bertekad tidak mau punya anak karena emang pada dasarnya kita nggak suka sama anak kecil dan mendidik anak bukanlah hal yang mudah, aku saat ini merasa belum mampu.

Siapa pria yang bisa membuat segala keraguan dan ketidak siapan mu itu hilang? Aku sungguh ingin berterima kasih dan mengucapkan selamat untuknya juga deh. Terima kasih dan selamat hidup bersama seorang Bulan yang super complicated. 

Kalau belum menikah dan berkeluarga, apakah kamu berhasil mewujudkan mimpi kita tentang ingin punya shelter untuk anjing dan kucing telantar di jalan? 

Kamu ingat kan kita pernah bergumam tentang hal itu ketika kita sedang hopeless dalam urusan percintaan. Hahaha. Tapi, untuk impian itu, aku serius sekali ingin mewujudkannya.

Walaupun tidak bisa hidup bersama dengan manusia yang aku sayang atau cintai untuk membangun sebuah keluarga, setidaknya aku bisa hidup dengan hewan-hewan yang juga bisa aku berikan perasaanku seutuhnya. 

Lalu, bagaimana kondisi mentalmu saat ini? Semoga sudah benar-benar sehat dan stabil, ya. Semoga selama 10 tahun itu, tidak ada tahun-tahun yang membuatmu berkeinginan untuk tidak mau hidup lagi.

Ya, kamu pasti paham kok, di tahun aku menulis tulisan ini, kita sedang sama-sama berjuang healing untuk mental kita. Kamu paham banget tahun 2020 adalah tahun perjuangan kita untuk pulih. Kamu paham, kita pernah mengalami tahun terbangsat juga di 2018.

Kalo boleh menghilangkan ingatan, aku benar-benar tidak ingin ingat apa pun di tahun 2018. Tahun ketika aku kehilangan semua orang yang aku sayangi sepenuh hati. Kekasih, rekan kerja, maupun sahabat dalam waktu yang berurutan.

Tahun yang membuat kita pertama kalinya berkunjung ke psikiater dan menjalani pengobatan serta terapi yang diperlukan untuk memulihkan diri kita ini.

Semoga selama 10 tahun itu, kamu tidak perlu ketemu  dengan orang-orang seperti itu lagi, orang-orang yang menghilangkan kepercayaan sekaligus kewarasanmu. 

Tapi yang namanya hidup memang nggak pernah bisa jauh dari masalah, ya? Kalau di 10 tahun itu masih bertemu dan mengalami hal-hal seperti itu lagi, kuharap kamu lebih kuat dibandingkan dirimu di tahun 2018. Kuharap kamu bisa melaluinya lebih baik lagi dan nggak sekacau dulu. Kuharap kamu tahu bagaimana cara terbaik untuk melewatinya.

Oh iya, bagaimana selama 10 tahun ini? Kamu sudah mewujudkan mimpi untuk berkunjung ke negara-negara yang kamu inginkan belum? Seperti Inggris, Amerika Serikat, Korea Selatan, Thailand, Vietnam, dan masih banyak lagi buat sekadar liburan atau juga bisa liputan di sana? 

Yaaaa, untuk saat ini aku baru bisa ke Singapore nih, itu juga karena undangan kerjaan liputan di sana. Semoga selama 10 tahun ini, bisa melanglangbuana ke mana-mana lagi, ya. Tentunya setelah Covid-19 alias coronces berakhir di seluruh dunia.

Tentunya kamu inget dooong sama apa yang terjadi di tahun 2020? Banyak banget hal buruk terjadi di tahun itu, Bul. Ada virus Covid-19 yang bikin kita stres karena di rumah terus, ada banyak pesohor yang meninggal, ada banyak bencana alam, ada UU Cipta Kerja yang disahkan pemerintah, duh pusing banget di tahun 2020 deh. Bahkan kita aja harus sampe berhenti konsultasi dulu ke psikiater gara-gara virus laknat itu. Sungguh menghambat proses penyembuhan kita.

Gimana sih kondisi kita setelah Covid-19 di tahun 2020? Udah ada vaksinnya belum? Semoga di tahun 2030 nggak ada lagi penyakit yang mengerikan sekaligus menyebalkan kayak gini, ya. Sehat-sehat kau di sana, Bul!

Tolong ya, 10 tahun itu semoga kamu terus menjaga kesehatan dan terus rajin olah raga. Tahu sendiri juga kan kalo biaya rumah sakit dan kesehatan itu mahalnya kayak apa. 

Terus Bul, kamu masih bucin dan terus support Abang Tulus dan Mas Kun nggak di usiamu yang hampir mencapai kepala 4 ini? Hahaha. Dulu kita pernah janji kan untuk terus mendukung mereka berdua sampe kapan pun.

Jelas kamu bakal inget banget apa aja yang udah kita lakuin buat ngedukung dua musisi kesayangan kita itu. Di tahun 2020, kita udah 6 tahun ngikutin Abang Tulus dan 2 tahun ngikutin Mas Kun. Mereka bakal terus berkarya nggak ya sampe tahun 2030? Kamu masih suka nontonin konser-konser mereka juga nggak? Masih suka ketemu sama mereka di backstage juga nggak? Masih suka gabung dan bikin-bikin acara bareng fanbase nggak? Masih suka kumpulin merchandise dan album mereka juga nggak?

Jangan lupain mereka ya, inget selalu kalo mereka berdua termasuk dalam support system-mu selama ini. Inget selalu karya-karya mereka yang selalu menolong dan membuatmu terus semangat hidup. Inget selalu kalo kamu sayang banget sama mereka berdua. Nih, biar inget aku kasih foto favorit kita sama mereka berdua:

Apa kabar mereka di tahun 2030? - Cr: Dok. Pribadi


Selain sama Abang Tulus dan Mas Kun, pas aku nulis tulisan ini, kamu tahu juga kan kita lagi bucin-bucinnya sama Cho Seung Woo gara-gara abis nyelesain Stranger season 1 sama 2. Hahaha. 

Gimana, selama 10 tahun masih suka ngehalu bakal menikah sama dia nggak? Udah bisa ngewujudin mimpi ke Korea Selatan cuma buat ketemu dia nggak? Hahaha. Kalo kebucinan itu udah hilang di usia kita yang makin menua, aku yakin kamu bakal ketawa najis mengingat kebucinan kita ini. Hahaha.

Tapi walaupun agak malu-maluin, tapi keinginan ketemu Cho Seung Woo tetep ada lho, tolong ya, semoga kamu bisa mewujudkannya, lho. Xixixixi. 

Bul, kalo di tahun 2030 usiamu udah 37 tahun, berarti usia Mama 73 tahun, ya. Apa kabar mama di sana? Masih ada kan Mama? Apa sudah berpulang menyusul Papa di surga? 

Kamu juga tahu, semenjak kepergian Papa di tahun 2007, ketakutan terbesar kita adalah Mama juga pergi. Kamu tahu, setiap hari kita hidup dengan ketakutan itu dan kita juga melakukan apa saja agar Mama tetap ada di samping kita. Tapi juga, kita setiap hari selalu mempersiapkan diri dan hati jika Mama memang sudah waktunya dipanggil Tuhan.

Di saat aku menulis ini, tentunya aku berharap Mama masih hidup di sana, kalau benar, jangan lupa bersyukur karena Tuhan memberinya umur panjang dan masih bisa menemanimu. Jangan lupa untuk terus membuatnya bahagia ya, Bul. 

Dan jika harapanku salah dan Mama sudah pergi, semoga kamu bisa kuat dan tangguh melewati kehilangan itu. Kamu tahu, kehilangan Papa aja udah berat banget buat kita, gimana ditambah dengan kepergian Mama? Sesiap-siapnya kita, tetep aja kita nggak akan pernah siap untuk menerima kepergian orang yang kita cintai. 

Kalau Mama sudah dipanggil duluan, tolong kamu tetap kuat dan tabah untuk menjalani hidup, ya. 

Bul, untuk saat ini aku memang belum banyak memiliki mimpi lagi yang ingin aku wujudkan kecuali yang aku tulis di atas, karena saat ini yang kumau cuma sembuh dulu dari masa lalu. Tapi, semoga perjalanan 10 tahunmu itu menyenangkan, ya. Semoga ada banyak mimpi lain yang bisa kamu wujudin. Semoga banyak pelajaran dan pengalaman baru yang kamu dapet. Semoga banyak cinta, berkat, dan kasih sayang juga yang datang menghampiri kamu. Semoga kamu menua dengan bahagia.

Semoga, Bulan yang ada di tahun 2030, menjadi sosok yang jauh lebih baik lagi daripada di tahun 2020 ini. Semoga, Bulan yang ada di tahun 2030 adalah sosok yang lebih dewasa dan menyenangkan dibanding di tahun 2020. Semoga pertanyaan-pertanyaan yang ada di atas bisa terjawab dengan baik ketika kamu membacanya nanti, ya.

Kalau ada banyak ujian hidup yang menghampiri kamu, mengeluh dan menangislah sampai kamu lega dan capek. Kita nggak selamanya bisa sekuat dan setegar itu.

Kalau ada banyak ujian hidup, aku yakin kamu bisa melewatinya dengan baik, aku yakin kamu punya banyak cara untuk mengatasinya, aku yakin kamu sabar dan tangguh menghadapinya.

Satu hal yang selalu aku ingetin ke kamu, 

   "Jadilah besar bestari dan manfaat untuk sekitar,"

Terima kasih sudah berjuang selama 10 tahun! 10 years more to go?

Terima kasih dan aku sayang kamu.
NBRP
10 Oktober 2020. 

Komentar

  1. Wah ada apa ditahun 2018 silam ya kak, sampai segitu nya. Semoga kita semua masih sehat di tahun 2030 ya kak. Salam kenal.

    BalasHapus
  2. *hugs virtually*

    Yok bisa yok!

    BalasHapus
  3. dugaanku bang tulus dan bang kunto tetap awet muda ya
    kitanya aja yg hmmm apakah justru awet tua?
    hahahaha

    BalasHapus

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan kata-kata yang baik, maka gue juga akan menanggapinya dengan baik. Terima kasih sudah membaca postingan gue dan blogwalking di sini. Terima kasih juga sudah berkomentar. Have a great day, guys! Godblessya!

Postingan Populer