Kamis, 20 April 2017

Anggap Saja Review: Kartini

godleyigh.com


Pada tanggal 16 April 2017 yang lalu, gue berkesempatan untuk menonton film 'Kartini' yang tayang lebih dulu di Kota Solo. 

Penayangan yang lebih awal dari tanggal rilisnya tersebut dibarengi dengan tur promo para cast 'Kartini' di berbagai kota, mulai dari Solo, Jogjakarta, dan Surabaya. 

Dan gue yang saat ini bekerja di Solo, berkesempatan untuk menghadiri acara promo tersebut yang diadakan di The Park Solo Baru Mall. 

Gue excited sama film ini, karena idola sepanjang masa gue selain Tulus, Denny Sumargo mendapatkan peran di film yang disutradarai oleh Hanung Bramantyo ini. 

Catat, gue cuma alay kalo ketemu Tulus sama Denny Sumargo doang, yang lain mah bodo amat gue, jelas tujuan gue saat itu selain nonton film-nya adalah, pengin ketemu (lagi) sama Koko Glodok kesayangan gue satu itu. 

Tapi sayangnya, waktu Meet and Greet para cast 'Kartini', gue nggak dapet apa-apa saking rame dan enggak jelasnya suara di acara itu. Yaudah, maka postingan kali ini gue lebih fokus me-review film-nya aja dibandingkan tentang acara Meet and Greet-nya. 

Cuslah, gue review film Indonesia keren satu ini! 




herworld.co.id


Judul: Kartini
Tanggal Rilis: 19 April 2017 
Pemain: Dian Sastrowardoyo (Raden Ajeng Kartini), Deddy Sutomo (Raden Mas Adipati Ario Sosroningrat), Christine Hakim (M.A Ngasirah), Nova Eliza (M.A Ngasirah muda), Djenar Maesa Ayu (Raden Ajeng Moeryam), Acha Septriasa (Roekmini), Ayushita (Kardinah), Denny Sumargo (Slamet), Reza Rahadian (Sosrokartono), dll. 
Sutradara: Hanung Bramantyo
Penulis:  Bagus Bramanti, Hanung Bramantyo 
Genre: Biografi, Histori 
Durasi: 122 menit



Sinopsis
Film 'Kartini' ini menceritakan kisah emansipasi wanita yang diperjuangkan oleh sosok Raden Ajeng Kartini (Dian Sastrowardoyo). Saat itu awal tahun 1900-an, banyak peraturan-peraturan yang tidak membuat kaum wanita bisa menjadi sebebas kaum pria. 

Pada masa itu pula, berlaku pula peraturan kolonial waktu itu yang mengharuskan seorang bupati beristrikan seorang bangsawan. Ayah Kartini yang awal mulanya hanyalah seorang wedana di Mayong, dan Ibu Kartini yang bukan keluarga bangsawan, maka sang ayah harus menikah lagi dengan Raden Ajeng Moeryam (Djenar Maesa Ayu) yang merupakan keturunan Raja Madura. Setelah pernikahan itu, Ayah Kartini diangkat menjadi Bupati di Jepara. 

Tak berhenti sampai di situ, ada peraturan kolonial lainnya, yaitu anak-anak perempuan bangsawan ketika menginjak usia 14 tahun harus menjalani pingitan sampai keluarga 'menemukan' jodoh yang tepat untuk dinikahkan sang putri. 

Capture Youtube

Peraturan tersebut tentunya membuat kaum wanita bangsawan terkekang karena tidak boleh melakukan kegiatan apapun di luar rumah bahkan kamar untuk menjalani ritual dari nenek moyang itu. Para kaum wanita bangsawan itu hanyalah dididik untuk bagaimana menjadi wanita tulen dan calon istri yang baik untuk calon suaminya kelak. 

Kartini yang berjiwa bebas tentunya tidak bisa mudah menerima peraturan ini semua, dibantu sang Kakak, Sosrokartono (Reza Rahadian) yang memberikan koleksi buku-bukunya kepada sang adik. Buku-buku tersebut membuat Kartini mengenal dunia di luar pendopo. Buku-buku itu yang membuat dirinya melek bahwa dunia lebih luas dari yang ia pikirkan. 

Perjuangannya untuk emansipasi wanita pun dimulai dari situ. Banyak hal yang dilakukan Kartini untuk mendobrak peraturan-peraturan kolonial yang mengekang kaum wanita pada masa itu. Ia juga mengajak kedua adiknya, Roekmini (Acha Septriasa) dan Kardinah (Ayushita)
memperjuangkan kebebasan para perempuan. 

gadis.co.id


Namun, perjuangan Kartini tentunya tidak mulus dan banyak rintangan yang harus ia hadapi. Bahkan rintangan tersebut datang dari keluarganya sendiri, seperti dari Raden Ajeng Moeryam, sang ibu tiri, kemudian kakak pertamanya Slamet Sosroningrat (Denny Sumargo) yang keduanya menentang segala upaya yang dilakukan oleh Kartini. 

Lalu bagaimana perjalanan dari perjuangan Kartini ini untuk mendapatkan kebebasan dan kesetaraan kaum wanita seperti yang didapatkan kaum pria masa itu? 

Yha......nonton film-nya aja langsunglah! Heuheu.

***

So far, film ini bagus banget sih. Sesuai dengan sejarah yang ada *yaiyalah* dan banyak banget pengetahuan yang bisa didapet dari film ini soal kehidupan di zaman-zaman kolonial kala itu. Yang paling gue suka dari film ini selain alur ceritanya adalah, penggunaan Bahasa Jawa dan Belanda yang cukup intens dalam film ini. 

Bahkan hampir sepanjang film sih percakapannya pakai Bahasa Jawa, tapi tenang aja, disediakan subtitle kok buat yang nggak ngerti Bahasa Jawa. Dan yang paling gue suka adalah, para aktor dan aktrisnya itu fasih banget berbahasa Jawa, udah kayak orang-orang Jawa asli pada umumnya. Medhok-nya dapet, luwesnya juga oke, pokoknya udah bukan kayak orang yang lagi belajar Bahasa Jawa gitu deh. 

Gue juga menilai, peran para aktor dan aktris di film ini keren semua, apalagi aktor dan aktris senior kayak Deddy Sutomo dan Christine Hakim yang memerankan perannya ciamik banget, Dian Sastro juga keren banget meranin Kartini (terlepas dari gosipnya dia yang lagi merebak sekarang ini. Ha!). 

http://haloselebriti.net

Denny Sumargo yang awalnya gue ragukan aktingnya, karena kaget aja, wajahnya yang nggak Njawani itu kenapa kok bisa meranin tokoh yang Jawa banget, tapi ternyata aktingnya juga oke di film ini. Dia bisa memerankan sosok Slamet Sosroningrat dengan baik. Kalem-kalemnya ala orang Jawa pun dia juga bisa menggambarkannya dengan baik lewat aktingnya di film Kartini ini. 

Reza Rahadian? Duh, apalagi! Walaupun cuma muncul seuprit, tapi aktingnya berhasil bikin jatuh cinta. Berperan sebagai Sosrokartono, ia berhasil menjadi sosok yang kakak-able bin menggemaskan banget. Rasanya jadi pengin punya kakak kayak Sosrokartono gitu deh abis liat aktingnya Reza Rahadian di film ini. 


cnnindonesia.com

Pokoknya semua akting para pemeran film 'Kartini' ini semuanya patut diacungi jempol. Total dan keren-keren semua. Film makin dramatis dengan akting-akting mereka yang luar biasa. 

Film ini bagus dari berbagai sisi, mulai dari alur cerita yang runtut dan bikin 'pinter', tatanan musiknya, akting-akting para pemerannya, sampai dengan pengambilan gambarnya juga keren banget sih ini film. 

Dan jangan berpikiran kalau 'Kartini' ini film sejarah yang tegang, kamu tetap bisa merasakan nuansa komedi yang segar di dalam film ini kok. Dan banyak part yang bisa bikin kamu ketawa ngakak. Apalagi kalau kamu paham banget Bahasa Jawa, karena akan lebih gampang mengerti bagian mana yang lucu dan bikin kamu ketawa. 

Meski gue menilai film ini bagus banget, ada beberapa kekurangan yang menjadi penilaian gue. Ini menurut gue aja sih ya, nggak setuju juga nggak apa-apa kok. 

Untuk orang-orang yang nggak suka sama sejarah dan kalau ada yang tidak mengikuti cerita sejarahnya Kartini, film ini akan menjadi film yang membosankan karena alurnya yang lambat. Dan menurut gue juga, ada beberapa sejarah menarik Kartini yang sayang banget nggak dimasukin ke dalam film ini, padahal gue nungguin itu. 

Film 'Kartini' ini hanya menceritakan satu sisi sejarah yang menarik dari kehidupan seorang Raden Ajeng Kartini saja, jadi kalau emang mau diceritakan semua sejarah kehidupannya sih, ya bakalannya bukan jadi film, tapi serial. Nyahahaha. 

Sejarah menarik Kartini apa yang gue bahas dan nggak ada di filmnya? Makanya nonton aja film-nya langsung, yak, biar nggak penasaran. So far, film ini keren dan worth to watch banget. Patut ditonton semua orang terutama kaum milenial yang mungkin udah jauh banget dari sejarah-sejarah keren yang pernah terjadi di Indonesia. 

Biar tahu ada pahlawan perempuan Indonesia keren yang bernama Kartini. Biar tahu bahwa perjuangan Kartini untuk kesetaraan perempuan di Indonesia itu banyak lika-liku dan nggak semudah membalikkan telapak tangan. 

Gue makin kagum sih sama sosok Kartini setelah nonton film ini, ternyata Kartini sekeren itu, gengs! 

Jadi, tertarik buat nonton Kartini? Karena bakal nyesel banget sih kalau nggak nonton film Indonesia yang keren banget satu ini! 

Ada yang sudah nonton film ini kayak gue? Kasih komentarnya di bawah yak! :D













16 komentar:

  1. sudah banyak yg merview tapi aku belumnonton juga, mdh2an nih minggu ini banyak libur

    BalasHapus
  2. Nggak ada bioskop di kampung gue Bul

    BalasHapus
  3. Penasaraan pengen nontoon filmnyaa mbak 😁 makasiih sharingnyaa yak, selamaat hari kartini 😊

    BalasHapus
  4. Entah kapan aku bisa nonton film Kartini, berhubung di mari ga ada bioskoppp... *-*

    BalasHapus
  5. Pas liat trailer film ini, ada denny sumargo, dan aku langsung teringat ka bul wakakaka.
    Aktingnya para pemain bagus ya. Akting aku juga bagus dong pasti, kalau masalah nganuin tangan sih bodo amat lah yaa *wkakakakakak*
    Tapi emang aktor dan aktrisnya itu pengalaman semua ya ka. Jadi penasaran, mana belom sempet ke bioskop halah

    BalasHapus
  6. Ada yang komentar ga mau lihat film ini. Emang kenapa? Jadi penasaran. Sayangnya kalau mau nonton harus ke Madiun kota dulu. #deritablogerkampung :)

    BalasHapus
  7. Enak sekali sudah berkesempatan nonton film kartini. AKu nih, blm pernah nonton filmnya, padahal tiap tahun ada terus, ya :3
    Bukan gimana,,gimana.. Cuma emang kurang suka nonton ajah. WKwkkw
    Tapi pas baca review nya, aku jadi pengen nonton, aahhh

    BalasHapus
  8. Saya sudah menontonnya juga, filmnya bagus. Ceritanya dapat, lucunya dapat, dan pesannya sampai ke penonton. Apalagi momennya di hari Kartini, makin cocok filmnya. Cuma endingnya ya agak gimana gitu, tapinya namanya juga film.

    BalasHapus
  9. Ada gosip apaan siih si DiSas..?
    *ko malah bahas gosipan.


    Banyak yabg rekomendasiin film ini. Daei baca review ini, makin penasaran jadinya.
    Semoga bisa menikmati film Kartini jugaak..

    BalasHapus
  10. Aku belum dapat kesempatan nonton nih hiks(~>__<~)

    Penasaran mau liat Deni Sumarago akting jawanya kek mana hehehe

    BalasHapus
  11. Nunggu diputar di TV aja lah. Jauh dari bioskop nih. Perjalanan 1.5 jam. Hehe

    BalasHapus
  12. saya bukannya gak mau nonton mba, tapi takut ekspetasinya gak sesuai harapan saya seperti waktu saya nonton film Jenderal Soedirman.
    apalagi kata mba ada beberapa sejarah menarik Kartini yang sayang banget nggak dimasukin ke dalam film .. nunggu diputar di tv lokal aja tahun depan..

    Selamat hari Kartini

    BalasHapus
  13. wah, aku belum nonton.tapi sepertinya filmnya bagus dan dapat jadi hiburan weekend ini. yang kangen ama DIsas juga pasti seneng nih

    BalasHapus
  14. Karakter dian sastro sepertinya pas untuk memerankan sosok kartini ya. Sayang gw ga bgt suka film drama, dan pas ada undangan nonton biasanya malam hiks hiks..

    BalasHapus
  15. Dian sastro cantik juga ya di film kartini dan juga acting dia di film tersebut totalitas banget jadi pingin nonton deh

    BalasHapus
  16. Kmrin udh dpet tiket prescreening kartini, tp sayang harus masuk kerja, ahh pengen lempar sendal ke komputer rasanya. Abis baca review ini makin penasaran aja kak bul pengen nonton kartini, aku pengen liat akting Dian sastro lagih.

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan kata-kata yang baik, maka gue juga akan menanggapinya dengan baik. Terima kasih sudah membaca postingan gue dan blogwalking di sini. Terima kasih juga sudah berkomentar. Have a great day, guys! Godblessya!