Rabu, 30 Oktober 2013

It's Been 6 Years, Dad..



Hey, Dad look at me 
Think back and talk to me 
Did I grow up according to plan?
 And do you think I'm wasting my time
 doing things I wanna do?
But it hurts when you disapprove all along 

And now I try hard to make it
I just want to make you proud
I'm never gonna be good enough for you 
I can't pretend that I'm alright
And you can't change me


Cause we lost it all 
Nothing lasts forever
I'm sorry 
I can't be perfect
Now it's just too late 
and we can't go back
I'm sorry 
I can't be perfect

I try not to think
About the pain I feel inside
Did you know you used to be my hero?
All the days you spent with me 
Now seem so far away
And it feels like you don't care anymore 


And now I try hard to make it
I just want to make you proud
I'm never gonna be good enough for you 
I can't stand another fight
And nothing's alright

Cause we lost it all 
Nothing lasts forever
I'm sorry 
I can't be perfect
Now it's just too late and we can't go back
I'm sorry 
I can't be perfect

Nothing's gonna change 
The things that you said
Nothing's gonna make this right again 
Please don't turn your back 
I can't believe it's hard 
Just to talk to you 
But you don't understand


Cause we lost it all 
Nothing lasts forever
I'm sorry 
I can't be perfect
Now it's just too late and we can't go back
I'm sorry 
I can't be perfect


Cause we lost it all 
Nothing lasts forever
I'm sorry 
I can't be perfect
Now it's just too late and we can't go back
I'm sorry 
I can't be perfect...


Lagu di atas ini adalah lagu wajib gue buat mengenang almarhum Papa. Lagu yang bener-bener menggambarkan dan mewakili perasaan gue yang di mana emang beneran pengen nanya sama beliau, apakah gue yang sekarang ini udah menjadi anak yang seperti beliau harapkan, apakah gue yang sekarang ini udah mengikuti segala rencana dan keinginannya untuk menjadi anak yang bisa dibanggakannya. Disaat sendirian, hening, sepi, hanya ada gue seorang dan mendengar lantunan lagu ini sambil memejamkan mata, semua kenangan gue bareng Papa bisa langsung memenuhi isi kepala gue, segala tingkah laku buruk gue ke beliau, segala canda tawa, segala kemarahan. Semuanya tentang Papa...

30 Oktober....
Mungkin buat sebagian orang-orang tanggal 30 Oktober itu adalah tanggal yang biasa-biasa aja ga ada yang spesial atau semacamnya. Tapi enggak bagi gue. Ini tanggal di mana semua keadaan kehidupan gue berubah 180 derajat. Tanggal di mana gue harus ditinggalkan orang tersayang gue untuk selama-lamanya, 30 Oktober itu adalah 30 Oktober 6 tahun yang lalu. Gue masih inget hari dan tanggal tersebut, Selasa, 30 Oktober 2007. Gue masih inget saat itu gue masih bisa ketawa-ketawa ngerayain ulang tahun temen gue di sekolah. Tertawa bahagia seakan ga ada kesedihan yang bisa mengganggu gue saat itu. Bercanda seakan ga akan ada satu hal pun yang bisa membuat gue menangis. 
Tapi gue salah, saat gue pulang sekolah dan tiba di rumah, kesedihan itu menghampiri gue dan keluarga gue. Kabar yang sebenernya ga pernah gue pengen denger itu, dateng dan mengubah segalanya. Dan, ya..itu kabar tentang kepergian Papa gue yang saat itu dinas kerja di Banda Aceh, beliau meninggal di sana. Dan gue yang saat itu mendengarnya cuma bisa diam terpaku tanpa mengeluarkan air mata. Dan kata Mama gue, entah karena gue kehilangan kesadaran atau saking sedihnya gue kehilangan Papa gue, gue sempat marah-marah dan menyalahkan Mama gue atas kepergian Papa gue ini, dan saat itu gue bener-bener lost control dan ga nyadar gue ngelakuin itu ke Mama gue, gue juga tau kalo gue kayak gitu seminggu setelah kepergian Papa gue, itu pun juga diberitahu sama orang-orang yang terdekat yang dateng menghadiri pemakamannya Papa. Iya, mungkin gue terlalu sedih...gue terpukul...dan gue amat sangat kehilangan sosok Papa gue itu.....untuk selamanya.....

Dan ga kerasa, hari ini udah tepat 6 tahun lamanya beliau pergi untuk selamanya. 6 tahun perjuangan hidup tanpa kehadiran beliau di sisi gue dan keluarga. 6 tahun tanpa kebersamaan yang biasanya kita lakukan bersama-sama. 6 tahun tanpa adanya peran seorang Ayah dalam perjalanan hidup gue. Ga ada hari yang gue lalui tanpa merindukan beliau untuk ada di sisi dan menemani gue di saat-saat bahagia, sedih, terpuruk, di segala kondisi gue. Ga ada hari yang gue lalui tanpa mendoakan beliau ke hadirat Tuhan, sekedar bertanya pada pencipta, apa kabarnya beliau di sana. Ga ada hari yang gue lalui tanpa mengharapkan beliau dateng ke setiap mimpi-mimpi di tidur malam gue. Dan mungkin selamanya akan terus seperti itu.. :')
Tapi, dari kepergian Papa gue ini, banyak pelajaran yang gue dan keluarga dapet, dan entahlah gue bisa mensyukuri segala sesuatu yang terjadi setelah kepergian Papa gue. Iya, dari kepergian beliau, keluarga gue berubah menjadi lebih baik lagi khususnya gue dan kakak-kakak gue, ini hebatnya Tuhan yang selalu menopang keluarga gue sehingga gue dan keluarga ga terpuruk setelah kepergiannya Papa gue. Gue dan kakak-kakak menjadi lebih deket dan memperbaiki hubungan kita dengan Tuhan, gue dan kakak-kakak menjadi anak-anak yang kuat, tegar, dan mandiri untuk menjalani kerasnya kehidupan zaman sekarang tanpa adanya fasilitas memadahi yang selalu Papa gue sediakan untuk kami bertiga, gue dan kakak-kakak enggak menjadi anak-anak yang manja yang selalu membanggakan kekayaan orang tua, gue dan kakak-kakak menjadi anak-anak yang paham akan susahnya menjalani kehidupan dan susahnya mencari nafkah, gue dan kakak-kakak menjadi sosok yang mudah bersyukur di segala kondisi kami, menjadi anak-anak yang pantang menyerah untuk mengejar segala impian kami. Entah, apa jadinya kita kalo Papa masih Tuhan izinkan hidup sampe sekarang, mungkin kami menjadi anak manja menye-menye yang gampang mengeluh, gampang menyerah ketika mengahadapi dunia. Mungkin kami menjadi anak-anak sombong yang terus membangga-banggakan kekayaan orang tua tanpa tahu betapa susahnya mencari uang. Mungkin kami akan menjadi anak-anak lemah yang sampe kapanpun ga akan pernah siap menghadapi dunia yang fana ini sendirian. Yah, setidaknya banyak hal yang berharga yang bisa gue dan kakak-kakak ambil dari kepergian Papa gue. Kami menjadi anak-anak yang bertumbuh dalam keadaan selalu berjuang dan berusaha selalu mengucap syukur di segala kondisi, menjadi anak-anak yang dewasa dan ga akan pernah takut menghadapi susahnya kehidupan sekarang ini. Kami menjadi anak-anak yang lebih baik lagi, dan gue harap Papa bisa melihat kami dari kejauhan di sana, tersenyum dan bangga atas kami semua anak-anaknya... :))

Bener-bener ga kerasa 6 tahun udah berlalu dan gue masih dalam proses mengejar impian gue sedangkan kedua kakak gue sudah berada di tempat perantauan untuk mencari sesuap nasi dan sebongkah berlian. Gue anak terkecil yang masih bergantung pada Mama dan kedua kakak gue yang terkadang merasa menjadi benalu di keluarga karena masih minta segala kebutuhan gue sama mereka. Gue belum bisa nyari nafkah sendiri dan Mama menyuruh gue untuk fokus kuliah dulu. Terkadang sedih kalo terus-terus memberatkan kedua kakakku dengan segala kebutuhan gue yang bisa dibilang ga sedikit juga. Dan, yah itu setidaknya menjadi motivasi gue untuk terus kuliah yang bener, terus belajar buat dapet nilai-nilai bagus, ga mengecewakan mereka dengan kenakalan ga penting gue, terus berprestasi, lulus tepat waktu, sampe pada akhirnya gue bisa meraih impian gue sendiri dan membalas segala kebaikkan mereka dengan cara gue, walaupun gue tahu, gue ga bakal pernah bisa membalas segala jasa yang udah mereka berikan buat kehidupan gue. Gue bersyukur punya keluarga yang luar biasa walaupun kita hidup dalam kesederhanaan, gue bersyukur punya keluarga yang semakin kompak dan harmonis, saling membantu dan menopang, gue bersyukur punya Mama dan kedua kakak yang luar biasa, gue bersyukur punya keluarga yang terus berubah menjadi baik meskipun tanpa kehadiran Papa gue sebagai pelengkapnya. 

Untuk Papa, tunggu saatnya aku bikin Papa bangga dengan caraku sendiri ya, Pa. Tetep awasi aku di manapun aku berada, dan doakan aku supaya aku bisa jadi apa yang aku impikan selama ini. Aku harap Papa selalu bahagia di sana sampe pada saatnya kita sekeluarga bisa ketemu dan berkumpul kembali. Aku harap Papa juga selalu merindukan aku sebagaimana aku selalu merindukan Papa setiap hari, setiap saat, setiap detik. Aku harap Papa selalu tersenyum melihat segala tingkah lakuku yang konyol dan segala prestasi yang udah aku capai. Aku harap Papa juga selalu nungguin waktu di mana Tuhan mengizinkan kita semua untuk bersatu lagi sama seperti aku yang terus menerus menunggu waktu dan kesempatan tersebut. Aku harap Papa ga sedih kalo aku masih sering nakal dan ngelakuin segala hal yang bisa bikin Papa kecewa, maafin aku kalo sampe sekarang aku belom bisa menjadi apa yang Papa mau, maafin aku kalo sampe sekarang aku masih belom bisa bikin Papa bangga. Tuhan...selalu kuatkan aku sampe tahun-tahun berikutnya aku hidup tanpa ada sosoknya Papa. Tuhan, Aku kangen Papaaaaa.....! :''''))

Yaaaah, kehidupan gue akan terus berjalan dengan ada maupun ga adanya Papa gue. Gue harap Tuhan selalu menguatkan gue, sama seperti selama 6 tahun yang udah berjalan. Gue harap ditahun-tahun berikutnya gue terus membuat prestasi, mencapai impian gue, dan syukur-syukur bisa bikin Papa yang jauh di sana bangga terhadap gue ini. Gue harap, gue masih diberi kesempatan sama Tuhan untuk bisa menunjukkan dan membuktikan diri gue ini anak yang ga cuma bikin susah keluarga. Gue cuma bisa berterimakasih pada Tuhan karena udah sempet menghadirkan gue seorang Ayah yang luar biasa di hidup gue. Gue bangga punya Ayah sehebat Papa gue dan berjanji sama diri gue sendiri untuk ga mengecewakan Papa gue yang udah membesarkan gue dengan susah payah. Gue percaya, suatu saat nanti....gue bisa.....tunggu ya Pa.... :')))

It's been 6 years, Dad.....
Miss you like a crazy, Love you so much, (I hope I can) Hug you as long as I can...
XOXO Dad~ :) :*

With love, 
Your beloved little girl...


Picture by : My document




6 komentar:

  1. 6 tahun, bukan waktu yg mudah ya pastinya.; Tapi gw percaya sih, pasti Papa-nya bangga liat anak-anaknya sekarang. liat anak-anaknya akur aja orangtua pasti seneng :) kebersamaan dalam keluarga jadi warisan yg berhaga banget pastinya..
    Keep fight kaka ^^ semangaattt

    BalasHapus
  2. semangat....masa depan masih luas buat dilukis sama mimpi-mimpi

    BalasHapus
  3. Semangat terus, Kak mengejar cita-cita. Biar jadi anak perempuan kebanggaannya Papanya Kakak hehe :)

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan kata-kata yang baik, maka gue juga akan menanggapinya dengan baik. Terima kasih sudah membaca postingan gue dan blogwalking di sini. Terima kasih juga sudah berkomentar. Have a great day, guys! Godblessya!