Kamis, 25 Juni 2015

Pesawat Terbang

Semalam, gue duduk anteng di teras bareng anjing tetangga gue yang lagi main ke rumah. Enggak tau kesambet apaan tiba-tiba gue betah aja gitu nongkrong di teras malem-malem, sama anjing lagi. Mungkin karena gue terpukau sama langit malem yang waktu itu indah banget, cerah, bulannya keliatan cantik, dan banyak bintang-bintang di sekitarnya. Suka banget langit malem kemarin itu, bener-bener bagus dan bikin gue betah banget buat mandanginnya. Dan anjing tetangga gue itu juga (sok-sokan) ngeliatin langit kayak gue, mukenye sok-sok menghayati gitu. Kurang romantis apa coba malem kemarin itu…


Waktu masih menikmati keindahan langit itu dengan kushyuk, tiba-tiba ada pesawat terbang yang lewat, ada dua waktu itu yang menampakkan lampu kelap-kelipnya di atas langit sana. Terbang menjauh dari pandangan gue dan gue tetap terus melihatnya sampe pesawat-pesawat itu sudah nggak nampak di langit yang gue pandangi. Seketika kepala gue muncul pertanyaan sederhana,

“Ke mana perginya pesawat itu, ya?”

Dan langsung gue mengingat kapan terakhir kali gue naik pesawat untuk berpergian. Kelas 5 SD, atau sekitar usia 12 tahunlah gue terakhir jadi penumpang pesawat dan setelah itu gue udah nggak pernah lagi naik pesawat kalo lagi liburan ke suatu tempat. Gue langsung mengingat betapa enaknya waktu itu naik pesawat, makanan dan minuman yang disediakan enak, boleh tambah lagi, kursi pesawat yang nyaman, perjalanan udara yang selalu gue rasa selalu aman baik pergi maupun pulangnya, pramugari-pramugari yang cantik bin ramah, dan jelas pilotnya juga ganteng! Ahay, gue mendadak kangen naik pesawat lagi, udah lama juga gue pergi keluar kota nggak naik pesawat. Beda sama almarhum Papa yang pekerjaannya membuat beliau harus keluar kota dan harus naik pesawat setiap beliau bepergian, begitu juga dengan kakak cowok gue yang bekerja sebagai reporter, yang membuat dia sebulan sekali bisa berkali-kali naik pesawat demi pekerjaannya.

Setelah sedikit bernostalgia, gue jadi kebayang sama sahabat-sahabat gue yang selama ini selalu main dan travelling bareng. Gue jadi mikir, ‘kapan ya kita bisa travelling naik pesawat?’, mengingat selama ini kami kalo travelling itu selalu dengan cara yang barbar. Kalo nggak nekat naik motor sendiri (padahal tujuannya jauh), naik angkutan umum seperti bus atau kereta, bahkan jalan kaki. Rasanya pengen gitu sekali-sekali naik kendaraan yang enak walaupun travelling-nya di tempat tujuan nanti itu tetep backpacker-an atau nggembel kayak biasa. Pengen banget norak di dalem pesawat (read: kegirangan yang berlebihan karena bisa naik pesawat xD), tidur, makan, minum, pipis, ngobrol, ketawa-ketawa, di angkasa (iya kita memang senorak itu, atau cuma gue? :p), dan foto-foto langit pagi saat matahari terbit atau bahkan pada saat matahari terbenam dari dalem pesawat, ah pengen banget rasanya kayak gitu bareng sahabat-sahabat gue. Dan sehabis berkhayal kayak gitu, gue spontan berbisik pada sang pencipta…

“Tuhan, suatu saat nanti izinkan aku bisa naik pesawat bareng sahabat-sahabatku, ya…”

Entah nantinya kita bakal ke luar negeri atau masih di dalem Indonesia, pokoknya gue pengen banget bisa naik pesawat bareng sahabat-sahabat gue nantinya. Tapi emang kayaknya lebih seru kalo ke luar negeri ya, sekalian aja double combo gitulah senengnya.Udah naik pesawat, perginya ke luar negeri lagi. Duh, sedap. :))

Gue ngucap gitu sambil masih memandang langit. Anjis, keliatannya lebe ya, tapi tauk dah kesambet apa gue semalem itu bisa kayak gitu itu. Tuhan itu memang hebat ya, bisa membolak-balikkin perasaan seseorang, yang awalnya tiba-tiba bisa anteng mandangin langit (langit semalem emang lagi keren sih), abis itu dilanjut nostalgia sebentar, terus berkhayal sedikit, dan diakhiri dengan sebuah impian yang secara spontan gue sampaikan ke Tuhan langsung. Asli, random banget tapi entah kenapa hati ini jadi tenang dan penuh dengan harapan suatu saat impian gue ini bisa tercapai nantinya.

Sebut gue pemimpi yang besar, karena memang itulah gue. Dari hal kecil, gue bisa memimpikan sesuatu yang besar dan kadang mustahil, ya contoh kecilnya gini ini, cuma ngeliat langit terus pada akhirnya malah mimpi pengen bisa naik pesawat bareng sama sahabat-sahabat gue. Oh ya, selain pemimpi, gue memang suka berkhayal sih. Hahahaha. Tapi dari bermimpi dan berkhayal itulah gue bisa mendapatkan apa yang gue mau dan sebelumnya gue mimpikan, gue emang nggak pernah takut untuk bermimpi besar sih, asal ekspektasi gue rendah dan usaha gue keras itu udah cukup untuk membuat gue menjadi seorang yang selalu mempunyai banyak mimpi. :)

Elah, bener-bener random banget tulisan kali ini. Yang jelas, impian gue pengen naik pesawat bareng sahabat-sahabat gue pengen banget terwujud suatu saat nanti. Semoga ada kesempatan, semoga masih ada umur, semoga semesta ikutan membantu dan Tuhan pun campur tangan.

Terima kasih sudah membaca tulisan random gue hari ini, semoga tulisan ini suatu saat bisa menjadi pengingat gue kalo gue punya impian ini dan harus diwujudkan suatu saat nanti! :)

24 Juni 2015
Natalia Bulan Retno Palupi
Perempuan gemar berkhayal dan memiliki segudang mimpi.



20 komentar:

  1. mampir gaes ke blog saya
    http://krndiblits.blogspot.com/

    BalasHapus
  2. Semoga terkabul.. Aamiin..
    Gue belum pernah naik pesawat *curhat*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiin, terima kasih, yaaa.
      Semoga lu juga bisa naik pesawat deh ya suatu saat nanti. :D

      Hapus
  3. Karena berkhayal dan bermimpi itu menyenangkan *tossss*

    BalasHapus
  4. Seruuuu pastinya mbak, travelling naek pesawat bareng sahabat..
    Aku pernh ke bali bareng sahabat, naek kereta ekonomi yg fasilitasnya begitu, tp karena bareng sahabat, naek kereta ekonomi berasa naek exclusive...seru seneng happy..
    Smoga mimpinya terwujud mbak..amin :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaaa seru dan happy banget kaakk, aku juga pernah travelling naik kereta ekonomi sama sahabat-sahabatku, yang belum ya naik pesawat ini. Nggak kebayang happy-nya gimana. :))
      Amin, terima kasih ya, kaakk. :DD

      Hapus
  5. Semog terkabul ya! Btw, salam kenal juga! Mampir2 juga ya!

    Salam,
    Jevon Levin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amiiinn! Sama-sama, salam kenal juga. Siaaapp juga yaa.

      Salam,
      Natalia Bulan

      Hapus
  6. huaaaa ku ngeri naik pesawat, (takut ketinggian)

    BalasHapus
  7. Mulai nabung dari sekaraaaang.. :D

    BalasHapus

  8. -----------------------------------------------------------------------
    ds DEWASTREAMING MOVIE
    DEWA MOVIE
    FILM ONLINE STREAMING
    NONTON MOVIE ONLINE
    FILM DEWASA ONLINE MOVIE
    NONTON FILM SEMI STREAMING
    -----------------------------------------------------------------------------------------------

    BalasHapus

Berkomentarlah dengan kata-kata yang baik, maka gue juga akan menanggapinya dengan baik. Terima kasih sudah membaca postingan gue dan blogwalking di sini. Terima kasih juga sudah berkomentar. Have a great day, guys! Godblessya!