(Anggap Saja) Jalan-Jalan di Magelang
magelangonline.com |
Pada tanggal 11 Juni
2015, gue bersama 2 sahabat gue Eres dan Tiya berencana untuk pergi ke
Magelang. Bukan, kali ini kami ke Magelang bukan buat main-main, tapi buat
ngurusin laporan magang kami yang belum kelar dari tahun lalu *mahasiswa macam
apa kami ini*. Karena tahun lalu kami berempat (ditambah Mbak Icak) itu magang
di salah satu Daya Tarik Wisata yang ada di Kota Magelang, yaitu Taman Wisata
Kyai Langgeng.
Kami harus ke Taman
Wisata Kyai Langgeng lagi karena kami belum mendapatkan tanda tangan pihak
mereka di lembar pengesahan laporan magang kami. Magang di sana itu waktu kami
semester 4, dan belum sempet menyelesaikan laporan magangnya karena di semester
5 itu kami harus magang lagi dan itu selama 6 bulan. Magang semester 5 ini kami
berempat mencar sendiri-sendiri. Gue di Jakarta, Eres dan Tiya di Magelang lagi
(nggak di Kyai Langgeng lagi, tapi di Candi Borobudur), sedangkan Mbak Icak
tetep di Semarang, jadi nggak ada lah waktu kami berempat buat bertemu dan
menyelesaikan laporan magang kami di Taman Wisata Kyai Langgeng ini.
Akhirnya, setelah
menunda-nunda, kami berempat sepakat untuk segera berangkat ke Magelang agar
nilai praktik kami juga bisa keluar kalo laporan magang sudah selesai. Tapi
sayangnya, yang bisa berangkat ke Magelang cuma gue, Eres, dan Tiya. Mbak Icak
nggak dibolehin keluarganya karena melihat kami bertiga berangkat ke Magelang
itu mau mengendarai motor sendiri tanpa ada kawalan dari temen-temen cowok.
Yasudahlah, daripada memaksakan kehendak, dengan berat hati kami bertiga aja
yang berangkat.
Yaudah deh, Kamis 11
Juni 2015 malem, gue sama Tiya nginep di rumahnya Eres yang terletak di
Ungaran, Kabupaten Semarang. Kami sengaja nginep di rumahnya Eres karena kami
bertiga mau berangkat ke Magelang subuh, pas jalanan sepi nggak terlalu banyak
kendaraan-kendaraan gede yang ganggu kami. Hehehe. Tapi yaa, kalo udah yang
namanya ketemu sama sahabat, pasti ada aja kelakuan buat ngabisin waktu bareng,
bahkan kemarin itu sempet nongkrong di kafe bareng sampe malem, abis itu pulang
ke rumahnya Eres masih sempet nonton tv sama ngobrol sampe tengah malem. Kayak
nggak inget kalo besoknya mau berangkat subuh dan berasa bisa bangun pagi aja
deh. Heuheuheu.
Jumat, 12 Juni 2015,
pukul 04:00
Eres udah bangun duluan
dan siap-siap dengan bawaan yang dia bawa. Setelah beres dan dia udah
bersih-bersih badan, Eres mulai membangunkan gue dan Tiya. Gue pun bangun
beberapa menit kemudian setelah Tiya bangun, itu juga karena Eres yang maksa
gue bangun. Kalo nggak kayak gitu kayaknya gue bakal tetep tutupan selimut
saking masih enak hawanya buat tidur. Setelah bangun dan nyawa bener-bener
kekumpul, akhirnya Eres nyuruh gue dan Tiya buat bersih-bersih badan tanpa
perlu mandi, karena udaranya dingin nauzubillah bin zaliq. Setelah gue dan Tiya
selesai bersih-bersih badan, kami bertiga pun mulai ngecek barang-barang bawaan
kami masing-masing dan mulai siap-siap berangkat. Dan di awal rencana itu
seharusnya gue mengendarai motor sampe Magelang akhirnya diubah jadi Tiya yang
mengendarainya. Gue disuruh jadi penumpang aja, mengingat udara yang emang lagi
dingin banget, jadi Eres dan Tiya melarang gue buat bawa motor sendiri karena
takut asma dan alergi dingin gue kambuh di tengah perjalanan, orang gue disuruh
dobelin jaket biar nggak teralalu kedinginan nanti di jalan. Ah, padahal pengen
banget gue bawa motor sendiri ke luar kota, tapi ya sudahlah, bersyukur ada 2
sahabat yang mengkhawatirkan keadaan gue kalo maksain kemauan.
Pukul 04:30 tepat,
kamipun berangkat meninggalkan Ungaran. Gue bonceng Eres sedangkan Tiya
mengendarai motor gue. Sebelum benar-benar meninggalkan Ungaran, kami pun
mengisi bensin untuk kendaraan masing-masing. Setelah dari SPBU, barulah
benar-benar perjalanan kami dimulai. Sebut kami anak-anak nekat, di mana
berangkat ke luar kota dengan mengendarai motor, cewek semua, dan berangkat
saat subuh, saat langit masih gelap gulita dan belum ada aktivitas manusia di
sekitar kami. Tak apa, kami menikmati
kenekatan kami ini bersama-sama, mumpung masih muda, kapan lagi bisa kayak gini
sama sahabat terdekat? Toh, kami memiliki Tuhan yang selalu menjaga dan
melindungi kami di manapun kami berada kan? Jadi nggak perlu takut-takut banget
deh, yang penting sudah berdoa, minta izin sama orang tua, dan berhati-hati di
jalan. Hihihi.
Dan bener aja kata
Eres, udara yang saat itu lebih dingin dari biasanya membuat alergi dingin gue
kambuh, untung asmanya enggak sih. Asli dingin banget waktu itu, nggak perlu
sampe Magelang, udah sampe Ambarawa aja alergi dingin gue udah kambuh. Badan
gue udah merah dan bentol-bentol karena alergi dingin gue. Selain itu, tangan
gue yang nggak pake sarung tangan jadi mati rasa karena dingin, kaki gue juga
padahal udah pake celana panjang, kaos kaki, dan sepatu, mati rasaaaaa, cooyyy.
Dan padahal gue juga udah pake 2 jaket ya, tapi dinginnya tetep nusuk ke badan
gue, alamak tumben banget ini dinginnya kayak giniiii. Ya untunglah gue beneran
nggak bawa motor sendiri, gimana jadinya kalo gue yang bawa motor gue itu,
boncengan aja gue udah heboh garuk sana garuk sini gara-gara alergi, apalagi
kalo bawa motor sendiri, nyampe Magelang mungkin tahun 2058 kali ah.
Sekitar pukul 06:30
kami udah sampe di Kota Sejuta Bunga, Kota Magelang, lebih tepatnya juga udah
nyampe di kos-kosan Mbak Sendy, kakak perempuannya Eres, tempat kami nginep di
Magelang yang terletak di jalan Mertoyudan. Akhirnya penderitaan gue akibat
alergi dingin mulai berkurang. Kami bertiga langsung istirahat di dalam kamar
kos, merebahkan badan dan meregangkan kaki. Kami mau santai-santai dulu sebelum
menjalankan rencana yang udah kami susun di Semarang, sambil ngobrol-ngobrol
sama Mbak Sendy juga yang udah lama nggak ketemu dan pagi itu dia juga lagi
siap-siap buat berangkat kerja. Selain itu juga guling sana guling sini, beres-beresin
barang bawaan, dan mulai mandi pagi yang diawali dengan Eres duluan. Gilak,
dinginnya kayak gitu udah siap mandi aja itu anak.
Sekitar pukul 09:00,
kami bertiga udah pada mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke Taman Kyai
Langgeng. Rencananya hari itu kami tidak hanya mau ke Taman Kyai Langgeng sih,
tapi juga ke Candi Borobudur, sekalian Eres sama Tiya ngurus berkas-berkas
magangnya juga di sana. Jadi target kami sehari itu harus selesai semua urusan
magang kami, jadi hari-hari besoknya kami bisa santai kalo mau main
kemana-mana. Hehehe. Udah siap semua, berangkatlah kami ke Taman Kyai Langgeng,
kali ini gue boleh bawa motor gue sendiri karena udaranya udah bersahabat dan
jarak tempuhnya juga nggak jauh-jauh amat. Pukul 09:30 kamipun udah sampe di
Taman Wisata Kyai Langgeng, laporan dulu sama satpam yang menjaga baru kami
memarkirkan motor kami di tempat parkir motor kantor administrasinya Taman Wisata
Kyai Langgeng. Setelah itu kami bertiga pun bergegas untuk masuk ke kantor
administrasinya untuk bertemu para pembimbing magang kami di sana. Kami
langsung masuk kantornya karena malem sebelumnya kami sudah janjian ketemuan di
kantor via SMS. Dan begitu kami samp
di dalem kantor, langsung aja deh itu ibu-ibu pegawai di sana langsung heboh
ketemu kami bertiga. Dan sayangnya gue nggak terlalu inget nama dari
masing-masing mereka ini, ingatan gue memang buruk, yang gue inget cuma Bu
Nunung dan Pak Pon yang dulu sering banget gue bantuin kerjaannya pas masih
magang kerja. Dan pagi itu kami juga bertemu Bu Nunung yang dulu jadi
pembimbing magang kami bertiga. Langsung deh, kami mengutarakan maksud
kedatangan kami bertiga di sana. Bu Nunung pun manggut-manggut dengan maksud
kami bertiga dan meminta laporan magang kami untuk dibaca terlebih dahulu. Kami
berharapnya saat itu juga Bu Nunung bisa ya tanda tangani lembar pengesahan
laporan magang kami, eh ternyata enggak, gaes. Bu Nunung merasa harus ada yang
dikoreksi dan diperbaiki, selain itu beliau juga harus memastikan siapa yang
harus menandatangani lembar pengesahan laporan magang kami. Dan Bu Nunung pun
menyuruh kami untuk menemui Bu Yanti, Kepala Bagian Umumnya Taman Wisata Kyai
Langgeng. Akhirnya dihubunginlah Bu Yanti sama Bu Nunung, tapi sayangnya pagi
itu Bu Yanti lagi keluar kantor buat keliling Taman Wisata Kyai Langgeng.
Eseweleh, kami harus menunggu beliau sampe kantor lagi deh, padahal Taman
Wisata Kyai Langgeng itu nggak kecil, pasti membutuhkan waktu yang lama buat
keliling taman itu. Yaudah deh, kami bertiga berinisiatif buat nyari Bu Yanti
yang lagi berkeliling di taman, siapa ketemu di tengah-tengah kan? Heheu.
Kami pun bergegas
meninggalkan kantor dan menuju taman, kami nggak tahu harus jalan kea rah mana
karena Taman Wisata Kyai Langgeng luas banget dan kami nggak tahu keberadaannya
Bu Yanti di mana. Yaudah, kami bertiga pun memutuskan untuk pergi kea rah loket
penjualan tiket, siapa tahu Bu Yanti ada di sana kan? Langsung cus deh, kami
ketemu lagi pegawai-pegawai yang kami kenal selama magang, ngobrol sebentar di
sana, dan gue amnesia lagi masalah nama-nama mereka semua ini. Dan kami
menceritakan maksud kami berada di Taman Kyai Langgeng pagi itu dan pengen
ketemu Bu Yanti tapi beliau belum kembali ke kantor. Yaudah deh, kami bertiga
malah dibantu Pak Djuga, beliau ngasih nomor teleponnya Bu Yanti ke kami dan
disuruh untuk menghubunginya langsung aja kalo nggak mau nunggu lama. Puji
Tuhan, Bu Yanti bisa dihubungi dan ternyata Bu Yanti udah ada di kantor lagi.
Langsung deh kami sebelumnya mengucapkan terima kasih dulu pada Pak Djuga dan
pamitan pada beberapa pegawai di sana untuk pergi ke kantornya Bu Yanti. Sesampainya
di kantor kami langsung bertemu dengan Bu Yanti dan mengutarakan maksud kedatangan
kami dan menyodorkan laporan magang kami untuk diperiksa. Puji Tuhan, kata Bu
Yanti laporan kami sudah cukup bagus dan tinggal ditanda tangani aja, dan Puji
Tuhannya lagi, Bu Yanti bersedia untuk menandatangani lembar pengesahan laporan
magang kami. Uyeeeeee, tinggal sedikit lagi urusan kami di Taman Kyai Langgeng
bakal selesai ini. Tapi sebelum ditandatangani, Bu Yanti meminta laporan kami
ini untuk difoto kopi terlebih dahulu, agar nanti satu laporan bisa untuk pihak
Taman Wisata Kyai Langgeng. Langsung tanpa babibu, kami pun mencari tempat foto
kopian deh. Nggak butuh waktu lama, akhirnya kami balik lagi ke Taman Wisata
Kyai Langgeng dan menemui Bu Yanti, dan tanpa banyak omong lagi Bu Yanti pun
menandatangani lembar pengesahan laporan magang kami, Puji Tuhaaaann tinggal
minta tanda tangan Direktur Taman Kyai Langgeng-nya aja ini. Udah deh, kami
bertiga pun langsung mengucapkan terima kasih pada Bu Yanti dan sekalian pamit,
kali ini kami harus bertemu Pak Pon lagi untuk meminta tolong menyerahkan lembar
pengesahan laporan magang kami untuk ditanda tangani Direktur Taman Wisata Kyai
Langgeng. Tuhan memang menyertai kami bertiga, Pak Pon pun mengiyakan
permintaan tolong kami bertiga, tapi tidak bisa menjanjikan hari itu juga bisa
ditanda tangani Direktur karena beliau lagi sibuk, esok harinya mungkin bisa
kami ambil laporan magang kami dengan sudah ada tanda tangannya Direktur Taman
Kyai Langgeng. Kami pun ngggak masalah, karena berarti besok paginya kami bisa
mengambilnya lagi. Yaudah deh, kami tinggalkan laporan magang kami di Pak Pon,
dan kelarlah urusan kami di Kyai Langgeng siang itu, lalu pamitan dengan
segenap pegawai-pegawai Taman Wisata Kyai Langgeng di sana dan melanjutkan
perjalanan kami menuju ke Candi Borobudur. Senang! :D
Pukul 12:00 tepat kami
pun sampe di kawasan Candi Borobudur. Karena Eres dan Tiya harus mengunjungi
kantor administrasinya dulu, jadi kami pun memarkirkan motor di Manohara Hotel,
karena kantor administrasinya ada di sana. Lagi-lagi sebelum masuk ke tempat
parkir motor, kami laporan dulu kepada satpam yang menjaga di sana baru
diperbolehkan masuk. Udah parkir motor, kami bertiga bergegas untuk masuk ke dalam kantor adminstrasi yang
suasananya tuh enak dan adeeeem banget, tempatnya keren dan aksen Jawanya
kental banget di sana. Gue makin seneng deh ini, kapan lagi ke daya tarik
wisata tapi gratis semua. Muehehehe. Saat di kantor administrasinya Candi
Borobudur, gue enggak terlalu memerhatikan apa yang Eres sama Tiya urusin sih,
yang gue tahu mereka di sana mau ambil sertifikat magang, penilaian, dan
beberapa data penting yang dipake untuk melengkapi laporan magang mereka.
Mereka berdua berkonsultasi sama pembimbing magang mereka yang bernama Mbak
Ruri, yaudah mereka bertiga sibuk sendiri sedangkan gue asik wi-fi-an sambil nunggu
urusan Eres dan Tiya kelar.
Nggak butuh waktu lama,
ternyata urusan mereka udah kelar aja nih. Jadi Puji Tuhan, satu hari itu
urusan dan kebutuhan laporan magang kami udah selesai semuanyaaaa. Tinggal main
dan jalan-jalannya aja nih. Hehehe. Dan lalu karena kami bertiga enggan pulang
dan mumpung masuk Candi Borobudur gratis, akhirnya kami menghabiskan siang kami
untuk berjalan-jalan di sana deh, sekalian Eres dan Tiya yang pengen
bersilahturahmi dengan pegawai-pegawai yang ada di Candi Borobudur. Gue diajak
berkeliling di sana dan dijelasin banyak hal tentang Candi Borobudur layaknya gue wisatawan sedangkan Eres dan
Tiya itu pemandu wisata gue. 3 bulan magang di Candi Borobudur cukup membuat
mereka hapal seluk beluk dan sejarah-sejarah Candi Borobudur yang ada. Gue
seneng, seneng banget bisa menghabiskan waktu bersama dua sahabat kesayangan
gue ini, sayang nggak ada Mbak Icak, kalo dia ada mungkin kebahagiaan kami
siang itu lebih komplit kali yaa. :’)
Gue diajak keliling
dari pintu masuk turis manca Negara, lalu ke museum-museum yang ada di Cand
Borobudur, dan sempet istirahat sejenak di salah satu museum di Candi
Borobudur. Lalu melanjutkan lagi ke Museum Kapal di Candi Borobudur. Ini nih
yang menarik buat gue, di museum ini menampilkan kapal besar peninggalan gitu,
gue dijelasin sama sahabat gue Tiya Chan Ca'em ini (dibuka link-nya biar lo makin terpesona! :p), kalo kapal yang ada di museum itu adalah
kapal yang digunakan untuk ekpedisi dari Jakarta ke Ghana. Ekspedisi itu
dilatar belakangi oleh Phillip Beale cowok bule berasal dari Inggris yang datang
ke Indonesia dan mengunjungi Candi Borobudur. Phillip terkesima dengan relief
kapal yang ada di Candi Borobudur dan berpikir bahwa nenek moyang Indonesia itu
keren, awesome, dan hebat. Udah bikin
kapal dan melakukan pelayaran sebelum abad 8. Maka dari itu Phillip Beale
tercetus ide untuk mencari sponsor untuk pembuatan kapal dan melakukan tapak
tilas dengan kapal yang mirip dengan yang ada di relief Candi Borobudur. Nama
kapal ini, Kapal Samudra Raksa, yang mempunyai arti dalam Bahasa Inggris yaitu ‘Guardian of Ocean’ atau penjaga laut
atau Dewa Laut. Kapal ini murni dibuat dari kayu, semua sudut, semua bentuk,
terbuat dari kayu dan cuma bermodalkan layar untuk melakukan perjalanan laut.
Ekspedisi ini berlangsung selama 8 bulan pada tahun 2004, dan barang-barang
yang mereka bawa selama ekspedisi itu bener-bener barang-barang tradisional,
karena mereka memang bener-bener mau merasakan tapak tilas nenek moyang, jadi
nggak ada tuh yang namanya teknologi canggih apalagi gadget-gadget modern yang mereka bawa dalam ekspedisi ini.
Kapasitas kapal ini cuma 16 orang, tapi total orang yang ikut ekspedisi ini ada
27 orang. Selama perjalanan ada yang naik ada yang turun untuk ganti-gantian.
Lalu, begitu sampe di Ghana, kapalnya ini langsung dibawa pulang ke Indonesia
dalam bentuk sudah pisah-pisah kayak puzzle
gitu. Dibawa gitu karena ada beberapa bagian kapal yang rusak dan cuma bisa
diperbaiki menggunakan getah dammar yang cuma ada di Indonesia. Setelah sampe
di Indonesia, kapal itu dirakit kembali dan diletakkan di Candi Borobudur
bersamaan dengan pendirian Museum Kapal Samudra Raksa di Candi Borobudur. Jadi
begitulah penjelasan singkat dari sahabat gue Tiya, gue manggut-manggut ngerti
waktu dia menjelaskan itu semua dan terkesima dengan kapal gede yang ada di
hadapan gue saat itu. Kalo lo mau lebih jelasnya, mending langsung ke Candi
Borobudurnya deh terus cari yang namanya Museum Kapal Samudra Raksa di sana, di
museum itu lo bakal dibikin kagum sama kapal yang sengaja diletakin di sana dan
bisa dapet penjelasan lebih rinci dan detail lagi di sana, selain ada kapal,
ditampilkan juga barang-barang yang dibawa pada saat ekspedisi ini, dan
wisawatan diperbolehkan masuk ke kapal ini dengan biaya Rp.100.000,-/orang.
Kenapa mahal? Karena perawatan kapal ini yang tidak sembarangan dan wisatawan
harus diawasi ketika masuk kapal ini, agar tidak ada tangan-tangan usil yang
merusak kapal ini, atau tindakan tidak baik lainnya. Keren kan? Ke museum ini
gih biar tahu sejarah keren kayak gini, atau mau dikenalin sama sahabat gue
Tiya yang udah jago banget sama sejarah-sejarah yang ada di Candi Borobudur
ini? Muahaha.
Waktu itu gue enggak sempet foto, gue ambilin dari indonesianship.com aja yaa. :D |
Udah puas berkunjung di
Museum Kapal, kami bertiga pun bergegas ke daya tarik utamanya, yaitu Candi
Borobuduuur! Uhuy! Waktu itu jam sudah menunjukkan pukul 14:00 dan kami bertiga
belum makan siang sama sekali. Gue laper sih, laper banget malah, tapi kalo
udah kumpul sama 2 sahabat sarap gue ini, laper pun rela gue tahan buat
seru-seruan bareng sama mereka. Yang penting kami bertiga seneng, bahagia, dan
menghabiskan waktu bersama. Selama jalan-jalan bareng, nggak pernah kami
berhenti ketawa ngakak, ada aja yang kami obrolin, ada aja yang jadi bahan bully-an, ada aja yang bikin kami
berantem-berantem lucu, ada aja lagu-lagu yang kami nyanyiin keras-keras
bertiga, tuh gitu itu, gimana mau inget laper sama capek kalo udah kayak gitu
kelakuannya? Ya kan? Hahaha. Ya gitu, kami menikmati setiap perjalanan kami,
setiap waktu bersama kami, saat jalan dari Museum Kapal menuju Candi Borobudur
aja kami bertiga dengan pedenya nyanyi-nyanyi nggak jelas di tengah jalan,
joget-joget karena nyanyiannya juga, sok asik gitulah, berasa dunia milik kami
bertiga dan sabodo amat sama yang ngeliatin kelakuan kami bertiga siang itu.
Muahahaha.
Beda pada saat di Kyai
Langgeng, kami nggak banyak foto-foto di sana, sedangkan di Candi Borobudur
kami banyak foto-foto, banyak bangetlah sampe berhasil bikin HP kami
masing-masing lowbatt seketika. Dari
bawah sampe puncak Candi Borobudur ada aja foto-foto yang kami ambil dan itu
semua asbsurd. Maklumlah, kami nggak
terbiasa hidup normal kayaknya. Ehe. Ehehe. Ehehehe.
Ini di lorong mana yaa.... |
Candi Borobudur, gaeesss. |
Foto dulu sebelum ke puncak! |
Ngapain, ndud? xD |
Candid banget ya? |
Jalan-jalan... |
2 sahabat sarap gueh. :D |
Foto ala-ala feeds Instagram. |
Mbuh, ini ngapain (?) |
Maunya foto loncat, eh yang kejepret begindang.. |
Kita di Borobudur loh! |
Tuh stupa-stupanyaaaa... |
Tuh rame kaaannn? |
Pemandangannya juga oke looh! |
Borobudur memang woke! |
Ngapain? |
Foto ala-ala feeds Instagram (2) |
Foto ala-ala feeds Instagram (3) |
Foto ala-ala feeds Instagram (4) |
Pulang... |
Pemandangan di sekitar Candi Borobudur |
Cantik ya? *makasih* |
Keindahan Indonesia mana lagi yang kau dustai, dek? |
Nggak kerasa, kami udah
berjam-jam di Candi Borobudur, dan kayaknya perut udah nggak kuat buat dicuekin
terus. Waktu itu jam menunjukkan pukul 16:00, langsung deh kami turun candid an
segera mencari makan. Pilihan kami pun jatuh di Ayam Kremes yang berjualan di
Alun-Alun kota Magelang. Ayam Kremes ini makanan favoritnya Eres dan Tiya,
katanya ini ayam kremes paling enak sejagat raya dan gue harus mencobanya.
Pukul 16:45 kami tiba di Alun-Alun Kota Magelang, dan langsung memesan Ayam
kremes favorit 2 sahabat gue itu dan minta duduk lesehan di taman alun-alun.
Kami bertiga yang capek banget karena seharian di jalan, seharian bawa motor
dan jalan kaki, langsung terkapar di lesehan, rebahan di tikar yang disediakan
itu menjadi kenikmatan surga dunia buat kami bertiga. Sempet tidur juga kami
bertiga tuh di lesehan dan bodo amat sama orang-orang yang ada di alun-alun
terus ngeliatin kami. Hahaha. Terbangun pas waktu mas-mas ayam kremesnya dateng
dengan pesenan kami. Gue nggak sabar buat ngicipin ayam kremes ini yang katanya
enak banget, pengen membuktikan beneran enak apa enggak sih ini ayam kremes.
Ayam goring kuning yang dibalut dengan kremesan yang super banyak itupun mulai
menggoda gue dan gue mulai mencolek *mencoleeekk* daging ayamnya dan memasukkan
ke dalam mulut. Dan ajiiiibbb, ini ayam kremes asli enak banget, gurihnya pas,
gedenya pas, dan empuk banget waktu dikunyah, ditambah lagi kremesannya yang
banyak banget sampe numpuk, beuh! Asli enaaak bangeeett. Sayangnya, gue bukan
penganut sebelum makan fotoin makanan dulu, jadi gue enggak foto ini makanan
endues dan nggak bisa pamer di sini. Jadi kalo lo ke Magelang, perlulah mencoba
ayam kremes ini, cari aja di Alun-Alun Kota Magelang, kayaknya yang jualan ayam
kremes hanya dia seorang jadinya gampang kalo nyariin. Masalah harga? Tenaaang,
kami kalo jajan nggak pernah yang mahal-mahal karena kami sadar kami ini cuma
butiran debu yang nggak punya banyak duit, untuk makan kenyang dengan ayam
kremes ini + nasi putih hangat + es teh manis, kami hanya perlu merogoh
Rp.10.000,- mureeeee banget kaaan?? Heueheuheu. Setelah puas makan, perut
bahagia, dan cukup ngobrol kami pun lanjut pulang ke kosan untuk beristirahat,
bersih-bersih badan, nggak kemana-mana lagi, ngobrol, ngemil, lalu tidur. Satu
hari itu bener-bener bahagiiiiaaaaaaa. :D
Sabtu, 13 Juni 2015
Di hari Sabtu ini kami
nggak berhasrat kemana-mana karena efek
capek masih kerasa, cuma tinggal ke Taman Wisata Kyai Langgeng buat ambil laporan
magang kami. Akhirnya karena masih enak tidur-tiduran, kami pun sengaja ke
Taman WIisata Kyai Langgeng agak siangan sekalian makan siang, toh udah SMS Pak
Pond an laporan magang kami udah beres. Santai-santai dulu lah kami, dan baru
pukul 10:00 kami mandi dan berangkat ke Taman Wisata Kyai Langgeng. Sesampainya
di sana pun kami juga nggak berlama-lama, cuma ambil laporan magang lalu pamit
pulang lagi. Abis dari Taman Wisata Kyai Langgeng pun kami bertiga ke alun-alun
lagi buat cari makanan. Pilihan kami siang itu adalah kupat tahu Magelang.
Kupat tahu Magelang ini beda kayak kupat tahu yang biasa gue makan. Kupat tahu
yang biasa gue makan biasanya pake bumbu kacang yang kental sama kayak bumbu
pecel dan gado-gado, tapi kupat tahu yang gue makan kali ini memang pake bumbu
kacang, tapi bentuknya mirip kayak kuah pempek, warna coklat gelap gitu, encer,
dan manis. Enak juga kupat tahunya dan paling penting murah! 1 porsinya cuma
seharga Rp.6000,00. Dan siang itu gue juga ngicipin es buah yang dipesan Eres
dan Tiya, gue sendiri cuma pesen es teh buat minuman gue, biar ngirit. Eheheh. Es
buahnya kalo nggak salah harganya Rp.7000,00/porsinya. Bahagia lagi deh perut
kami siang itu dan nggak berlama-lama di sana dan langsung pulang kosan lagi
karena ngantuk dan badan masih pegel-pegel karena efek kecapekan. Yaudah deh,
begitu sampe kos, kami bertiga langsung tidur siang. Bangun pas agak sorean
karena Mbak Sendy mau ngajak kami main bareng. Hehehe.
Kami baru bener-bener
pergi lagi setelah Maghrib, tujuan kami ke Armada Town Square, atau yang biasa
disebut Artos. Artos itu mall besar yang ada di Magelang, yaudah deh kami
berempat cuma jalan-jalan di sana. Sempet dijajanin Mbak Sendy waffle dan main ABC Lima Dasar berempat.
Waktu di Artos kami nggak terlalu banyak jalan-jalan sih, ya lamanya gara-gara
main ABC Lima Dasar itu, main sampe capek ngakak, bego-begoan bareng, terus
nggak lupa selfie dong. Hehehe. Dan
nggak kerasa jam udah menunjukkan pukul 22:00, kami belum makan malam dan
akhirnya memutuskan pulang deh. Sebelum ninggalin Artos, gue, Eres, dan Tiya
sempet membelikan Mbak Icak oleh-oleh, yaah gelang persahabatan gitu deh,
lumayan bagus dan murah, terus bisa dipake bareng-bareng. Kan lucuk. Hihi. Dan
sebelum pulang ke kosan, gue sama Mbak Sendy beli makan malem dulu barulah kami
pulang ke kosan. Dan malem itu jadilah malem terakhir kami bertiga di Magelang.
Menyenangkanlah pokoknya. :))
Minggu, 14 Juni 2015
Pukul 06:00 kami
bertiga baru bangun, padahal rencana kami mau pulang subuh lagi sama kayak
waktu kami berangkat ke Magelang. Yaudah deh, langsung kami bersih-bersih
badan, ngecek barang, siap-siap pulang, lalu pamit sama Mbak Sendy deh.Lagi-lagi
gue nggak dibolehin Eres dan Tiya buat bawa motor sendiri karena udaranya sama
kayak waktu kami bertiga berangkat ke Magelang, malah lebih dingin lagi karena
pagi itu Kota Magelang diselimuti kabut. Dingiiiiinnn banget dan lagi-lagi
alergi dingin gue kumat. Elah. Yaudah deh, abis itu gue enggak peduli alergi
gue kumat karena gue ngantuk total dan ketiduran di kursi belakang. Kebangun
kalo motornya Eres masuk lubang, atau kalo gue mau ngejeblak ke belakang
gara-gara gue tidur tapi gue enggak pegangan Eres sama sekali. Muahaha. Yaudah,
tidur mulu sampe nyampe di Ungaran, di rumahnya Eres, baru bangun pas mesin
motornya dimatiin Eres. Huahahah.
Sampe di rumahnya Eres
pun gue juga tidur lagi sampe jam makan siang, abis itu malah mager pulang,
tapi laper dan lagi ngidam pasta di kafe deket rumahnya Eres, yaudah deh makan
malem di kafe itu berdua dan abis itu baru gue beneran pulang. Sampe rumah
sekitar pukul 19:30. Selesai sudah perjalanan gue hari itu juga. Puas, seneng,
bahagia, karena menghabiskan waktu bareng 2 sahabat sarap gue, walaupun sederhana,
tapi nggak terbayarkan dengan kebersamaan kami dan apapun yang udah kami
lakukan bersama. Lega, karena pada akhirnya laporan magang kami udah beres dan
tinggal ditanda tangani dosen dan rektor, lalu dijilid, dan dikumpulin deh. Ke
Magelang itu memang bukan dalam rangka main sih, tapi kalo bisa dinikmati
sedemikian rupa, jadinya tujuan kami sebenarnya itu nggak jadi beban buat kami
deh.
Dan yang paling penting
itu…
Bukan kemana tujuan lo
pergi, yang penting itu bersama siapa lo pergi ke suatu tempat dan menghabiskan
waktu bersama.
Thank God, I'm having them in my life.. |
Gue cukupkan postingan
gue di sini, comment box terbuka bagi
siapapun!
Thank
you for reading, guys! And Godblessya all!
Pictures by: My Documents
Wah, foto2ny bagus ya kakak. Apalagi yg pake baju ungu itu manis bangeeeettt :3
BalasHapus*Bau-bau spamming memuji diri sendiri* *tendang jauh-jauh*
Hapusjadi pengen ke borobudur lagi nih :D
BalasHapusKe sana lagi dong kalo ada kesempatan. :D :D
HapusWiiii.. Senengnya bisa liburan :D
BalasHapusAku pas ke Magelang cumak ke Borobudur doank.. Huhuhu.. :'
Itu sebenernya bukan liburan, sih. Hahaha.
HapusWaah, lain kali explore Magelang, seru loh! :D