Rabu, 14 Oktober 2015

Maestrologic 2 “Take Only Memories Leave Only Footprints”

www.bemfkums.org

Kali ini, gue pengin sharing pengalaman gue yang mengikuti sebuah acara seminar bareng sahabat gue, Eres. Seminar yang bertemakan tentang fotografi dan traveling yang memang sesuai dengan jurusan kuliah gue. Walaupun sebenernya tujuan utama gue ikutan seminar ini adalah mau ketemu idola kesayangan gue sepanjang masa, Denny Sumargo. Karena udah lama juga gue nggak ketemu doi, terakhir ketemu juga akhir Januari lalu pas acara gala premier filmnya. Seminar ini diadakan oleh mahasiswa jurusan FK UMS (Universitas Muhammadyah Surakarta) dan bertempat di The Alana Hotel Solo, diadakan pada tanggal 11 Oktober 2015, yang notabene itu adalah tanggal ulang tahunnya DenSu. Jadi kebayang dong betapa penginnya gue ikut seminar ini karena pengin ketemu DenSu pas hari bahagianya dia? Hahaha. Tapi untuk postingan ini gue mau menceritakan seminarnya terlebih dahulu, kalo cerita tentang ketemu DenSunya, bakal gue ceritain di postingan selanjutnya. Heuheu.




Karena lagi bokek tapi pengin ketemu DenSu, akhirnya gue sama Eres beli tiket seminarnya yang kelas Silver, tiket paling murah yang dijual oleh panitianya. Selain tiket Silver, ada tiket Gold dan Diamond, tapi harganya cukup bikin gue nangis waktu ngeliatnya, memang sih perbedaannya di fasilitasnya, tapi tetep aja gue nggak mampu mau beli Gold atau Diamond. Hiks. Yaudah deh, untung masih ada kelas Silver yang masih terjangkau untuk gue dan Eres, bodo amat mau jauh dari panggung, yang penting gue bisa ketemu DenSu, toh selesai acara gue udah ada rencana bikin surprise ulang tahun buat DenSu bareng fansbase-nya, jadi nggak perlu khawatir kalo gue nggak bisa foto sama DenSu. Huahaha. H-21 gue beli tiketnya karena takut kehabisan.

Hari-H, 11 Oktober 2015, gue sama Eres berangkat dari Ungaran naik motor sekitar pukul 05:15 dan sampai di The Alana Hotel sekitar pukul 07:08. Eres emang jago kalo masalah mengendarai motor jadi kami berdua bisa on time tiba di hotelnya. Sampe di hotel pun kami berdua touch up sebentar di toilet lalu segera bergegas menuju ke tempat penukaran tiket. Setelah urusan tiket selesai, kami berdua pun masuk dan mendapatkan tempat duduk yang lumayan strategis karena kami datang lumayan awal dan belum banyak yang hadir. Seminar itu berlangsung di Ballroom-nya The Alana Hotel, tempatnya nyaman dan adem, gue dan Eres pun langsung duduk dan beristirahat sejenak setelah lelah perjalanan dari Ungaran-Solo. Sekitar pukul 08:15 acara pun dimulai, padahal di pamphlet bilangnya pukul 08:00 acara udah dimulai, ah dasar budaya yang nggak pernah ilang, suka ngaret. Heuheu.
Yuhuuuu~~


Selfie dulu pas udah nyampeeee.

Acara diawali dengan pembukaan dari panitia seminar dan dosen UMS. Dari awal acara, sejujurnya gue dan Eres udah ngerasa kalo pembawa acaranya rada-rada garing gimanaaaa gitu ditambah peserta yang hadir ternyata sepi banget, men. Kursi-kursi kelas Gold yang ada di depan gue banyak yang kosong. Yaudah deh, gue sama Eres mencoba untuk menikmati acaranya terlebih dahulu. Dan nggak lama kemudian setelah rangkaian sambutan sudah selesai, pembawa materi yang pertama pun masuk, yaitu Alexander Thian. Kalo yang sering main Twitter pasti tahu doi siapa. Salah satu selebtweet gokil, yang kerjaannya suka jalan-jalan ke sana kemari, yang hobinya pamer foto-foto bagus, pecinta gratisan, blogger kece, dan penulis buku juga. Gue pun termasuk salah satu followers-nya Alexander Thian ini dari zamannya dia suka nge-tweet pake hashtag #mimisantigagalon, #lopelopediudara, #shamelesspromote dan beberapa hashtag hits lainnya, dan karena gue suka baca tweet-nya yang kadang lucu, kadang suka cerita gokil, cerita percintaan, kadang juga suka bikin galau dengan sajak-sajaknya. Pokoknya Alexander Thian ini salah satu selebtweet yang keren dan nggak alay menurut gue. Dan di seminar ini, Ko Lexy panggilan unyunya Alexander Thian, diamanahkan untuk membawakan materi tentang fotografi ketika traveling. Selama seminar dia mengajari kita peserta seminar untuk mengetahui bagaimana mengambil gambar yang baik, tehnik-tehnik sederhana, aplikasi yang biasa digunakan untuk editing foto, pokoknya semua tentang fotografi Ko Lexy bedah di seminar itu. Saking gue fokusnya dengerin dia bawa materi, gue sampe lupa foto dia di atas panggung buat kepentingan di blog ini. Hahaha. Asyik banget pembawaannya Ko Lexy dan ternyata suara aslinya macho lho dan ternyata dia mungil juga orangnya, jadi gemes juga sama Ko Lexy ini. Hihi. Yang amat sangat disayangkan gue sama Eres itu adalah pembawa acaranya. Kenapa? Karena pembawa acaranya kurang aktif buat nanggepin jokes-nya Ko Lexy, jadi ya terkesan garing dan krik-krik gitu, dan terkadang waktu Ko Lexy masih menjelaskan satu materi, si pembawa acara tiba-tiba suka memotong pembahasannya Ko Lexy dan malah ngasih pertanyaan lain yang mengharuskan Ko Lexy menjawab tidak sesuai dengan materi yang sebelumnya belum selesai disampaikan. Dan pembawa acara ini nggak bisa membangkitkan animo peserta seminar, jadi seminar itu benar-benar hening cipta nggak ada timbal balik antara pembawa acara dengan peserta seminar. Kadang kesel juga waktu denger pembawa acaranya ngasih pertanyaan yang termasuk pertanyaan-yang-sebenarnya-tidak-perlu-dijawab-karena-semua-orang-pasti-udah-tahu ke Ko Lexy. Selain membahas tentang fotografi, Ko Lexy pun bercerita tentang pengalaman traveling-nya, tips-tips untuk mendapatkan trip gratis, dan beberapa cerita yang sebenarnya udah gue tahu karena udah pernah Ko Lexy share di Twitter. Kendalanya cuma di pembawa acaranya yang kayaknya kurang mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang tertata buat pembawa acara, untung Ko Lexy bisa bawain materi dengan cara yang menyenangkan. Hufht.

Pukul 10:00, sesi untuk Ko Lexy selesai dan dilanjutkan dengan Coffe Break. Gue yang dari pagi belum sarapan pun langsung mengisi perut dengan snack yang disediakan oleh panitia. Ngopi dan ngemil-ngemil cantik deh gue sama Eres sambil ditemani oleh penampilan band akustik dari UMS. Sekitar pukul 10:30, seminar pun dilanjutkan, dan ini nih pembawa materi yang ditunggu-tunggu, udah bener-bener nggak sabar ngeliat doi nongol di atas panggung. Udah bodo amatlah sama pembawa acaranya, pokoknya pengin cepet liat DenSu di atas panggung, dan begitu doi dipanggil masuk ke dalam ballroom, semua peserta langsung teriak histeris begitu lihat sosoknya DenSu, beda banget waktu Ko Lexy yang masuk. Huahaha. DenSu yang disambut teriakan pun senyam-senyum tebar pesona gitu, dan asli, DenSu ganteng banget walaupun cuma pake kaos putih, celana hitam, plus snapback. Ganteng-ganteng swag gitu deh kayak ABG-ABG zaman sekarang. Huahaha. Dan mata gue pun menjadi kembali segar begitu dia masuk ke dalam ballroom. Dan DenSu pun mulai naik panggung dan mulai ngomong, gue sama Eres langsung anteng begitu DenSu memulai materinya. Dia mulai bercerita tentang kesibukannya dia sekarang ini, bercerita juga pengalaman-pengalaman traveling-nya dia dan pembawa acara mulai meberikan pertanyaan-pertanyaan lagi. Dan gue lagi-lagi merasa, ini pembawa acaranya kayak nggak punya plot pertanyaan yang tertata ke pembawa materinya, nggak ada pertanyaan yang terstruktur yang berurutan sesuai tema. Jadi contohnya di awal si pembawa acara bisa menanyakan tentang traveling, tiba-tiba di tengah pembahasan mereka bisa menanyakan tentang motivasi hidupnya DenSu, terus tiba-tiba bisa menanyakan tentang Mamanya DenSu, bener-bener pertanyaan yang spontan aja gitu dan kayak nggak ada persiapan untuk susunan pertanyaan buat si pemberi materi. Dan lagi-lagi untung pembawa materinya bisa membuat suasana seminar jadi asyik, apalagi DenSu kalo ngomong kan ceplas-ceplos, bercanda seenak jidatnya dia, jadi suasana seminar pun yang awalnya mengheningkan cipta jadi rame karena DenSu ngajak bercanda terus, banyak ngelawaknya juga, mungkin dia ada bakat juga kali ya jadi pelawak. Asyik banget deh pembawaannya DenSu, di samping bercanda dia juga bisa serius dan gue paling suka kalo dia udah ngasih kita motivasi, pengalaman pembelajaran hidup, kalo udah gitu dia malah kayak Mario Teguh beneran deh, DenSu emang jago ya jadi apa aja, maka dari itu gue sayang sama dia *apeu*. Dan materi yang dibawa DenSu ini jadinya lebih kayak materi motivasi daripada traveling-nya. Nggak apa-apa deh, karena lagi-lagi gue belajar banyak dari seorang Denny Sumargo, dia kalo udah memotivasi itu loh, rasanya kayak bener semua apa yang dia omongin waktu itu dan langsung menghujam ke lubuk hati *tsaaaahh*. Lalu di tengah-tengah DenSu lagi diberi pertanyaan sama peserta seminar, tiba-tiba seluruh lampu ballroom mati total, lalu nggak lama dari pintu masuk, masuklah para panitia seminar dan ternyata mereka bikin kejutan ulang tahun buat DenSu. Mereka masuk sambil bawa kue ulang tahun dan nyanyi “Happy Birthday” buat DenSu. DenSu yang dikasih kejutan pun ya cuma senyum-senyum aja gitu dan ngucapin terima kasih karena udah diberi kejutan seperti itu. Dan waktu panitia mengerubungi DenSu, DenSu pun mengajak kita semua yang ada di dalam ruangan itu berdoa dan make a wish bersama dia, setelah berdoa bersama, DenSu pun memotong kue dan dimakan sendiri. Dodol memang. Huahaha. Lalu, acara seminar pun berlanjut lagi setelah intermezzo kejutan kecil buat DenSu. Yeay!


Ngopi dulu ndak edaaannn~

Penampilan band akustik UMS 

Panggung Maestrologic 2

DenSu dikasih kejutaaannn~


Seneng karena materi yang dibawakan DenSu pun bikin gue banyak mengangguk-ngangguk tanda setuju waktu dia menyampaikannya. Bikin gue banyak belajar lagi, materinya dia berbobot walaupun dia membawakannya dengan banyak bercandanya. Dan nggak kerasa, materinya DenSu selesai juga siang itu, rasanya cepet banget deh, ah DenSu ada di atas panggung itu. Tapi seneng juga deng kalo acaranya udah kelar, karena sebentar lagi gue juga bakal lanjut ke acara surprise ulang tahunnya DenSu bareng fanbase-nya DenSu. Setelah acara selesai, gue ke toilet sebentar sebelum ambil sertifikat seminar di panitia. Eeehh dan nggak taunya gue malah ketemu doi di luar toilet, kayaknya dia juga abis dari toilet. Ahaha. Begitu ketemu langsung gue sapa dan dia juga senyum-senyum lagi. Seneng sih bisa ketemu dia, pengin langsung ajak foto juga, tapi gue mengingat pesan temen-temen fanbase buat jual mahal dulu sama DenSu sebelum surprise berjalan, jadinya gue ngajak dia ngobrol bentar aja.

B: “Hai, Ko! Ketemu di sini”  gue menyapa dia,
D: “Eh, Dao ya?” dan dia malah mengira gue fans dia yang lainnya. Sakit hati adek bang, kalo abang salah ngira orang. Haha

B: “Ishhh, bukaaan, Dao nggak dateng ke sini keleus” kata gue sambil ngeplak lengannya yang berotot kayak Thor.
D; “Eh bukan?” dia jawab sambil senyum-senyum doang. Untung ganteng. Hih.
B: “Bukaaan, masa nggak inget akuuhh?”

Terus DenSu nya diajak ngobrol juga sama temen dari fanbase. Perhatiannya teralihkan dan gue tetep kekeuh sambil tetep ngeplak-ngeplakin lengannya, maksa dia buat inget gue. Huahaha.

B: “Ingeeett nggaaaakkk?”
D: “INGEEEETTT, yang Twitternya bulan5 kaaaaann” jawabnya setengah teriak ke arah gue. Hahaha. Kzl ya, ko? Buodo amat deh. :p

B: “Nah, gitu dong, ingeeeet. Hehehe” gue yang akhirnya diinget jelas sumringah dong ya, terus nyalamin dia dan malah minta tos. Gue juga nggak ngerti apa yang gue lakuin siang itu di depan DenSu. Hahaha.

D: “Lu ketemu gue malah kurang ajar yaa” kata DenSu sambil ngeladenin salaman dan tos gue, gue yang denger dia bilang gitu malah ngakak dan sungkem ke dia. Gue lupa kalo nggak boleh kurang ajar sama orang tua. :p

Yaudah deh, karena panggilan alam udah nggak bisa menunggu, akhirnya gue pamit sama DenSu buat ke toilet dan dia juga udah siap-siap buat meet and greet sama peserta panitia yang membeli tiket Diamond sama Gold. Lumayanlah udah pemanasan ketemu sama dia duluan dan gue jadi makin nggak sabar buat ikutan acara surprise ulang tahunnya DenSu bareng fanbase. Dan acara seminar siang itu berakhir sudah, deh. :D

Jadi, begitulah cerita gue yang mengikuti seminar Maestrologic 2 “Take Only Memories Leave Only Footprints” ini, seperti yang gue bilang di atas, acara ini masih memiliki banyak kekurangan, terutama pada pembawa acaranya yang menurut gue nggak sukses membawakan acara ini dengan seru, nggak bisa mengangkat animo peserta seminar biar semangat ikut seminar ini, biar rame, dan tentunya pada saat materi dibawakan, pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan pembawa acara terkesan nggak ada persiapannya, dan keaktifan pembawa acara untuk timbal balik ke pembawa acara juga kurang. Beruntung 2 pembawa materi ini amat sangat bisa membawakan materi dengan cara yang menyenangkan, jadi seminar ini memang bener-bener tertolong sama pembawa materinya. Untuk hal selain itu, sudah cukup bagus sih, masalah tempat yang nyaman, menu coffe break yang juga enak, performance dari band akustiknya UMS juga asyik, panitia yang juga ramah, walaupun sempat kesel juga ketika gue menanyakan sesuatu tapi jawaban mereka malah “Duh, mbak saya kurang tahu”, lah ini acara lo apa bukan, kok nggak tahu. Huahaha. Over all, acara ini lumayan lah menurut gue walaupun nggak seasyik seminar-seminar lainnya yang pernah gue hadiri, masih banyak yang perlu diperbaiki dan semoga Maestrologic selanjutnya bisa lebih baik dari pada yang ini. Kalo sampe ada panitia Maestrologic yang baca postingan gue ini, gue mohon maaf kalo kritikan dari gue banyak banget, karena ya emang begitu apa adanya yang gue rasain dan lihat waktu menghadiri seminar Maestrologic 2 ini. Semoga bisa bikin acara lebih keren lagi ya, sukses untuk FK UMS!

Oke deh, gue akhiri postingan gue kali ini di sini ya, berlanjut ke postingan selanjutnya cerita tentang surprise ulang tahunnya DenSu. Hihi. Comment box terbuka bagi siapa saja yang ingin berkomentar!




Thank you for reading, guys! And Godblessya all! 



Pictures by : My Documents

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berkomentarlah dengan kata-kata yang baik, maka gue juga akan menanggapinya dengan baik. Terima kasih sudah membaca postingan gue dan blogwalking di sini. Terima kasih juga sudah berkomentar. Have a great day, guys! Godblessya!